Alat Berat Pemasang Tiang Pancang Ikut Terseret Luapan Kali Lamong

JawaPos.com- Luapan Kali Lamong juga mengakibatkan pembangunan jembatan di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik, kini terhenti. Penyebabnya, alat berat untuk memasang tiang pancang itu ikut diterjang banjir. Dampaknya penyelesaian proyek infrastruktur itu berpeluang molor. Padahal, jembatan darurat di lokasi itu juga jebol terserat arus Kali Lamong.Selama ini, jembatan di Desa Klampok itu sangat vital bagi masyarakat setempat. Dampak jebolnya jembatan itu, masyarakat pun harus memutar jauh untuk menuju ke wilayah Kecamatan Duduksampeyan dan sekitarnya.’’Jelas rusak alat berat itu. Karena mesinnya terendam banjir. Tapi, tidak bisa dikatakan force majeure akibat kelalaian dan buruknya perencanaan,’’ ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.Proyek pembangunan jembatan itu senilai Rp 1,9 miliar yang didanai APBD Gresik 2021. Menurut politikus PKB itu, kalau perencanaan dinas pekerjaan umum dan tata ruang bagus (DPUTR) bagus, semestinya pada awal tahun anggaran 2021 sudah dilakukan lelang pekerjaan proyek jembatan bersangkutan. Pemenang lelang pun sudah bisa mengerjakan ketika musim kemarau atau pertengahan tahun lalu.’’Ketika pekerjaan dilaksanakan memasuki musim hujan seperti ini, semestinya sudah dilakukan antisipasi. Apalagi banjir akibat luapan Kali Lamong yang menjadi bencana tahunan sudah bisa diprediksi terjadi karena normalisasi belum tuntas,’’ tegasnya.Sementara itu, meluapnya kembali Kali Lamong di awal musim penghujan, membuat Pemkab Gresik melalui dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPUTR) terus melakukan pengerukan. Baik di Kali Lamong dan anak sungai. Sejumlah ekskavator dikerahkan untuk mengangkat sedimentasi. Banjir yang terus berangsur surut, membuat pengerukan semakin digencarkan di beberapa titik. Mulai Kecamatan Balongpanggang hingga Kecamatan Cerme.Adblock test (Why?)

Alat Berat Pemasang Tiang Pancang Ikut Terseret Luapan Kali Lamong
JawaPos.com- Luapan Kali Lamong juga mengakibatkan pembangunan jembatan di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik, kini terhenti. Penyebabnya, alat berat untuk memasang tiang pancang itu ikut diterjang banjir. Dampaknya penyelesaian proyek infrastruktur itu berpeluang molor. Padahal, jembatan darurat di lokasi itu juga jebol terserat arus Kali Lamong.Selama ini, jembatan di Desa Klampok itu sangat vital bagi masyarakat setempat. Dampak jebolnya jembatan itu, masyarakat pun harus memutar jauh untuk menuju ke wilayah Kecamatan Duduksampeyan dan sekitarnya.’’Jelas rusak alat berat itu. Karena mesinnya terendam banjir. Tapi, tidak bisa dikatakan force majeure akibat kelalaian dan buruknya perencanaan,’’ ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.Proyek pembangunan jembatan itu senilai Rp 1,9 miliar yang didanai APBD Gresik 2021. Menurut politikus PKB itu, kalau perencanaan dinas pekerjaan umum dan tata ruang bagus (DPUTR) bagus, semestinya pada awal tahun anggaran 2021 sudah dilakukan lelang pekerjaan proyek jembatan bersangkutan. Pemenang lelang pun sudah bisa mengerjakan ketika musim kemarau atau pertengahan tahun lalu.’’Ketika pekerjaan dilaksanakan memasuki musim hujan seperti ini, semestinya sudah dilakukan antisipasi. Apalagi banjir akibat luapan Kali Lamong yang menjadi bencana tahunan sudah bisa diprediksi terjadi karena normalisasi belum tuntas,’’ tegasnya.Sementara itu, meluapnya kembali Kali Lamong di awal musim penghujan, membuat Pemkab Gresik melalui dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPUTR) terus melakukan pengerukan. Baik di Kali Lamong dan anak sungai. Sejumlah ekskavator dikerahkan untuk mengangkat sedimentasi. Banjir yang terus berangsur surut, membuat pengerukan semakin digencarkan di beberapa titik. Mulai Kecamatan Balongpanggang hingga Kecamatan Cerme.Adblock test (Why?)