53.310 Orang Gunakan KRL pada Hari Pertama Lebaran

Jakart: Volume pengguna kereta rel listrik (KRL) saat pembatasan operasional pada hari pertama Lebaran 2020 turun 90 persen dibanding hari sebelumnya, Sabtu, 23 Mei 2020. KRL beroperasi hanya pada pagi hari pukul 05.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-18.00 WIB. Vice President Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba menyebut sebanyak 53.310 pengguna memanfaatkan jasa KRL Commuter Line hingga pukul 18.00 WIB, Minggu, 24 Mei 2020. Angka ini turun 54 persen dibanding hari sebelumnya. “Bahkan jika dibanding hari pertama lebaran pada tahun-tahun sebelumnya di mana pada 2018 KRL melayani 575.148 dan pada 2019 melayani 424.834 pengguna, maka jumlah pengguna KRL pada Lebaran 2020 turun hingga 90 persen,” kata Anne di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2020. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Anne menuturkan sama dengan tahun-tahun sebelumnya KRL diisi penumpang musiman yang pergi bersama/rombongan. Mereka tidak mau dipisahkan untuk pengaturan posisi duduk maupun berdiri. “Sepanjang operasional pada pagi hari, situasi kondisi terjaga dan pengguna dengan tertib mematuhi berbagai protokol kesehatan termasuk upaya jaga jarak di dalam kereta dan stasiun. Pada pagi hari, dengan pembatasan operasi ini, PT KCI menjalankan 276 jadwal perjalanan KA,” ujar Anne. Sementara itu, pada pembukaan perjalanan KRL sore hari, pengguna mulai antre di luar area sejumlah stasiun antara lain Stasiun Angke, Karet, dan Tanah Abang. Mereka antre sejak pukul 14.00 WIB. Dia menyebut antrean pembelian tiket terjadi 15 hingga 20 menit saat stasiun kembali dibuka. Dia memastikan pengguna diatur menuju ke peron dengan tertib sesuai batasan jumlah pengguna yang dimungkinkan. PT KCI menjalankan dua rangkaian kereta tambahan relasi Angke-Bogor dan relasi Manggarai-Bogor untuk mengurai antrean pengguna. Dua kereta tambahan ini melengkapi 172 jadwal perjalanan KA yang dioperasikan sore hari ini. PT KCI memberlakukan sistem penyekatan pengguna sejak dari gate hingga masuk ke peron agar jaga jarak fisik di peron dan di dalam KRL terjaga. Seluruh kereta juga telah dilengkapi dengan marka untuk menandai posisi pengguna dapat duduk dan berdiri. PT KCI kembali mengimbau masyarakat menggunakan KRL untuk kebutuhan mendesak. Khususnya mereka yang masih harus bekerja saat lebaran. Para pengguna juga diimbau tidak membawa anak-anak. Anne meminta pengguna tidak perlu terburu-terburu dan memaksakan diri naik ke dalam kereta yang penuh. Dia memastikan frekuensi perjalanan KRL cukup banyak dan akan dilayani selama berada di peron. Pembatasan jam operasional ini merupakan upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang tidak perlu. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk tidak mudik, tidak piknik, dan bersilaturahim secara daring.  (REN) Let's block ads! (Why?)

 53.310 Orang Gunakan KRL pada Hari Pertama Lebaran
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Jakart: Volume pengguna kereta rel listrik (KRL) saat pembatasan operasional pada hari pertama Lebaran 2020 turun 90 persen dibanding hari sebelumnya, Sabtu, 23 Mei 2020. KRL beroperasi hanya pada pagi hari pukul 05.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-18.00 WIB.
 
Vice President Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba menyebut sebanyak 53.310 pengguna memanfaatkan jasa KRL Commuter Line hingga pukul 18.00 WIB, Minggu, 24 Mei 2020. Angka ini turun 54 persen dibanding hari sebelumnya.
 
“Bahkan jika dibanding hari pertama lebaran pada tahun-tahun sebelumnya di mana pada 2018 KRL melayani 575.148 dan pada 2019 melayani 424.834 pengguna, maka jumlah pengguna KRL pada Lebaran 2020 turun hingga 90 persen,” kata Anne di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anne menuturkan sama dengan tahun-tahun sebelumnya KRL diisi penumpang musiman yang pergi bersama/rombongan. Mereka tidak mau dipisahkan untuk pengaturan posisi duduk maupun berdiri.
 
“Sepanjang operasional pada pagi hari, situasi kondisi terjaga dan pengguna dengan tertib mematuhi berbagai protokol kesehatan termasuk upaya jaga jarak di dalam kereta dan stasiun. Pada pagi hari, dengan pembatasan operasi ini, PT KCI menjalankan 276 jadwal perjalanan KA,” ujar Anne.
 
Sementara itu, pada pembukaan perjalanan KRL sore hari, pengguna mulai antre di luar area sejumlah stasiun antara lain Stasiun Angke, Karet, dan Tanah Abang. Mereka antre sejak pukul 14.00 WIB. Dia menyebut antrean pembelian tiket terjadi 15 hingga 20 menit saat stasiun kembali dibuka.
 
Dia memastikan pengguna diatur menuju ke peron dengan tertib sesuai batasan jumlah pengguna yang dimungkinkan. PT KCI menjalankan dua rangkaian kereta tambahan relasi Angke-Bogor dan relasi Manggarai-Bogor untuk mengurai antrean pengguna. Dua kereta tambahan ini melengkapi 172 jadwal perjalanan KA yang dioperasikan sore hari ini.
 
PT KCI memberlakukan sistem penyekatan pengguna sejak dari gate hingga masuk ke peron agar jaga jarak fisik di peron dan di dalam KRL terjaga. Seluruh kereta juga telah dilengkapi dengan marka untuk menandai posisi pengguna dapat duduk dan berdiri.
 
PT KCI kembali mengimbau masyarakat menggunakan KRL untuk kebutuhan mendesak. Khususnya mereka yang masih harus bekerja saat lebaran. Para pengguna juga diimbau tidak membawa anak-anak.
 
Anne meminta pengguna tidak perlu terburu-terburu dan memaksakan diri naik ke dalam kereta yang penuh. Dia memastikan frekuensi perjalanan KRL cukup banyak dan akan dilayani selama berada di peron.
 
Pembatasan jam operasional ini merupakan upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang tidak perlu. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk tidak mudik, tidak piknik, dan bersilaturahim secara daring.
 

(REN)

Let's block ads! (Why?)