Perbedaan Mekanisme Ekonomi dan Mekanisme Non-Ekonomi Dalam Islam

Perbedaan Mekanisme Ekonomi dan Mekanisme Non-Ekonomi Dalam Islam

 

Mekanisme ekonomi adalah mekanisme melalui aktivitas ekonomi yang bersifat produktif, berupa macam-macam kegiatan pengembangan kepemilikan dalam berbagai muamalah dan sebab-sebab kepemilikan. Berbagai cara dalam mekanisme ekonomi ini, antara lain :

  1. Membuka kesempatan seluas-luasnya bagi berlangsungnya sebab-sebab kepemilikan dalam kepemilikan individu. Misalnya, bekerja di sektor pertanian, industri dan perdagangan (QS. Al-Baqarah [2] Ayat 275).
  2. Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi berlangsungnya pengembangan kepemilikan (tanmiyyah al-milkiyyah) melalui kegiatan investasi sehat. Misalnya, dengan syirkah inan, mudharabah, dan lain-lain.
  3. Larangan menimbun harta benda (uang, emas dan perak) walaupun dikeluarkan zakatnya (QS. At-Taubah [9] Ayat 34). Harta yang ditimbun tidak akan berfungsi ekonomi. Pada gilirannya akan menghambat distribusi karena tidak terjadi perputaran harta.
  4. Mengatasi peredaran dan pemusatan kekayaan di satu daerah tertentu saja. Misalnya, dengan memeratakan peredaran modal dan mendorong tersebarnya pusat-pusat pertumbuhan atau perekonomian riil.
  5. Larangan kegiatan monopoli, serta berbagai penipuan yang dapat mendistorsi dan menghambat pasar untuk mendistribusikan kekayaan.
  6. Larangan judi,riba,korupsi,pemberian suap, dan hadiah kepada penguasa. Semua ini secara sistemik akan mengakumulasikan kekayaan pada pihak yang kuat semata. Seperti, Penguasa atau konglomerat hitam.
  7. Memberikan kepada rakyat hak pemanfaatan barang-barang sumber daya alam milik umum yang dikelola negara. Seperti, Hasil hutan, barang tambang, minyak, listrik, air, dan sebagainya demi kesejahteraan rakyat.

Sedangkan mekanisme non-ekonomi adalah mekanisme yang tidak melalui aktivitas ekonomi produktif, melainkan melalui aktivitas non-produktif. Misalnya, pemberian (hibah, shodaqoh, zakat, dan lain-lain) atau warisan. Mekanisme non-ekonomi dimaksudkan melengkapi mekanisme ekonomi yaitu untuk mengatasi distribusi kekayaan yang tidak berjalan sempurna, jika hanya mengandalkan mekanisme ekonomi semata. Baik karena sebab-sebab alamiah maupun sebab-sebab non-alamiah. Mekanisme non-ekonomi ini bertujuan agar di tengah masyarakat segera terwujud keseimbangan ekonomi yang akan ditempuh dengan beberapa cara. Pendistribusian harta dengan mekanisme non-ekonomi antara lain:

  1. Pemberian harta negara (baik yang bergerak atau yang tidak bergerak) kepada warga negara yang dinilai memerlukan.
  2. Pemberian harta zakat yang dibayarkan oleh muzakki kepada para mustahik.
  3. Pemberian infaq, sedekah, wakaf, hibah dan hadiah dan orang yang mampu kepada yang memerlukan.
  4. Pembagian harta waris kepada ahli waris.
  5. Ganti rugi berupa harta terhadap kejahatan yang dilakukan seseorang kepada orang lain.
  6. Distribusi harta melalui penguasaan barang temuan, dan lain-lain.