Apa itu cheerleader? Sekelompok anak-anak famous dan hits di sekolah?

Apa itu cheerleader? Sekelompok anak-anak famous dan hits di sekolah?

Eksistensi Ekstrakulikuler Cheerleader

Oleh

Tiara Tiani Putri

Fakultas Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

 

Apa yang terlintas dipikiran kalian ketika mendengar kata-kata sekelompok perempuan yang memakai kostum dengan rok mini, membawa pom-pom, memakai pita, bersorak-sorak. Siapa yang tidak tahu ekskul cheerleader? Pasti semua orang tahu ekskul cheerleader, ekskul yang paling tidak disukai oleh guru, sekelompok anak-anak famous dan hits di sekolah?

Cheerleading atau Cheerleader adalah perpaduan gerakan dinamis senam, tari, akrobatik, dan sorak-sorak untuk memberi semangat tim olahraga yang sedang bertanding, atau sebagai olahraga yang diperlombakan secara kompetisi. Cheerleader atau cheerleading adalah ekstrakulikuler yang paling ekstrim. Dalam konsep yang disajikan terdapat posisi-posisi yang ada di ekskul cheerleader ini yaitu ada flyer (orang yang diangkat dan dilempar), base (terdapat dua orang sebagai base di sisi kanan dan kiri flyer, berfungsi sebagai kaki flyer), backspot (posisinya di belakang flyer, memegang pergelangan kaki dan pinggang flyer agar tidak terjatuh ke belakang), dan terakhir ada front base (posisi ini terdapat di depan flyer, berfungsi untuk menjaga flyer agar tidak jatuh ke depan). Ada formasi konsep dalam cheerleader seperti membuat pyramid, melakukan jumps, menggerakkan motion, sampai adegan melempar (basket toss) dengan berbagai gaya, seperti berputar di udara (backtuck) dan masih banyak lagi.

Siapa, sih, yang tidak suka menonton cheerleader? Pasti semuanya suka dan tertarik untuk melihat sekelompok perempuan cantik yang melempar-lempar orang sambil melakukan akrobatik. Tetapi masih saja ada banyak masyarakat yang memandang jelek cheerleader itu.

“Apaan sih cheers? Cewe-cewe centil yang pake rok mini itu?”, “Astaga gak baik tau ngumbar-ngumbar aurat, mending dibubarin aja deh itu ekskul cheerleader.”, “Ihh bahaya banget sih angkat-angkat dan ngelempar orang gitu kalo jatoh bisa parah banget cederanya.”, “Ihh apaan sih ceneh banget teriak-teriak gak jelas.”

Orang-orang menilai ekskul cheerleader atau cheerleading sebagai ekskul yang tidak pantas berada di sekolah karena cheerleader termasuk olahraga yang ekstrim. Ekskul ini mengangkat dan melempar orang (flyer), jika salah dalam teknik mengangkat atau melempar flyer maka yang di bawah seperti base, frontbase, backspot akan terkena imbasnya yaitu tertiban flyer, pemanasannya yang begitu berat dan sangat melelahkan untuk seorang siswi, dll. Dan semua beban itu akan terbayar ketika tim cheerleader tersebut dapat menang atau menjuarai lomba. Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI) adalah lomba tingkat nasional yang di adakan setiap tahunnya. Berbagai tim cheerleader dari yang TK, SD, SMP, SMA, maupun umum akan berlomba di FCSI. Persaingan yang begitu ketat dan sulit, membuat saya yang sebagai mantan ekskul cheerleader bersusah payah latihan selama 6 bulan untuk menampilkan konsep di atas matras yang hanya berdurasi 2,5 menit saja.

