Awali Pekan, Dow Futures Melesat 223 Poin

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (6/12/2021), di tengah kembali diburunya saham-saham siklikal sementara saham teknologi dilepas. Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melesat 223 poin (+0,8%) dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 menguat 0,4%, sebaliknya kontrak Nasdaq melemah 0,2%. Harga bitcoin anjlok menjadi US$ 43.000 akhir pekan lalu, dari posisi Jumat sebesar US$ 57.000/keping. Saham yang terkait pembukaan ekonomi seperti maskapai penerbangan dan energi memimpin reli di sesi pra-pembukaan. Saham Boeing dan Chevron menguat, sementara American lompat 2%. Sebaliknya, saham Nvidia ambles 4% di sesi pra-pembukaan, bersamaan dengan saham Tesla yang berada di teritori negatif. Sebaliknya, investor melepas saham teknologi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar. Pemicunya adalah peralihan sikap bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk lebih cepat mengakhiri kebijakan moneter longgar. Pekan lalu bos The Fed Jerome Powell membuat pasar gusar setelah menyatakan bahwa fokus bank sentral AS tersebut adalah inflasi. Pejabat The Fed lain mengatakan bahwa laju pengurangan pembelian obligasi dari pasar sekunder bisa diperbesar hingga US$ 30 miliar/bulan. Kabar buruk juga datang dari slip gaji November yang hanya naik 210.000 atau jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan angka 573.000. kabar buruk ini terjadi di tengah kabar varian Omicron yang kini menyebar di 15 negara bagian AS. Akibatnya, Dow Jones sepekan lalu mencetak koreksi mingguan pertama sejak September 2020. Adapun S&P dan Nasdaq terkoreksi dua pekan beruntun, sementara indeks saham berkapitalisasi pasar kecil Russell 2000 drop 3,9% sepekan lalu. "Meski kami memperkirakan indeks S&P 500 akan flat tahun ini... kami masih bullish di beberapa saham, termasuk yang berkapitalisasi pasar kecil," tulis Bank of America dalam laporan riset yang dikutip CNBC International. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] (ags/ags) Adblock test (Why?)

Awali Pekan, Dow Futures Melesat 223 Poin
Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (6/12/2021), di tengah kembali diburunya saham-saham siklikal sementara saham teknologi dilepas. Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melesat 223 poin (+0,8%) dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 menguat 0,4%, sebaliknya kontrak Nasdaq melemah 0,2%. Harga bitcoin anjlok menjadi US$ 43.000 akhir pekan lalu, dari posisi Jumat sebesar US$ 57.000/keping. Saham yang terkait pembukaan ekonomi seperti maskapai penerbangan dan energi memimpin reli di sesi pra-pembukaan. Saham Boeing dan Chevron menguat, sementara American lompat 2%. Sebaliknya, saham Nvidia ambles 4% di sesi pra-pembukaan, bersamaan dengan saham Tesla yang berada di teritori negatif. Sebaliknya, investor melepas saham teknologi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar. Pemicunya adalah peralihan sikap bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk lebih cepat mengakhiri kebijakan moneter longgar. Pekan lalu bos The Fed Jerome Powell membuat pasar gusar setelah menyatakan bahwa fokus bank sentral AS tersebut adalah inflasi. Pejabat The Fed lain mengatakan bahwa laju pengurangan pembelian obligasi dari pasar sekunder bisa diperbesar hingga US$ 30 miliar/bulan. Kabar buruk juga datang dari slip gaji November yang hanya naik 210.000 atau jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan angka 573.000. kabar buruk ini terjadi di tengah kabar varian Omicron yang kini menyebar di 15 negara bagian AS. Akibatnya, Dow Jones sepekan lalu mencetak koreksi mingguan pertama sejak September 2020. Adapun S&P dan Nasdaq terkoreksi dua pekan beruntun, sementara indeks saham berkapitalisasi pasar kecil Russell 2000 drop 3,9% sepekan lalu. "Meski kami memperkirakan indeks S&P 500 akan flat tahun ini... kami masih bullish di beberapa saham, termasuk yang berkapitalisasi pasar kecil," tulis Bank of America dalam laporan riset yang dikutip CNBC International. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] (ags/ags) Adblock test (Why?)