7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Matahari

Sebagai negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, matahari selalu bersinar cerah di Indonesia setiap harinya. Apalagi, jika kita tinggal di perkotaan besar, matahari terasa semakin menyengat. Tak heran, kita bisa terkena sunburn alias kondisi kulit yang terbakar matahari!Tahukah kamu fakta-fakta menarik seputar sunburn? Tambah pengetahuanmu lewat artikel berikut ini! Check this out!1. Sebelum pergi ke luar rumah, pakai tabir surya dulu!womenshealthmag.comMemakai pakaian berlengan panjang dan masker di wajah saja tidak cukup. Kulit masih berisiko terbakar oleh sengatan matahari. That's why, kamu perlu mengoleskan tabir surya dulu sebelum pergi ke luar rumah.Pastikan memakai tabir surya minimal SPF 30 serta bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, tegas laman Contemporary Clinic. Setidaknya, oleskan tabir surya 15-30 menit sebelum kulit terpapar sinar matahari. Jangan lupa, oleskan kembali setiap 2-3 jam sekali, ya!2. Bukan hanya kulit, mata pun bisa rusak akibat sinar matahari!visioneyeinstitute.com.auIngat, setiap bagian tubuh yang terbuka bisa terbakar sinar matahari. Kita biasanya berpikir bahwa hanya kulit yang bisa terbakar, seperti di area punggung, bahu atau wajah. Nyatanya, daun telinga, bibir, mata dan kulit kepala memiliki risiko yang sama!Bahkan, akan berbahaya apabila terkena mata. Akibat terlalu banyak sinar UV, maka retina, lensa dan kornea mata bisa rusak, ujar laman Contemporary Clinic. Seramnya lagi, mata pun bisa terkena katarak, lho! Sebagai bentuk pencegahan, pakai kacamata hitam, ya!3. Pakai pelembab dengan bahan khusus untuk mencegah kulit terkelupasmnn.comApa yang harus dilakukan ketika kulit telah terbakar sinar matahari? Kamu perlu mengoleskan pelembap dengan bahan khusus. Misalnya, pelembap dengan kandungan lidah buaya (aloe vera), asam hialuronat dan gliserin. Bahan ini bisa melembabkan sekaligus mencegah kulit terkelupas.Efek lain setelah terbakar sinar matahari adalah dehidrasi. Tanpa kita sadari, kondisi cairan di tubuh menurun. Waspada dengan gejala dehidrasi, seperti sakit kepala, mulut kering, intensitas buang air kecil berkurang dan lain sebagainya. Ganti cairan tubuh yang hilang dengan minum air atau minuman isotonik. 4. Orang dari ras Kaukasia lebih rentan terkena sunburnwestfargopioneer.comBerkat melanin yang ada di kulit, orang berkulit kecokelatan hingga berkulit gelap lebih terlindungi dari bahaya akibat sinar UVA dan UVB. Melanin merupakan pigmen kulit yang diproduksi oleh sel-sel kulit bernama melanosit, terang laman Healthline. Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks Berdasarkan data dari laman Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 66 persen perempuan dan 65 persen laki-laki dari ras Kaukasia mengalami sunburn, sementara hanya 38 persen perempuan dan 32 persen laki-laki dari ras Hispanik yang terkena sunburn. Bahkan, hanya 13 persen perempuan dan 9 persen laki-laki berkulit hitam yang terkena sunburn. Baca Juga: Sering Gak Sadar, Ini 5 Kondisi Saat Bibirmu Terkena Sunburn! 5. Tidak semua kondisi sunburn bisa diatasi sendiri di rumahvox.comApabila kita mengalami sunburn yang ringan, mengoleskan pelembap dan meminum obat saja sudah cukup. Obat yang dianjurkan oleh dokter adalah aspirin atau ibuprofen, yang berfungsi mengurangi ketidaknyamanan akibat kulit yang terbakar matahari.Namun, jika mengalami sunburn yang parah dan tidak sembuh dalam waktu 2 hari, maka kamu perlu segera pergi ke dokter. Tanda-tanda infeksi ini adalah peningkatan rasa sakit, pembengkakan serta kulit melepuh hingga bernanah, jelas laman Contemporary Clinic.6. Dalam kondisi mendung, sunburn tetap bisa terjadi!thebeachclub.spectrumresorts.comApakah kamu kira sunburn hanya terjadi saat matahari sedang terik-teriknya? Oh, kamu salah! Sebab, sunburn bisa terjadi, bahkan ketika sedang mendung atau berawan, lho! That's why, kamu masih perlu mengoleskan tabir surya di kulit.Contemporary Clinic mengutip dari laman Mayo Clinic dan berkata bahwa 80 persen sinar UV bisa menembus awan! Lalu, air, salju, pasir dan es bisa memantulkan sinar UV itu kepada kita. Efeknya, kulit bisa terbakar juga, lho!7. Ada obat-obatan tertentu yang bisa meningkatkan risiko sunburnrosepharmacy.comTahukah kamu, beberapa jenis obat bisa meningkatkan risiko kulit terbakar matahari? Ada obat yang bisa membuat individu yang sehat menjadi lebih sensitif dengan sinar matahari. Akibatnya, kulit pun lebih mudah terbakar!Obat yang dimaksud adalah doksisiklin, fluoroquinolon, diuretik thiazide, sulfonamid, obat antiinflamasi nonsteroid, furosemide, antihistamin, isoniazid dan masih banyak lagi, ungkap laman Contemporary Clinic. Konsultasikan dengan dokter sebelum meminum obat-obat tersebut, ya!Nah, itulah 7 fakta menarik seputar sunburn, kondisi kulit yang terbakar sinar matahari. Semoga kita bisa terhindar dari sunburn, ya! Baca Juga:

