8 Perbedaan Menabung dan Investasi [Plus Kelemahannya]

Apa perbedaan menabung dan investasi? Kalau dilihat secara sekilas, nabung dan investasi ini sama-sama kegiatan menyimpan uang. Tapi ternyata masih banyak yang belum paham bahwa menabung dan investasi adalah kegiatan yang berbeda. Lantas di mana sih bedanya? Menabung adalah sebuah kegiatan memisahkan sejumlah uang untuk disimpan dan uang tersebut masih dapat digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan. Menabung biasanya dilakukan untuk tujuan jangka pendek. Lain halnya dengan investasi yang memiliki tujuan jangka panjang. Orang yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Para investor ini akan mendapatkan hasil dari investasinya itu minimal setelah lima tahun. Kegiatan investasi dilakukan dengan cara menanamkan modal yang kita miliki dengan harapan akan mendapatkan pertumbuhan nilai di kemudian hari dan menambah penghasilan. Supaya lebih jelas, berikut ini dijelaskan lebih lanjut soal perbedaan menabung dan investasi. 1. Kemudahan dalam mengakses Perbedaan menabung dan investasi yang pertama terletak pada kemudahan dalam mengakses. Dengan menabung, kamu bisa mengakses uangmu kapan pun dan di mana pun. Ketika kita membutuhkan dana darurat, kita dapat mengambil uang kita melalui ATM. Namun, tentu ada batasan jumlah yang dapat diambil atau dicairkan. Berbeda dengan investasi. Saat kamu menginvestasikan sejumlah uang, maka kamu gak bisa mengakses hasil investasi secara mendadak karena ada ketentuan periode pengambilan hasil investasi. 2. Risiko dan bunga Bicara soal risiko, menabung bisa dikatakan punya risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya. Apabila bank dimana kita menabung mengalami pencurian, kita gak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan kita. Semua nasabah dari bank tertentu juga pasti akan menikmati bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka masing-masing. Namun jumlah yang diberikan tentu saja tidak terlalu besar. Dalam investasi, pastinya keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar daripada bunga tabungan. Modal yang ditanamkan akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu sehingga kantong kekayaan kita akan semakin bertambah. Karena potensi imbal hasilnya lebih besar, maka risiko akan kehilangan dalam investasi pun lebih besar ketimbang tabungan. Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh, semakin besar juga risiko yang akan ditanggung. Bahkan, ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan akan hilang total seperti dalam investasi saham. 3. Bentuk atau produk Perbedaan menabung dan investasi selanjutnya ada di bentuk atau produknya. Tabungan pada umumnya berupa uang yang disimpan di bank sebagai tabungan atau deposito, sedangkan dalam investasi terdapat beberapa jenis produk. Namun pada umumnya ada dua jenis investasi, yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat bentuk fisiknya seperti emas dan properti. Ada juga investasi dalam bentuk keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal, seperti reksa dana, saham dan obligasi. 4. Fungsi Apabila kita ingin memiliki alokasi dana cadangan, tabungan merupakan pilihan yang tepat karena dapat kita gunakan sewaktu-waktu. Sementara investasi memiliki fungsi sebagai pemenuhan kebutuhan jangka panjang dari hasil pengembangan aset yang kita miliki. Investor melakukan investasi untuk mempersiapkan dana hari tua seperti pensiun. Tapi tak jarang juga yang melakukan hal ini untuk memenuhi biaya pendidikan anak atau cucu di masa depan. 5. Kemudahan akses dalam simpanan Menyimpan uang di bank atau menabung secara rutin lebih sederhana dibandingkan investasi. Saat menyimpan atau menabung, kamu mungkin hanya perlu memindahkan uang tersebut ke bank atau meminta bank untuk melakukan pendebatan secara langsung dari tabungan.  Hal ini berbeda dengan investasi yang prosesnya seperti membeli sesuatu meskipun prinsipnya sama seperti bank, yaitu memindahkan uang ke sebuah rekening.  Sekilas dapat disimpulkan, menabung lebih mudah dalam hal akses untuk mengambilnya karena prosesnya tidaklah rumit, apalagi jika kamu menabung tidak dalam kondisi mengikat (tabungan berjangka).  Saat membutuhkan dana darurat, kita dapat dengan cepat menariknya dari bank atau ATM. Tidak perlu administrasi yang mesti dilengkapi. Hal ini tentu berbeda dengan investasi yang memang ada jangka waktunya untuk proses pencairan. Jadi, sewaktu-waktu ketika kita membutuhkan uang dalam kondisi mendesak, bisa mengambilnya dari tabungan tersebut.  6. Profit investasi lebih besar  Investasi dapat mengembangkan nilai uang yang dimiliki. Ini berarti investasi menghasilkan lebih banyak keuntungan ketimbang menabung. Sebab investasi berarti menanamkan uang buat tujuan produktif. Misalnya aja berinvestasi di saham, properti, hingga menanamkan uang pada sebuah perusahaan.  Karena itulah, risiko dalam berinvestasi lebih tinggi ketimbang menabung. Investasi biasanya dipilih untuk mencapai tujuan jangka panjang.  Kita bisa menda

