Aman Gak Sih Kasih Kode CVV buat Belanja Online? Ini Lho yang Perlu Kamu Tahu

Apa itu CVV kartu kredit? Buat kamu yang belanja online yang transaksinya dilakukan dengan kartu kredit, pastinya sudah familiar dengan istilah tersebut. Soalnya saat membayar nanti, kamu diminta memasukkan tiga digit CVV. Persoalannya nih belum banyak yang tahu makna CVV. Selama ini orang-orang tahunya tiga digit kode di belakang kartu kredit dipakai sebagai pengganti gesek tunai dengan kartu kredit. Padahal, fungsinya lebih dari itu. Asal tahu aja, CVV kartu kredit ini sama sekali gak boleh disebar sembarangan lho. Jadi, kode ini emang mesti dirahasiakan dari siapa npun, termasuk dari petugas bank. Lho, terus yang diminta sama ecommerce itu gimana? Buat menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kamu menyimak dulu informasi seputar CVV dalam ulasan berikut ini. Daftar Isi Apa itu CVV kartu kredit? Card Verification Value atau CVV pada kartu kredit adalah kode rahasia berupa tiga digit angka terakhir yang terletak di belakang kartu kredit. Tiap kartu kredit memiliki perpaduan nomor kartu dan digit CVV yang unik. Maksudnya unik di sini adalah berbeda satu sama lain. Misalnya nomor kartu kredit kamu adalah 1243 5768 7089 dengan 3 digit CVV-nya adalah 132. Nah, gak mungkin deh ada nasabah lain yang memiliki nomor-nomor yang sama dengan kartu kreditmu, terutama dari bank yang sama ya. Namun lagipula, tiap bank memiliki kode dan identitas kartu kredit yang berbeda-beda juga sebagai ciri khas. Lalu ada yang bertanya apakah CVC sama dengan CVV? Sebenarnya, antara CVC dan CVV sama sekali gak ada perbedaan. Card Verification Code atau CVC merupakan istilah kode rahasia yang ada pada kartu Mastercard. Sementara istilah CVV biasa digunakan pada kartu Visa. Dalam sejarahnya sendiri, kode rahasia kartu kredit ini pertama kali digunakan pada 1 Januari 1997 oleh Mastercard. Ini menjadi awal munculnya CVC. Penggunaan kode ini juga diikuti American Express tahun 1999. Kemudian Visa juga ikut menggunakannya pada 1 Januari 2001. Sampai akhirnya tahun 2003 penggunaan kode CVC dan CVV berlaku di seluruh dunia. Gak sulit buat menemukan tiga digit kode rahasia ini. Letaknya berada di belakang kartu kredit setelah 16 digit account number. Apa pentingnya kode CVV? Digit CVV ini diciptakan bukan tanpa tujuan ya. Ada beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya keberadaan tiga digit rahasia ini, yaitu: Kode CVV digunakan buat mengonfirmasi transaksi yang kamu lakukan. Misalnya aja kamu belanja online. Dengan memasukkan kode CVV, kamu bakal dikonfirmasi dengan munculnya pesan berupa kode otorisasi dari bank. Kode CVV bisa menghindari kamu dari penipuan. Sebab cuma kamu yang tahu kode rahasia ini. Sekalipun ada yang punya informasi tentang kartu kredit milikmu, mereka gak bisa berbuat apa-apa selama gak tahu kode CVV kartumu. Bagaimana kode CVV digunakan? Umumnya nih CVV kartu kredit biasa digunakan buat transaksi secara online. Saat kamu hendak membayar dan memilih transaksi pakai kartu kredit, ecommerce atau merchant bakal minta kode CVV milikmu. Lho, bukannya tadi kode ini katanya mesti dirahasiakan dari siapapun? Emang benar kode ini jangan diberikan siapa-siapa. Namun, buat belanja atau transaksi online, hal ini bisa jadi pengecualian. Asalkan e-commerce atau merchant bisa menjamin keamanannya. Kamu bisa memastikannya dengan mencari tahu apakah ada kerja sama antara ecommerce dan bank agar sistemnya saling terhubung buat lakukan pembayaran. Kalau ya, itu berarti memberi kode CVV aman untuk dilakukan. Setelah kode CVV diberikan dan diteruskan ke bank, kamu bakal diberikan konfirmasi bahwa ada transaksi dengan menggunakan kartumu. Seandainya setuju dengan transaksi tersebut, kamu tinggal input kode otorisasi atau one time password (OTP) yang diberikan bank buat setujui transaksi. Lakukan pengamanan dengan melakukan blokir kartu kredit Hal-hal buruk bisa saja terjadi pada kartu kredit milikmu. Misalnya aja dompet kamu hilang beserta kartu kredit atau ada transaksi mencurigakan yang meminta konfirmasi darimu. Kalau sampai hal-hal itu terjadi, segera deh blokir kartu kredit milikmu sebagai langkah awal pengamanan. Kamu bisa hubungi call center atau blokir lewat mobile banking. Sekarang ini rata-rata bank udah memiliki dua layanan tersebut, baik call center maupun mobile banking. Jadi, bukan hal yang sulit saat ini buat menjaga keamanan kartu kredit milikmu. Setelah diblokir, kamu bisa minta dibuatkan kartu kredit yang baru oleh bank. Pembuatan kartu baru ini biasanya ada biayanya. Rata-rata sekitar Rp 50 ribu. Namun, ada juga yang gak meminta biaya, tergantung kartu dipakai atau bank yang menerbitkan. Dengan informasi barusan tentang CVV kartu kredit, mudah-mudahan kamu jadi lebih paham gimana menjaga dan menggunakan kode rahasia ini dengan baik dan benar. Satu lagi yang gak boleh dilupakan adalah selalu pastikan e-commerce atau merchant tempat kamu belanja terjamin keamanan transaksinya. FAQ seputar CVV kartu kredit Apa itu kode CVV pada kartu kredit?Kode CVV adalah tiga digit pengaman yang tertera pada tiap kartu kredit. Tiga

