FOTO MAKRO, ANTARA BAHAYA DAN OMELAN ISTRI

Lensa Sempat Disembunyikan Mertua

FOTO MAKRO, ANTARA BAHAYA DAN OMELAN ISTRI

Siapa yang sangka, di balik karya -karya indah pecinta foto makro, ternyata terkandung pula bahaya atas keselamatan dirinya saat seorang pemotret mengabadikan momen di pemotretan makro.

Adalah Syaiful Fata Ansory, seorang pecinta dunia fotografi yang menggeluti dunia foto makro sejak 2015. "Pengalamannya, waktu itu saat hunting di semak , nyaris seekor ular menyambar diri saya," ungkap lelaki asal Tuban, Jawa Timur ini ketika diwawancarai Portfolio Magazine.

Karena itu, Fata menganjurkan, apabila ada yang ingin memotret makro, hendaknya memeriksa dulu kondisi sekitar, apakah di dekat objek pemotretan ada binatang yang membahayakan atau tidak.

"Kalau ada sebaiknya pindah lokasi saja, karena waktu itu saya pernah berhadapan dengan ular piton, dan saya memilih lokasi yang lain," ujarnya.

Selain berhadapan dengan bahaya, Fata juga mengungkapkan bahwa dirinya sering terserang gatal-gatal karena masuk ke pelosok semak belukar. 

"Sempat dibawa ke dokter, dan sejak dari rumah sampai ke dokter istri saya 'ngomel-ngomel', bahkan lensa saya pernah disembunyikan di rumah mertua. Sampe lama libur memotret makro, tapi akhirnya mertuia saya memberitau bahwa lensanya ada padanya, nah mulai lha saya motret lagi ," ujar ayah satu anak ini.

Tapi dasar sudah hobi, Fata yang  merupakan Pustakawan si SMA Negeri 4 Tuban ini tetap saja menyisihkan waktu liburnya untuk memotret makro.

Sekedar berbagi, genre fotografi ini sangat berbeda dengan seni fotografi lainya,  karena dari segi objek dan teknik sangat berbeda jauh. Seni fotografi makro terdiri dari banyak genre,  antara lain Nature, abstrak, extrem stacking, dan freezing.

"Saya lebih mendalami di 'makro nature' yang mana objek yang difoto adalah objek dengan kategori serangga," jelasnya.

Hobi Fata diawali ketika dirinya melihat dari internet karya-karya foto makro, dan disana dirinya belajar tentang teknik memfoto serangga.

Awalnya Fata pesimis karena tidak ada alat yang memadai. Namun berkat menabung, kini  Fata sudah memiliki lensa Tamron Fix  90 dan Raynox dcr 250.  Dari situlah heingga kini , Fata terus menjalani hobinya memotret makro.

(Direct by Fotografer Senior Hendra Lesmana)