8 Perbedaan Menabung dan Investasi [Plus Kelemahannya]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Apa perbedaan menabung dan investasi?

Kalau dilihat secara sekilas, nabung dan investasi ini sama-sama kegiatan menyimpan uang. Tapi ternyata masih banyak yang belum paham bahwa menabung dan investasi adalah kegiatan yang berbeda.

Lantas di mana sih bedanya?

Menabung adalah sebuah kegiatan memisahkan sejumlah uang untuk disimpan dan uang tersebut masih dapat digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan. Menabung biasanya dilakukan untuk tujuan jangka pendek.

Lain halnya dengan investasi yang memiliki tujuan jangka panjang. Orang yang melakukan kegiatan investasi disebut investor.

Para investor ini akan mendapatkan hasil dari investasinya itu minimal setelah lima tahun. Kegiatan investasi dilakukan dengan cara menanamkan modal yang kita miliki dengan harapan akan mendapatkan pertumbuhan nilai di kemudian hari dan menambah penghasilan.

Supaya lebih jelas, berikut ini dijelaskan lebih lanjut soal perbedaan menabung dan investasi.

1. Kemudahan dalam mengakses

Perbedaan menabung dan investasi yang pertama terletak pada kemudahan dalam mengakses. Dengan menabung, kamu bisa mengakses uangmu kapan pun dan di mana pun.

Ketika kita membutuhkan dana darurat, kita dapat mengambil uang kita melalui ATM. Namun, tentu ada batasan jumlah yang dapat diambil atau dicairkan.

Berbeda dengan investasi. Saat kamu menginvestasikan sejumlah uang, maka kamu gak bisa mengakses hasil investasi secara mendadak karena ada ketentuan periode pengambilan hasil investasi.

2. Risiko dan bunga

Bicara soal risiko, menabung bisa dikatakan punya risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya.

Apabila bank dimana kita menabung mengalami pencurian, kita gak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan kita.

Semua nasabah dari bank tertentu juga pasti akan menikmati bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka masing-masing. Namun jumlah yang diberikan tentu saja tidak terlalu besar.

Dalam investasi, pastinya keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar daripada bunga tabungan. Modal yang ditanamkan akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu sehingga kantong kekayaan kita akan semakin bertambah.

Karena potensi imbal hasilnya lebih besar, maka risiko akan kehilangan dalam investasi pun lebih besar ketimbang tabungan.

Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh, semakin besar juga risiko yang akan ditanggung. Bahkan, ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan akan hilang total seperti dalam investasi saham.

3. Bentuk atau produk

Perbedaan menabung dan investasi selanjutnya ada di bentuk atau produknya. Tabungan pada umumnya berupa uang yang disimpan di bank sebagai tabungan atau deposito, sedangkan dalam investasi terdapat beberapa jenis produk.

Namun pada umumnya ada dua jenis investasi, yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat bentuk fisiknya seperti emas dan properti. Ada juga investasi dalam bentuk keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal, seperti reksa dana, saham dan obligasi.

4. Fungsi

Apabila kita ingin memiliki alokasi dana cadangan, tabungan merupakan pilihan yang tepat karena dapat kita gunakan sewaktu-waktu. Sementara investasi memiliki fungsi sebagai pemenuhan kebutuhan jangka panjang dari hasil pengembangan aset yang kita miliki.

Investor melakukan investasi untuk mempersiapkan dana hari tua seperti pensiun. Tapi tak jarang juga yang melakukan hal ini untuk memenuhi biaya pendidikan anak atau cucu di masa depan.

5. Kemudahan akses dalam simpanan

Menyimpan uang di bank atau menabung secara rutin lebih sederhana dibandingkan investasi. Saat menyimpan atau menabung, kamu mungkin hanya perlu memindahkan uang tersebut ke bank atau meminta bank untuk melakukan pendebatan secara langsung dari tabungan. 

Hal ini berbeda dengan investasi yang prosesnya seperti membeli sesuatu meskipun prinsipnya sama seperti bank, yaitu memindahkan uang ke sebuah rekening. 