Aman Gak Sih Kasih Kode CVV buat Belanja Online? Ini Lho yang Perlu Kamu Tahu

Apa itu CVV kartu kredit? Buat kamu yang belanja online yang transaksinya dilakukan dengan kartu kredit, pastinya sudah familiar dengan istilah tersebut. Soalnya saat membayar nanti, kamu diminta memasukkan tiga digit CVV.

Persoalannya nih belum banyak yang tahu makna CVV. Selama ini orang-orang tahunya tiga digit kode di belakang kartu kredit dipakai sebagai pengganti gesek tunai dengan kartu kredit. Padahal, fungsinya lebih dari itu.

Asal tahu aja, CVV kartu kredit ini sama sekali gak boleh disebar sembarangan lho. Jadi, kode ini emang mesti dirahasiakan dari siapa npun, termasuk dari petugas bank. Lho, terus yang diminta sama ecommerce itu gimana?

Buat menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kamu menyimak dulu informasi seputar CVV dalam ulasan berikut ini.

Daftar Isi

Apa itu CVV kartu kredit?

Card Verification Value atau CVV pada kartu kredit adalah kode rahasia berupa tiga digit angka terakhir yang terletak di belakang kartu kredit. Tiap kartu kredit memiliki perpaduan nomor kartu dan digit CVV yang unik. Maksudnya unik di sini adalah berbeda satu sama lain.

Misalnya nomor kartu kredit kamu adalah 1243 5768 7089 dengan 3 digit CVV-nya adalah 132. Nah, gak mungkin deh ada nasabah lain yang memiliki nomor-nomor yang sama dengan kartu kreditmu, terutama dari bank yang sama ya. Namun lagipula, tiap bank memiliki kode dan identitas kartu kredit yang berbeda-beda juga sebagai ciri khas.

Lalu ada yang bertanya apakah CVC sama dengan CVV? Sebenarnya, antara CVC dan CVV sama sekali gak ada perbedaan. Card Verification Code atau CVC merupakan istilah kode rahasia yang ada pada kartu Mastercard. Sementara istilah CVV biasa digunakan pada kartu Visa.

Dalam sejarahnya sendiri, kode rahasia kartu kredit ini pertama kali digunakan pada 1 Januari 1997 oleh Mastercard. Ini menjadi awal munculnya CVC. Penggunaan kode ini juga diikuti American Express tahun 1999.

Kemudian Visa juga ikut menggunakannya pada 1 Januari 2001. Sampai akhirnya tahun 2003 penggunaan kode CVC dan CVV berlaku di seluruh dunia.

Gak sulit buat menemukan tiga digit kode rahasia ini. Letaknya berada di belakang kartu kredit setelah 16 digit account number.

Apa pentingnya kode CVV?

