WNI Lolos Seleksi Haji Dipantau Ketat

Jakarta: Pemerintah Arab Saudi memantau ketat para jemaah yang lolos seleksi haji 2020. Termasuk 13 warga negara Indonesia (WNI) ekspatriat yang lolos seleksi. "Jadi mereka sudah dinyatakan lolos langsung didatangi oleh para petugas haji dari Kementerian Dalam Negeri (Arab Saudi)," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam program NewsMaker yang dipandu Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar, Kamis, 30 Juli 2020. Agus menjelang, jemaah akan dipasangkan gelang dengan teknologi global positioning system (GPS). Tujuannya agar lokasi keberadaan jemaah bisa dilacak. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Sebab, jemaah harus menjalani karantina sebelum memulai rangkaian ibadah haji. Hal itu guna mencegah penularan virus korona (covid-19). Jemaah bakal didiskualifikasi jika melanggar ketentuan berpergian dari lokasi karantina atau saat berada di titik lainnya. Bahkan keluar untuk rumah tidak diperkenankan. Baca:Perjuangan Berat WNI Lolos Seleksi Haji 2020 "Ketika dia keluar rumah dua meter aja udah kelihatan di sensor tersebut. Sehingga kalau keluar rumah dalam karantina prahaji ini maka akan digagalkan," ujar Agus. Proses penjemputan hingga penyediaan hotel juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. "Karena tujuan haji 'minimalis' ini bahwa keselamatan para jamaah haji menjadi prioritas utama, prioritas awal," ucap Agus. Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi tidak berwenang mendampingi WNI saat haji. Sebab rangkaian pelaksanaan haji tersebut dilakukan otoritas pemerintah Arab Saudi. "Saya dapat izin untuk masuk Mekkah tapi enggak bisa masuk ke Arafah. Makanya kita monitor ke KBRI dari Riyadh jaraknya sekitar 1.000 kilometer dari Mekkah," ujar Agus. Kendati demikian komunikasi terus diintensifkan kepada 13 WNI melalui grup pesan elektronik. Bila WNI menemui kesulitan maka bisa ditangani oleh KBRI. "Karena ada beberapa yang baru sekitar 6-8 bulan ke Saudi Saudi ada kesulitan bahasa. Sehingga kita untuk berkomunikasi untuk para petugas," kata Agus.  (ADN) Let's block ads! (Why?)

 WNI Lolos Seleksi Haji Dipantau Ketat
Jakarta: Pemerintah Arab Saudi memantau ketat para jemaah yang lolos seleksi haji 2020. Termasuk 13 warga negara Indonesia (WNI) ekspatriat yang lolos seleksi.
 
"Jadi mereka sudah dinyatakan lolos langsung didatangi oleh para petugas haji dari Kementerian Dalam Negeri (Arab Saudi)," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam program NewsMaker yang dipandu Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Agus menjelang, jemaah akan dipasangkan gelang dengan teknologi global positioning system (GPS). Tujuannya agar lokasi keberadaan jemaah bisa dilacak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, jemaah harus menjalani karantina sebelum memulai rangkaian ibadah haji. Hal itu guna mencegah penularan virus korona (covid-19).
 
Jemaah bakal didiskualifikasi jika melanggar ketentuan berpergian dari lokasi karantina atau saat berada di titik lainnya. Bahkan keluar untuk rumah tidak diperkenankan.
 
Baca:Perjuangan Berat WNI Lolos Seleksi Haji 2020
 
"Ketika dia keluar rumah dua meter aja udah kelihatan di sensor tersebut. Sehingga kalau keluar rumah dalam karantina prahaji ini maka akan digagalkan," ujar Agus.
 
Proses penjemputan hingga penyediaan hotel juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. "Karena tujuan haji 'minimalis' ini bahwa keselamatan para jamaah haji menjadi prioritas utama, prioritas awal," ucap Agus.
 
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi tidak berwenang mendampingi WNI saat haji. Sebab rangkaian pelaksanaan haji tersebut dilakukan otoritas pemerintah Arab Saudi.
 
"Saya dapat izin untuk masuk Mekkah tapi enggak bisa masuk ke Arafah. Makanya kita monitor ke KBRI dari Riyadh jaraknya sekitar 1.000 kilometer dari Mekkah," ujar Agus.
 
Kendati demikian komunikasi terus diintensifkan kepada 13 WNI melalui grup pesan elektronik. Bila WNI menemui kesulitan maka bisa ditangani oleh KBRI.
 
"Karena ada beberapa yang baru sekitar 6-8 bulan ke Saudi Saudi ada kesulitan bahasa. Sehingga kita untuk berkomunikasi untuk para petugas," kata Agus.

 


(ADN)

Let's block ads! (Why?)