Sekilas dapat disimpulkan, menabung lebih mudah dalam hal akses untuk mengambilnya karena prosesnya tidaklah rumit, apalagi jika kamu menabung tidak dalam kondisi mengikat (tabungan berjangka). 

Saat membutuhkan dana darurat, kita dapat dengan cepat menariknya dari bank atau ATM. Tidak perlu administrasi yang mesti dilengkapi.

Hal ini tentu berbeda dengan investasi yang memang ada jangka waktunya untuk proses pencairan. Jadi, sewaktu-waktu ketika kita membutuhkan uang dalam kondisi mendesak, bisa mengambilnya dari tabungan tersebut. 

6. Profit investasi lebih besar 

Investasi dapat mengembangkan nilai uang yang dimiliki. Ini berarti investasi menghasilkan lebih banyak keuntungan ketimbang menabung.

Sebab investasi berarti menanamkan uang buat tujuan produktif. Misalnya aja berinvestasi di saham, properti, hingga menanamkan uang pada sebuah perusahaan. 

Karena itulah, risiko dalam berinvestasi lebih tinggi ketimbang menabung. Investasi biasanya dipilih untuk mencapai tujuan jangka panjang. 

Kita bisa mendapatkan selisih dari harga jual atau harga beli yang jauh, terutama bila investasi yang dilakukan tersebut berjangka waktu panjang atau menengah.

7. Profit tabungan rendah tapi minim risiko 

Perbedaan mencolok antara tabungan dan investasi adalah soal profit dan risiko yang diterima. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, profit investasi lebih besar ketimbang menabung. 

Sebab menabung hanya menempatkan uang di rekening bank yang kemudian uang tersebut dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Inilah yang membuat risiko dari menabung rendah karena jaminan simpanan di bank aman. 

Jika kamu membutuhkan uang tersebut sewaktu-waktu, tabungan di bank bisa ditarik dengan cepat. Prinsip inilah yang membuat bank selalu memastikan kalau likuiditasnya harus terjaga dengan baik. 

8. Pilihan investasi beragam 

Tren berinvestasi yang semakin diminati oleh kalangan milenial saat ini, membuat tawaran atau pilihan jenis investasi sangat beragam. Bahkan produk investasi disesuaikan dengan karakter investor itu sendiri apakah konservatif, moderat dan agresif. Semuanya itu disesuaikan dengan perencanaan keuangan dari investor.

Kelemahan menabung

Bukan objek PPh 23

Uang yang disimpan di dalam tabungan nilainya gak bertumbuh secara signifikan. Yang kita dapat hanya sebatas bunga tahunan yang bahkan besarannya mungkin hanya dapat membayar biaya administrasi bulanan.

Belum lagi uangnya bakal tergerus oleh kenaikan inflasi tahunan, maka nilai dari uang kita sebetulnya semakin menurun.

Walaupun uangnya bisa sewaktu-waktu diambil, besaran uang yang kita ambil juga ada batasannya. Contohnya ketika mengambil uang di mesin ATM, maksimal uang yang dapat kita tarik sekitar Rp 5-10 juta saja.

Kelemahan investasi

Risiko investasi sebanding dengan keuntungan. Oleh sebab itu, perlu kemampuan berinvestasi yang matang sebelum kita menaruh modal.

Sebagai contoh, untuk jenis investasi saham, ada risiko yang ditanggung apabila perusahaan tempat kita menginvestasikan modal mengalami kebangkrutan. Perlu pengetahuan khusus juga dalam mengelola manajemen risiko dalam bermain saham

Sementara itu, investasi dalam bentuk properti memerlukan modal yang besar. Investasi ini juga tidak likuid, karena butuh waktu dan usaha lebih untuk menjualnya. Namun kalau soal keuntungan, wah dijamin bisa bikin sejahtera.

Mana yang lebih menguntungkan?

Jadi, diantara menabung dan investasi, kira-kira mana yang lebih menguntungkan? Dari uraian dan penjelasan di atas, pilihan kita tergantung dari tujuan kita.

Apabila kita ingin memiliki tujuan jangka pendek, gunakan tabungan. Namun untuk mempersiapkan dana jangka panjang, gunakan investasi.

Tapi jangan lupa untuk pelajari segala hal yang berhubungan dengan pengembangan aset investasinya.

Untuk perencanaan keuangan yang optimal, baiknya kamu memiliki dua instrumen ini. Jadi dana darurat ada, modal kebutuhan jangka panjang pun tersedia.

Let's block ads! (Why?)