 7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Matahari

Sebagai negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, matahari selalu bersinar cerah di Indonesia setiap harinya. Apalagi, jika kita tinggal di perkotaan besar, matahari terasa semakin menyengat. Tak heran, kita bisa terkena sunburn alias kondisi kulit yang terbakar matahari!

Tahukah kamu fakta-fakta menarik seputar sunburn? Tambah pengetahuanmu lewat artikel berikut ini! Check this out!

1. Sebelum pergi ke luar rumah, pakai tabir surya dulu!

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Matahariwomenshealthmag.com

Memakai pakaian berlengan panjang dan masker di wajah saja tidak cukup. Kulit masih berisiko terbakar oleh sengatan matahari. That's why, kamu perlu mengoleskan tabir surya dulu sebelum pergi ke luar rumah.

Pastikan memakai tabir surya minimal SPF 30 serta bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, tegas laman Contemporary Clinic. Setidaknya, oleskan tabir surya 15-30 menit sebelum kulit terpapar sinar matahari. Jangan lupa, oleskan kembali setiap 2-3 jam sekali, ya!

2. Bukan hanya kulit, mata pun bisa rusak akibat sinar matahari!

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Mataharivisioneyeinstitute.com.au

Ingat, setiap bagian tubuh yang terbuka bisa terbakar sinar matahari. Kita biasanya berpikir bahwa hanya kulit yang bisa terbakar, seperti di area punggung, bahu atau wajah. Nyatanya, daun telinga, bibir, mata dan kulit kepala memiliki risiko yang sama!

Bahkan, akan berbahaya apabila terkena mata. Akibat terlalu banyak sinar UV, maka retina, lensa dan kornea mata bisa rusak, ujar laman Contemporary Clinic. Seramnya lagi, mata pun bisa terkena katarak, lho! Sebagai bentuk pencegahan, pakai kacamata hitam, ya!

3. Pakai pelembab dengan bahan khusus untuk mencegah kulit terkelupas

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Mataharimnn.com

Apa yang harus dilakukan ketika kulit telah terbakar sinar matahari? Kamu perlu mengoleskan pelembap dengan bahan khusus. Misalnya, pelembap dengan kandungan lidah buaya (aloe vera), asam hialuronat dan gliserin. Bahan ini bisa melembabkan sekaligus mencegah kulit terkelupas.

