Foto vs Aslinya

Foto vs Aslinya
Sumber: palingseru.com

Foto vs Aslinya

Oleh

Tiara Tiani Putri

Fakultas Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

 

Pada jaman sekarang peralatan elektronik begitu canggih salah satunya kamera, siapa yang tidak tahu kamera? Semua orang pasti sangat tahu bahkan sekarang semua orang sudah memiliki kamera di ponsel mereka. Kamera itu mampu mengabadikan momen-momen kita dalam bentuk foto atau video. Momen-momen tersebut pastinya akan dipajang di media sosial masing-masing supaya orang-orang tahu bagaimana kehidupan kita. Karena adanya hal tersebut, setiap orang pun seperti berlomba-lomba untuk terlihat menawan di media sosialnya salah satunya memajang foto-foto dirinya yang cantik atau tampan.

Sudah ada berbagai aplikasi populer yang mampu membuat kita menjadi lebih cantik atau tampan, lebih menawan, lebih kurus atau lebih gemuk, dan masih banyak lagi. Bahkan ada peralatan yang membuat kita saat mengambil foto atau video jadi jauh lebih baik dan bagus seperti lighting, make up, dan masih banyak lagi.

Apakah salah dengan melakukan hal tersebut?

Sebagian orang pasti akan menjawab tentu salah. Saat di foto atau video yang diunggah ke media sosial begitu cantik atau tampan, tetapi saat bertemu langsung nyatanya berbanding terbalik. Hal itu termasuk penipuan kepada publik. Sebegitunya ingin dipuji dengan berbohong kepada publik dinilai begitu tidak etis, seharusnya tunjukkan saja dirimu yang asli di media sosial.

Namun, sebenarnya itu juga tidak salah. Kenapa?

Tentu saja, kita ingin terlihat bagus di media sosial kita. Asal kalian tahu, sekali kita mem-publish foto atau video kita itu akan tetap ada di internet selamanya. Jadi tidak salah juga kita berusaha tampil bagus untuk media sosial kita. Dan juga media sosial itu punya kita sendiri, jadi bebas untuk melakukan apapun di media sosial kita. Jika tidak suka tidak perlu melihatnya atau mem-follow nya. Tetapi kita juga harus tahu batasannya dalam mem-publish sesuatu dengan mengikuti norma-norma yang ada.

Jadi, walaupun wajah asli berbeda dari foto di media sosial sebenarnya itu tidak masalah tetapi kembali lagi ke opini masing-masing orang ya. Namun, jika tidak suka jangan melihat atau mem-follow nya. Tidak perlu mengkomen dengan kata-kata yang menghujat, karena itu media sosialnya. Jika dia mem-publish sesuatu yang melanggar norma cukup nasehati atau klik fitur laporkan, dengan begitu kita tidak perlu lelah-lelah menghujatnya apalagi akan menambah dosa kita hehe. Semudah itu bukan?