Digit CVV ini diciptakan bukan tanpa tujuan ya. Ada beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya keberadaan tiga digit rahasia ini, yaitu:

  • Kode CVV digunakan buat mengonfirmasi transaksi yang kamu lakukan. Misalnya aja kamu belanja online. Dengan memasukkan kode CVV, kamu bakal dikonfirmasi dengan munculnya pesan berupa kode otorisasi dari bank.
  • Kode CVV bisa menghindari kamu dari penipuan. Sebab cuma kamu yang tahu kode rahasia ini. Sekalipun ada yang punya informasi tentang kartu kredit milikmu, mereka gak bisa berbuat apa-apa selama gak tahu kode CVV kartumu.

Bagaimana kode CVV digunakan?

Umumnya nih CVV kartu kredit biasa digunakan buat transaksi secara online. Saat kamu hendak membayar dan memilih transaksi pakai kartu kredit, ecommerce atau merchant bakal minta kode CVV milikmu.

Lho, bukannya tadi kode ini katanya mesti dirahasiakan dari siapapun? Emang benar kode ini jangan diberikan siapa-siapa. Namun, buat belanja atau transaksi online, hal ini bisa jadi pengecualian. Asalkan e-commerce atau merchant bisa menjamin keamanannya.

Kamu bisa memastikannya dengan mencari tahu apakah ada kerja sama antara ecommerce dan bank agar sistemnya saling terhubung buat lakukan pembayaran. Kalau ya, itu berarti memberi kode CVV aman untuk dilakukan.

Setelah kode CVV diberikan dan diteruskan ke bank, kamu bakal diberikan konfirmasi bahwa ada transaksi dengan menggunakan kartumu.

Seandainya setuju dengan transaksi tersebut, kamu tinggal input kode otorisasi atau one time password (OTP) yang diberikan bank buat setujui transaksi.

Lakukan pengamanan dengan melakukan blokir kartu kredit

Hal-hal buruk bisa saja terjadi pada kartu kredit milikmu. Misalnya aja dompet kamu hilang beserta kartu kredit atau ada transaksi mencurigakan yang meminta konfirmasi darimu.

Kalau sampai hal-hal itu terjadi, segera deh blokir kartu kredit milikmu sebagai langkah awal pengamanan. Kamu bisa hubungi call center atau blokir lewat mobile banking.

Sekarang ini rata-rata bank udah memiliki dua layanan tersebut, baik call center maupun mobile banking. Jadi, bukan hal yang sulit saat ini buat menjaga keamanan kartu kredit milikmu.

Setelah diblokir, kamu bisa minta dibuatkan kartu kredit yang baru oleh bank. Pembuatan kartu baru ini biasanya ada biayanya. Rata-rata sekitar Rp 50 ribu. Namun, ada juga yang gak meminta biaya, tergantung kartu dipakai atau bank yang menerbitkan.

Dengan informasi barusan tentang CVV kartu kredit, mudah-mudahan kamu jadi lebih paham gimana menjaga dan menggunakan kode rahasia ini dengan baik dan benar.

Satu lagi yang gak boleh dilupakan adalah selalu pastikan e-commerce atau merchant tempat kamu belanja terjamin keamanan transaksinya.

FAQ seputar CVV kartu kredit

Kode CVV adalah tiga digit pengaman yang tertera pada tiap kartu kredit. Tiga digit ini bersifat unik alias berbeda antara satu kartu dengan kartu lainnya dan digunakan sebagai kode verifikasi bagi nasabah yang ingin bertransaksi menggunakan kartu kredit tersebut secara online, misalnya belanja online di marketplace.
Kode CVV sebaiknya menjadi rahasia hanya bagi pemilik kartu kredit dan kerabat terpercaya. Orang lain yang mengetahui nomor CVV kartu kreditmu dapat menggunakannya untuk bertransaksi online secara ilegal. Namun pada transaksi online, pembeli harus memasukkan nomor kartu kreditnya juga.
Nomor CVV pada umumnya tertera secara terbuka di bagian belakang sebuah kartu kredit. Setiap kamu bertransaksi menggunakan kartu kredit di sebuah merchant atau toko, maka tentunya kamu harus menyerahkan kartu kepada petugas kasir. Padahal pada transaksi offline semacam ini, nomor CVV tidak dibutuhkan, namun berisiko terlihat orang lain.

Sebagai langkah pengaman, kamu bisa tutupi digit CVV pada kartu sehingga tidak terlihat. Selain itu, selalu perhatikan kartu kreditmu tiap kali sedang diserahkan kepada orang lain untuk mengantisipasi orang tersebut melakukan sesuatu yang mencurigakan.

Let's block ads! (Why?)