Efek lain setelah terbakar sinar matahari adalah dehidrasi. Tanpa kita sadari, kondisi cairan di tubuh menurun. Waspada dengan gejala dehidrasi, seperti sakit kepala, mulut kering, intensitas buang air kecil berkurang dan lain sebagainya. Ganti cairan tubuh yang hilang dengan minum air atau minuman isotonik. 

4. Orang dari ras Kaukasia lebih rentan terkena sunburn

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Matahariwestfargopioneer.com

Berkat melanin yang ada di kulit, orang berkulit kecokelatan hingga berkulit gelap lebih terlindungi dari bahaya akibat sinar UVA dan UVB. Melanin merupakan pigmen kulit yang diproduksi oleh sel-sel kulit bernama melanosit, terang laman Healthline.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Berdasarkan data dari laman Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 66 persen perempuan dan 65 persen laki-laki dari ras Kaukasia mengalami sunburn, sementara hanya 38 persen perempuan dan 32 persen laki-laki dari ras Hispanik yang terkena sunburn. Bahkan, hanya 13 persen perempuan dan 9 persen laki-laki berkulit hitam yang terkena sunburn.

Baca Juga: Sering Gak Sadar, Ini 5 Kondisi Saat Bibirmu Terkena Sunburn!

5. Tidak semua kondisi sunburn bisa diatasi sendiri di rumah

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Mataharivox.com

Apabila kita mengalami sunburn yang ringan, mengoleskan pelembap dan meminum obat saja sudah cukup. Obat yang dianjurkan oleh dokter adalah aspirin atau ibuprofen, yang berfungsi mengurangi ketidaknyamanan akibat kulit yang terbakar matahari.

Namun, jika mengalami sunburn yang parah dan tidak sembuh dalam waktu 2 hari, maka kamu perlu segera pergi ke dokter. Tanda-tanda infeksi ini adalah peningkatan rasa sakit, pembengkakan serta kulit melepuh hingga bernanah, jelas laman Contemporary Clinic.

6. Dalam kondisi mendung, sunburn tetap bisa terjadi!

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Mataharithebeachclub.spectrumresorts.com

Apakah kamu kira sunburn hanya terjadi saat matahari sedang terik-teriknya? Oh, kamu salah! Sebab, sunburn bisa terjadi, bahkan ketika sedang mendung atau berawan, lho! That's why, kamu masih perlu mengoleskan tabir surya di kulit.

Contemporary Clinic mengutip dari laman Mayo Clinic dan berkata bahwa 80 persen sinar UV bisa menembus awan! Lalu, air, salju, pasir dan es bisa memantulkan sinar UV itu kepada kita. Efeknya, kulit bisa terbakar juga, lho!

7. Ada obat-obatan tertentu yang bisa meningkatkan risiko sunburn

7 Fakta Penting Sunburn, Kulit yang Terbakar Mataharirosepharmacy.com

Tahukah kamu, beberapa jenis obat bisa meningkatkan risiko kulit terbakar matahari? Ada obat yang bisa membuat individu yang sehat menjadi lebih sensitif dengan sinar matahari. Akibatnya, kulit pun lebih mudah terbakar!

Obat yang dimaksud adalah doksisiklin, fluoroquinolon, diuretik thiazide, sulfonamid, obat antiinflamasi nonsteroid, furosemide, antihistamin, isoniazid dan masih banyak lagi, ungkap laman Contemporary Clinic. Konsultasikan dengan dokter sebelum meminum obat-obat tersebut, ya!

Nah, itulah 7 fakta menarik seputar sunburn, kondisi kulit yang terbakar sinar matahari. Semoga kita bisa terhindar dari sunburn, ya!

Baca Juga: 5 Bahan Alami yang Bisa Digunakan untuk Sembuhkan Sunburn!

Let's block ads! (Why?)