Mengobrol dan Makan di Kendaraan Umum Berisiko Penularan Corona

Pemerintah mengingatkan pentingnya menjaga jarak di tengah pandemi corona. Apalagi perkantoran sudah mulai melakukan kegiatan kembali seperti biasa. Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah juga mengatur jam kerja para pegawai negeri sipil maupun swasta yang dibagi antara shift pagi dan siang. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengimbau para karyawan dalam sepanjang perjalanan menggunakan transportasi umum tetap menggunakan masker. Selain itu, penumpang yang menggunakan transportasi umum tidak melakukan pembicaraan maupun makan dan minum. (Baca: Kasus Kematian Harian Covid Cetak Rekor 127 Orang, Tertinggi di Jatim) "Diupayakan untuk tidak melakukan pembicaraan sama sekali apalagi makan dan minum karena ini menjadi berisiko untuk terjadinya penularan. Kasus konfirmasi postif tanpa gejala ini bisa menjadi sumber penularan,"' ujar dia dalam konfernsi pers, Minggu (19/7). Selain itu, perkantoran dapat membatasi pertemuan atau kegiatan rapat dengan para karyawan. Termasuk tidak menyediakan makanan di ruang rapat. "Hilangkan kebiasaan menyajikan makanan dan minuman di rapat. Harus disiapkan dengan baik. Karena kita tidak inginkan ruang rapat umumnya terbatas menjadi tempat untuk skedar ngobrol, harus disiplin," ujarnya. Selain itu, dirinya juga mengingatkan agar fasilitas umum di kantor tetap dijaga kebersihannya, seperti lift, ruangan rapat, dan tangga. Yurianto juga meminta agar perkantoran yang melakukan pertemuan secara fisik hanya dihadiri oleh orang yang dalam kondisi sehat. Selain itu ia berpesan agar pertemuan rapat dapat dilakukan tidak lebih dari 30 menit, tanpa sajian makanan dan minuman di atas meja. Seperti diketahui, jumlah kasus corona masih mencatat kenaikan hingga hari ini. Berdasarkan data pemerintah pasien positif Covid-19 bertambah 1.639 orang per 19 Juli 2020. Total Kasus mencapai 86.521 dengan 45.401 pasien dinyatakan sembuh dan 4.143 orang meninggal dunia.Sementara itu, pemerintah mencatat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 37.505 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 0 orang. Kasus tertinggi Covid-19 tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Lebih lanjut, perkembangan Covid-19 digambarkan dalam databoks berikut: Let's block ads! (Why?)

Mengobrol dan Makan di Kendaraan Umum Berisiko Penularan Corona

Pemerintah mengingatkan pentingnya menjaga jarak di tengah pandemi corona. Apalagi perkantoran sudah mulai melakukan kegiatan kembali seperti biasa.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah juga mengatur jam kerja para pegawai negeri sipil maupun swasta yang dibagi antara shift pagi dan siang.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengimbau para karyawan dalam sepanjang perjalanan menggunakan transportasi umum tetap menggunakan masker. Selain itu, penumpang yang menggunakan transportasi umum tidak melakukan pembicaraan maupun makan dan minum.

(Baca: Kasus Kematian Harian Covid Cetak Rekor 127 Orang, Tertinggi di Jatim)

"Diupayakan untuk tidak melakukan pembicaraan sama sekali apalagi makan dan minum karena ini menjadi berisiko untuk terjadinya penularan. Kasus konfirmasi postif tanpa gejala ini bisa menjadi sumber penularan,"' ujar dia dalam konfernsi pers, Minggu (19/7).

Selain itu, perkantoran dapat membatasi pertemuan atau kegiatan rapat dengan para karyawan. Termasuk tidak menyediakan makanan di ruang rapat.

"Hilangkan kebiasaan menyajikan makanan dan minuman di rapat. Harus disiapkan dengan baik. Karena kita tidak inginkan ruang rapat umumnya terbatas menjadi tempat untuk skedar ngobrol, harus disiplin," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan agar fasilitas umum di kantor tetap dijaga kebersihannya, seperti lift, ruangan rapat, dan tangga.

Yurianto juga meminta agar perkantoran yang melakukan pertemuan secara fisik hanya dihadiri oleh orang yang dalam kondisi sehat. Selain itu ia berpesan agar pertemuan rapat dapat dilakukan tidak lebih dari 30 menit, tanpa sajian makanan dan minuman di atas meja.

Seperti diketahui, jumlah kasus corona masih mencatat kenaikan hingga hari ini. Berdasarkan data pemerintah pasien positif Covid-19 bertambah 1.639 orang per 19 Juli 2020.

Total Kasus mencapai 86.521 dengan 45.401 pasien dinyatakan sembuh dan 4.143 orang meninggal dunia.Sementara itu, pemerintah mencatat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 37.505 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 0 orang.

Kasus tertinggi Covid-19 tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Lebih lanjut, perkembangan Covid-19 digambarkan dalam databoks berikut:

Let's block ads! (Why?)