10 TKI dari Qatar dan Malaysia Tiba di NTT

SEBANYAK 10 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tiba dengan Pesawat Lion Air di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (1/6). Di antaranya dua orang asal Ende pulang dari Qatar, dan sisanya dari Malaysia termasuk pasangan suami-istri bersama seorang bayi asal Pulau Sumba. Selain itu, empat orang asal Kabupaten Belu, satu orang asal Timor Tengah Selatan dan satu orang asal Kupang. Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT, Siwi mengatakan seluruh TKI membawa surat bebas covid-19. Namun tetap menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) bandara dan telah diberikan kartu kewaspadaan kesehatan (HAC). Selanjutnya, seluruh TKI dibawa ke Kantor BP3TKI untuk menjalani wawancara dan pemeriksaan surat-surat. Adapun TKI asal Kupang langsung dijemput pemerintah daerah setempat, sedangkan TKI asal Timor Tengah Selatan dan Belu diantar petugas BP3TKI. "Untuk pemeriksaan rapid test atau karantina terpusat dilakukan oleh kabupaten," kata Siwi. Sedangkan TKI yang masih ada di Kupang, tambah Siwi berasal dari Ende dan Sumba, akan menjalani rapid test sambil menunggu jadwal penerbangan kembali ke daerah masing-masing. Selama di Kupang, para TKI tersebut ditampung di Kantor BP3TKI di Kelurahan Kayu Putih. Menurutnya, gelombang pemulangan TKI sudah berlangsung beberapa kali melalui Bandara El Tari Kupang. Total TKI yang sudah tiba di NTT sebanyak 40 orang. Robertus Mali, TKI asal Belu mengaku berangkat ke Malaysia secara ilegal sejak 2018 dan menjalani karantina selama 14 hari di Kalimantan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan kembali ke Kupang setelah penerbangan kembali beroperasi. "Saya pulang karena tidak bekerja lagi," ujarnya. (OL-13) Let's block ads! (Why?)

 10 TKI dari Qatar dan Malaysia Tiba di NTT
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SEBANYAK 10 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tiba dengan Pesawat Lion Air di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (1/6).

Di antaranya dua orang asal Ende pulang dari Qatar, dan sisanya dari Malaysia termasuk pasangan suami-istri bersama seorang bayi asal Pulau Sumba.

Selain itu, empat orang asal Kabupaten Belu, satu orang asal Timor Tengah Selatan dan satu orang asal Kupang.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT, Siwi mengatakan seluruh TKI membawa surat bebas covid-19. Namun tetap menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) bandara dan telah diberikan kartu kewaspadaan kesehatan (HAC).

Selanjutnya, seluruh TKI dibawa ke Kantor BP3TKI untuk menjalani wawancara dan pemeriksaan surat-surat. Adapun TKI asal Kupang langsung dijemput pemerintah daerah setempat, sedangkan TKI asal Timor Tengah Selatan dan Belu diantar petugas BP3TKI. "Untuk pemeriksaan rapid test atau karantina terpusat dilakukan oleh kabupaten," kata Siwi.

Sedangkan TKI yang masih ada di Kupang, tambah Siwi berasal dari Ende dan Sumba, akan menjalani rapid test sambil menunggu jadwal penerbangan kembali ke daerah masing-masing. Selama di Kupang, para TKI tersebut ditampung di Kantor BP3TKI di Kelurahan Kayu Putih.

Menurutnya, gelombang pemulangan TKI sudah berlangsung beberapa kali melalui Bandara El Tari Kupang. Total TKI yang sudah tiba di NTT sebanyak 40 orang.

Robertus Mali, TKI asal Belu mengaku berangkat ke Malaysia secara ilegal sejak 2018 dan menjalani karantina selama 14 hari di Kalimantan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan kembali ke Kupang setelah penerbangan kembali beroperasi. "Saya pulang karena tidak bekerja lagi," ujarnya. (OL-13)

Let's block ads! (Why?)