5 Kesalahan saat Merawat Tanaman Hias

Jakarta, CNN Indonesia -- Kesalahan saat merawat tanaman hias tak jarang jadi salah satu faktor kegagalan dalam bertanam ataupun budidaya. Alih-alih mencari pangkal soal tanaman hias yang layu atau mati, sebagian orang justru memilih menyerah.Padahal kemungkinan kesalahan saat merawat tanaman hias itu bisa dipelajari dan lantas dicegah. Sikap patah arang dalam merawat tanaman hias biasanya tersebab kurangnya pengetahuan pemilik tanaman. Melansir dari Southern Living, setidaknya ada lima kesalahan dalam perawatan yanaman hias. Berikut sejumlah tindakan terlarang yang wajib dihindari agar tanaman hias yang Anda rawat tetap tumbuh dan berkembang. Pemangkasan yang 'ngasal' Teknis pemangkasan yang dilakukan sembarangan atau cenderung asal-asalan ternyata dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh tanaman hias. Pasalnya, bekas pemangkasan pada batang yang terbuka berpotensi mengakibatkan kematian pada beberapa sel tanaman. Itu sebab, selalu gunakan gunting yang tajam untuk memberikan efek tegas dan pertumbuhan yang baik pada tanaman hias. Tak hanya itu, pemangkasan yang terlalu sering dengan teknik yang tak tepat juga berisiko menggagalkan proses tanaman hias berbunga. Pahami juga, jika tanaman hias mulai memiliki kuncup atau bunga maka lakukan pemangkasan terhadap bunga yang sudah mekar. Sedangkan untuk tanaman hias tak berbunga, pemangkasan bisa dilakukan setiap kali awal musim pertumbuhan. Ilustrasi: Pemangkasan tanaman hias juga ada aturannya, tak boleh asal-asalan. Sebab jika sembarangan, salah-salah malah akan merusak sel atau tubuh tanaman hias. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma) Kurang paparan sinar matahari Sinar matahari menjadi energi bagi tanaman. Karena itu, faktor vital ini harus dipenuhi dengan baik sesuai tipe dan karakteristik masing-masing tanaman hias. Setiap jenis tanaman hias memiliki tingkat kepekaan berbeda terhadap sinar matahari. Beberapa tanaman hias sukulen seperti kaktus, asparagus ferns, dan pohon ara memerlukan sinar matahari yang cukup dan tempat yang terang. Sementara tanaman hias seperti Wijaya Kusuma Kupu-Kupu membutuhkan penerangan matahari di tempat dengan cahaya sedang. Sedangkan bunga peace lily hingga spider plant akan lebih cocok diletakkan di tempat yang redup. Oleh sebab itu, Anda harus terlebih dulu betul-betul memahami karakteristik tanaman hias yang sedang dirawat beserta kebutuhan sinar matahari. Tanaman hias tergolong sensitif. Selain banyaknya cahaya matahari, hal penting lain yang wajib diperhatikan di antaranya tingkat kelembapan dan penempatan tanaman hias. Memakai tanah kering dan drainase yang buruk Ilustrasi: Tanah yang kering dan keras serta menggumpal akan memperburuk drainase atau asupan air, sehingga tanaman hias bakal mati kering atau sebaliknya, mengalami pembusukan akar. (Foto: iStockphoto/Andrey Mitrofanov) Permasalahan pemilihan tanah cukup vital dalam proses perawatan tanaman hias. Pelbagai jenis tanaman hias punya kecenderungan menyukai tekstur tanah yang mudah menyerap air. Selain itu, tanah yang keras dan kering serta menggumpal akan mengakibatkan air tak terserap dengan baik. Kondisi ini berisiko memicu pembusukan pada akar. Pelaku budidaya tanaman hias disarankan mengganti media tanam dengan tanah baru yang subur dan dilengkapi pupuk yang cukup. Itulah sebabnya, pengetahuan mumpuni mengenai tingkat keasaman atau pH tanah juga perlu dipelajari. Ini karena pH tanah dapat mempengaruhi warna daun hingga bunga tanaman hias. Menanam tanaman hias di dekat pohon besar Memilih tempat untuk menanam tanaman hias tak selalu mudah. Tapi Anda direkomendasikan untuk menghindari menempatkan tanaman hias tanpa pot di dekat pohon besar. Antisipasi tersebut perlu dilakukan demi mencegah paparan sinar matahari yang berpotensi terhalangi tubuh pohon yang menjulang tinggi besar. Hal ini juga 'haram' dilakukan lantaran tanaman hias bisa kalah berebut perebutan nutrisi dan sumber air dari pohon besar. Asupan air tidap pas; berlebih atau kurang Air bagi keberlangsungan hidup tanaman hias tak kalah pentingnya dengan sinar matahari. Namun begitu penyiraman air juga harus proporsional. Jumlah air yang kurang atau justru berlebihan akan mengganggu pertumbuhan tanaman hias. Anda juga perlu mengamati kelembapan tanaman hias. Lakukan penyiraman secara teratur minimal sekali dalam sehari. Selain itu, gunakan air bersih untuk menyiram bagian tanaman. Bila perlu, bersihkan tanaman dengan teliti sampai ke daun-daunnya untuk 'memandikannya' dari debu kotor hingga bakteri. Sejumlah kesalahan umum di atas bisa Anda jadikan sebagai alarm atau penanda saat merawat tanaman hias. Dengan begitu tanaman hias yang Anda pelihara tumbuh baik dan panjang umur. (khr/NMA)[Gambas:Video CNN]

5 Kesalahan saat Merawat Tanaman Hias
Jakarta, CNN Indonesia --

Kesalahan saat merawat tanaman hias tak jarang jadi salah satu faktor kegagalan dalam bertanam ataupun budidaya. Alih-alih mencari pangkal soal tanaman hias yang layu atau mati, sebagian orang justru memilih menyerah.

