Pertama Kali dalam 1 Dekade, Amerika Serikat Jatuh ke Jurang Resesi

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menyusul sejumlah negara lainnya yang telah terjerambab dalam jurang resesi. Ekonomi AS terkontraksi atau tumbuh minus 32,9 persen pada kuartal II 2020.Jatuhnya Negeri Paman Sam ke jurang resesi lantaran pada kuartal I 2020 ekonominya juga terkontraksi sebesar minus 5 persen. Dengan demikian, AS resmi mengalami resesi karena telah dua kuartal (enam bulan) berturut-turut ekonominya tumbuh negatif. Demikian dilansir CNN Business, Sabtu (1/8/2020).1. AS mengalami resesi pertamanya dalam 11 tahun terakhirIlustrasi lockdown (IDN Times/Arief Rahmat) Pandemik COVID-19 membuat AS mengalami resesi perdananya dalam 11 tahun terakhir. Terpuruknya pertumbuhan ekonomi AS diakibatkan karena kebijakan lockdown yang melumpuhkan kegiatan ekonomi mereka.2. Resesi di AS bukan resesi biasaIlustrasi Resesi (IDN Times/Arief Rahmat) Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks Resesi yang terjadi di AS dinilai bukan resesi biasa. Sebab, dampak yang luar biasa begitu dirasakan oleh warga Amerika Serikat. Pada April 2020 saja, lebih dari 20 juta pekerjaan hilang yang diakibatkan adanya lockdown.Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam 80 tahun terakhir. Di sisi lain, klaim untuk tunjangan pengangguran juga terus meningkat dan belum pulih di masa prapandemik.3. Pemulihan ekonomi tidak akan mudahIlustrasi Resesi (IDN Times/Arief Rahmat) Pemerintah AS telah menggelontorkan triliunan dolar dalam kebijakan moneter dan fiskal mereka. Insentif itu diberikan dalam bentuk program pinjaman untuk perusahaan, tunjangan pengangguran yang diperluas dan cek langsung ke warga Amerika yang dirancang untuk pemulihan ekonomi.Ekonom memperkirakan pada kuartal III tahun ini ekonomi AS bakal mengalami kenaikan signifikan. Bank Sentral AS, The Fed memperkirakan ekonomi bakal tumbuh 13,3 persen. Walaupun itu akan menjadi kabar baik, itu tidak berarti krisis telah berakhir. Baca Juga: RI Diramal Lolos Resesi, Ekonom: Ramalannya Cuma Cherry Picking!  Let's block ads! (Why?)

 Pertama Kali dalam 1 Dekade, Amerika Serikat Jatuh ke Jurang Resesi

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menyusul sejumlah negara lainnya yang telah terjerambab dalam jurang resesi. Ekonomi AS terkontraksi atau tumbuh minus 32,9 persen pada kuartal II 2020.

Jatuhnya Negeri Paman Sam ke jurang resesi lantaran pada kuartal I 2020 ekonominya juga terkontraksi sebesar minus 5 persen. Dengan demikian, AS resmi mengalami resesi karena telah dua kuartal (enam bulan) berturut-turut ekonominya tumbuh negatif. Demikian dilansir CNN Business, Sabtu (1/8/2020).

1. AS mengalami resesi pertamanya dalam 11 tahun terakhir

Pertama Kali dalam 1 Dekade, Amerika Serikat Jatuh ke Jurang ResesiIlustrasi lockdown (IDN Times/Arief Rahmat)

Pandemik COVID-19 membuat AS mengalami resesi perdananya dalam 11 tahun terakhir. Terpuruknya pertumbuhan ekonomi AS diakibatkan karena kebijakan lockdown yang melumpuhkan kegiatan ekonomi mereka.

2. Resesi di AS bukan resesi biasa

Pertama Kali dalam 1 Dekade, Amerika Serikat Jatuh ke Jurang ResesiIlustrasi Resesi (IDN Times/Arief Rahmat)

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Resesi yang terjadi di AS dinilai bukan resesi biasa. Sebab, dampak yang luar biasa begitu dirasakan oleh warga Amerika Serikat. Pada April 2020 saja, lebih dari 20 juta pekerjaan hilang yang diakibatkan adanya lockdown.

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam 80 tahun terakhir. Di sisi lain, klaim untuk tunjangan pengangguran juga terus meningkat dan belum pulih di masa prapandemik.

3. Pemulihan ekonomi tidak akan mudah

Pertama Kali dalam 1 Dekade, Amerika Serikat Jatuh ke Jurang ResesiIlustrasi Resesi (IDN Times/Arief Rahmat)

Pemerintah AS telah menggelontorkan triliunan dolar dalam kebijakan moneter dan fiskal mereka. Insentif itu diberikan dalam bentuk program pinjaman untuk perusahaan, tunjangan pengangguran yang diperluas dan cek langsung ke warga Amerika yang dirancang untuk pemulihan ekonomi.

Ekonom memperkirakan pada kuartal III tahun ini ekonomi AS bakal mengalami kenaikan signifikan. Bank Sentral AS, The Fed memperkirakan ekonomi bakal tumbuh 13,3 persen. Walaupun itu akan menjadi kabar baik, itu tidak berarti krisis telah berakhir.

Baca Juga: RI Diramal Lolos Resesi, Ekonom: Ramalannya Cuma Cherry Picking! 

Let's block ads! (Why?)