Banyak orang yang berkata ekskul cheerleader itu centil atau ceneh, tetapi tanggapan itu salah. Gaya cheerleader itu adalah senyum ceria. Malahan anggota cheerleader sangat wajib tersenyum ceria atau sering disebut senyum tiga jari. Dengan cara 3 jari (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis) dimasukan ke dalam mulut dan tersenyum lebar sambil menganga. Namanya juga cheerleader yaitu pemandu sorak. Pemandu sorak itukan memberi semangat dengan bersorak-sorak jadi harus ceria.  Maka dari itu, setiap anggota cheerleader harus tersenyum bagaimanapun keadaannya sedang sakit, ataupun lelah harus tetap tersenyum.

Dan orang-orang diluar sana yang beranggapan ekskul cheerleader tidak tahu sopan santun karena membuka aurat dengan memakai rok mini. Lalu, harus memakai pakaian yang sopan seperti baju gamis gitu? Apakah tidak akan terlibet-libet? Ekskul ini mengangkat atau melempar flyer ke atas, dan flyer melakukan berbagai atraksi yang ekstrim. Jika terlibet-libet atau nyangkut kemudian jatuh bukankah berbahaya untuk semuanya orang yang diatas ataupun dibawah pasti akan mengalami cedera. Maka dari itu, rok cheerleader itu mini bukan berarti untuk memamerkan aurat tetapi rok mini tersebut terdapat fungsi yang baik untuk cheerleader. Jika kalian nonton perlombaan cheerleader, cukup banyak orang muslim yang ikut dalam tim cheerleader menggunakan kerudung. Tetapi rok tersebut diganti menjadi celana panjang, dan bajunya pun diganti menjadi lengan panjang.

PENGARUH EKSKUL CHEERLEADER

Memang banyak sekali perkataan buruk tentang ekskul ini, tetapi manfaat yang bisa didapat. Dari segi fisik yaitu belajar keseimbangan, kelenturan, dan ketepatan gerak dan irama. Dari segi mental, menurut pendapat saya sebagai mantan cheerleader dengan mengikuti ekstrakulikuler cheerleader dapat belajar untuk tahu bagaimana rasanya perform di depan penonton, menanamkan rasa percaya diri, dan dapat menyikapi kemenangan dan kekalahan. Kalau seseorang yang masuk cheerleader dengan niat dan tekad yang bagus pasti akan dapat juara, kalau hanya sekedar masuk untuk menjadi famous agar dikenal banyak orang mending tidak usah bergabung kedalam ekskul cheerleader karena ke-famous-an tidak akan berguna di ekskul ini. Yang berguna adalah niat, usaha, dan kerja sama (team work)

 

PENTINGNYA KERJA SAMA TIM (TEAM WORK)

Menurut  Muzafer Sherif (1950), kerja sama kelompok adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu. Kekuatan kerja sama tim (team work) dalam ekskul cheerleader sangat penting karena dalam membuat konsep seperti pyramid, stund, dll. Pastinya membutuhkan rasa simpati antara satu sama lain dan dengan adanya kerja sama maka dapat melatih kekompakkan antaranggota tim. Seperti halnya, pasti ada salah satu anggota yang tidak kuat atau tidak benar dalam membuat konsep. Jika tidak ada kerja sama antaranggota tim maka konsepnya pun akan hancur, berantakan dan tidak kompak. Kunci kesuksesan team work adalah saling mengerti dan mendukung satu sama lain. Meskipun terjadi perselisihan antaranggota, namun dalam tim harus sesegera mungkin disingkirkan. Maka dari itu, kerja sama (team work) dalam sebuah tim itu sangatlah penting untuk disadari.

Sebagai seorang mantan cheerleader yang ingin memberi tahu bahwa cheerleader tidak senegatif seperti orang-orang katakan seperti gayanya yang centil, membuka aurat karena memakai rok mini, dan masih banyak lagi pendapat negatif orang-orang terhadap ekskul cheerleader. Sebaiknya, jangan melihat dari sisi negatifnya saja. Akan tetapi, lihatlah dari sisi positif dimana menjadi seorang cheerleader itu tidaklah semudah yang dikatakan dan dilihat sekilas saja. So, stop negative thinking about cheerleader okay?