Padahal kemungkinan kesalahan saat merawat tanaman hias itu bisa dipelajari dan lantas dicegah. Sikap patah arang dalam merawat tanaman hias biasanya tersebab kurangnya pengetahuan pemilik tanaman.

Melansir dari Southern Living, setidaknya ada lima kesalahan dalam perawatan yanaman hias. Berikut sejumlah tindakan terlarang yang wajib dihindari agar tanaman hias yang Anda rawat tetap tumbuh dan berkembang.


Pemangkasan yang 'ngasal'

Teknis pemangkasan yang dilakukan sembarangan atau cenderung asal-asalan ternyata dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh tanaman hias. Pasalnya, bekas pemangkasan pada batang yang terbuka berpotensi mengakibatkan kematian pada beberapa sel tanaman.

Itu sebab, selalu gunakan gunting yang tajam untuk memberikan efek tegas dan pertumbuhan yang baik pada tanaman hias. Tak hanya itu, pemangkasan yang terlalu sering dengan teknik yang tak tepat juga berisiko menggagalkan proses tanaman hias berbunga.

Pahami juga, jika tanaman hias mulai memiliki kuncup atau bunga maka lakukan pemangkasan terhadap bunga yang sudah mekar. Sedangkan untuk tanaman hias tak berbunga, pemangkasan bisa dilakukan setiap kali awal musim pertumbuhan.

Suasana di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020. Taman Anggrek Ragunan menawarkan beragam jenis tanaman hias dengan harga mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaIlustrasi: Pemangkasan tanaman hias juga ada aturannya, tak boleh asal-asalan. Sebab jika sembarangan, salah-salah malah akan merusak sel atau tubuh tanaman hias. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Kurang paparan sinar matahari

Sinar matahari menjadi energi bagi tanaman. Karena itu, faktor vital ini harus dipenuhi dengan baik sesuai tipe dan karakteristik masing-masing tanaman hias.

Setiap jenis tanaman hias memiliki tingkat kepekaan berbeda terhadap sinar matahari. Beberapa tanaman hias sukulen seperti kaktus, asparagus ferns, dan pohon ara memerlukan sinar matahari yang cukup dan tempat yang terang.

Sementara tanaman hias seperti Wijaya Kusuma Kupu-Kupu membutuhkan penerangan matahari di tempat dengan cahaya sedang. Sedangkan bunga peace lily hingga spider plant akan lebih cocok diletakkan di tempat yang redup.

Oleh sebab itu, Anda harus terlebih dulu betul-betul memahami karakteristik tanaman hias yang sedang dirawat beserta kebutuhan sinar matahari.

Tanaman hias tergolong sensitif. Selain banyaknya cahaya matahari, hal penting lain yang wajib diperhatikan di antaranya tingkat kelembapan dan penempatan tanaman hias.

Memakai tanah kering dan drainase yang buruk

Dead plant in a pot. Fittonia. On white background isolatedIlustrasi: Tanah yang kering dan keras serta menggumpal akan memperburuk drainase atau asupan air, sehingga tanaman hias bakal mati kering atau sebaliknya, mengalami pembusukan akar. (Foto: iStockphoto/Andrey Mitrofanov)

Permasalahan pemilihan tanah cukup vital dalam proses perawatan tanaman hias. Pelbagai jenis tanaman hias punya kecenderungan menyukai tekstur tanah yang mudah menyerap air.

Selain itu, tanah yang keras dan kering serta menggumpal akan mengakibatkan air tak terserap dengan baik. Kondisi ini berisiko memicu pembusukan pada akar.

Pelaku budidaya tanaman hias disarankan mengganti media tanam dengan tanah baru yang subur dan dilengkapi pupuk yang cukup.

Itulah sebabnya, pengetahuan mumpuni mengenai tingkat keasaman atau pH tanah juga perlu dipelajari. Ini karena pH tanah dapat mempengaruhi warna daun hingga bunga tanaman hias.

Menanam tanaman hias di dekat pohon besar

Memilih tempat untuk menanam tanaman hias tak selalu mudah. Tapi Anda direkomendasikan untuk menghindari menempatkan tanaman hias tanpa pot di dekat pohon besar.

Antisipasi tersebut perlu dilakukan demi mencegah paparan sinar matahari yang berpotensi terhalangi tubuh pohon yang menjulang tinggi besar. Hal ini juga 'haram' dilakukan lantaran tanaman hias bisa kalah berebut perebutan nutrisi dan sumber air dari pohon besar.

Asupan air tidap pas; berlebih atau kurang

Air bagi keberlangsungan hidup tanaman hias tak kalah pentingnya dengan sinar matahari. Namun begitu penyiraman air juga harus proporsional.

Jumlah air yang kurang atau justru berlebihan akan mengganggu pertumbuhan tanaman hias. Anda juga perlu mengamati kelembapan tanaman hias.

Lakukan penyiraman secara teratur minimal sekali dalam sehari. Selain itu, gunakan air bersih untuk menyiram bagian tanaman. Bila perlu, bersihkan tanaman dengan teliti sampai ke daun-daunnya untuk 'memandikannya' dari debu kotor hingga bakteri.

Sejumlah kesalahan umum di atas bisa Anda jadikan sebagai alarm atau penanda saat merawat tanaman hias. Dengan begitu tanaman hias yang Anda pelihara tumbuh baik dan panjang umur.

(khr/NMA)

[Gambas:Video CNN]