“Ayah Bila” dan Cermin Ikatan Batin ASN Mengabdi di KUA

Dengan wajah sumringah, Iftakhul Farikha (37) mantap menerima piala dan ucapan selamat dari Menteri Agama Fachrul Razi di atas panggung. Video pendek yang ia kirim ditetapkan oleh dewan juri sebagai pemenang pertama lomba video pendek layanan KUA di masa pandemi Covid-19 kategori pramubakti. Farikha adalah seorang pramubakti yang sudah bertugas selama 15 tahun di KUA Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Videonya yang berjudul "Ayah Bila", mengantarkan ibu dua anak ini ke Jakarta untuk menerima uang pembinaan sebesar Rp20 juta dari panitia lomba, yaitu Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. "Saya merasa senang dan bangga bisa membawa nama Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur ikut lomba dan menjadi juara," ujar Farikha kepada Kemenag, Selasa (27/10) di Jakarta. Farikha tidak menyangka peran kecil seorang penjaga kantor di level kecamatan yang ia angkat dalam video tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri yang terdiri dari pejabat tinggi Kementerian Agama dan para sinematografi. Tidak hanya itu, videonya juga ditetapkan oleh panitia sebagai pemenang kedua berdasarkan viewers terbanyak di kategorinya, karena telah ditonton sebanyak 5.567 kali per tanggal 8 Oktober 2020 jam 22.00 WIB. Wanita kelahiran Sidoarjo, 4 Januari 1983 ini pun bercerita tentang keikutsertaannya dalam ajang KUA Fest 2020 tersebut. Dia mengakui bahwa ketika mengetahui ada lomba video pendek layanan KUA yang pesertanya boleh berasal dari pramubakti, ide yang seketika muncul di kepalanya adalah mengangkat peran teman sekantornya, Dayat, seorang penjaga kantor di KUA Kecamatan Jambangan. "Karena saya lihat tugas kesehariannya, datang paling awal dan pulang paling akhir. Di masa pandemi ini, tugasnya kian bertambah karena harus menyiapkan air dan sabun pencuci tangan, serta memeriksa suhu badan orang-orang yang datang ke KUA kami untuk memastikan aman virus Corona," imbuhnya. Farikha merasa terpanggil untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada peran tangan-tangan kecil di KUA sebagai tempat yang memberikan pelayanan publik selain penghulu dan karyawan lain yang notabene berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sebagai pramubakti, perempuan yang menyandang gelar sarjana pendidikan Islam ini sehari-hari bekerja menjadi operator Simkah Web, aplikasi pendaftaran online untuk menikah. Sampai saat ini, sudah delapan orang Kepala KUA yang memimpinnya di lembaga yang menjadi etalase Kementerian Agama tersebut. Ditanya mengapa ia masih bertahan bekerja di KUA sebagai pramubakti dengan honor yang sangat kecil, padahal dengan gelar sarjana ia bisa saja mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, istri dari Ali Yusup ini tegas mengatakan, "Ikatan batin saya sudah kuat mengabdi di KUA". Meski demikian, Farikha berharap suatu saat nanti ada perhatian pemerintah untuk mengangkat dirinya dan teman-teman sejawatnya menjadi PNS. "Saya sebenarnya sudah pernah ikut K2 tapi belum rezeki menjadi PNS," tukasnya. Video pendek berjudul "Ayah Bila" yang diproduksi oleh Farikha dan teman-temannya itu bercerita tentang seorang ayah bernama Rochmad Hidayat. Dia  bekerja sebagai security di KUA Jambangan, Surabaya, yang kebetulan juga merupakan seorang single parent. Dayat memiliki seorang putri bernama Bila.  Sang anak inilah yang mengisahkan peran ayahnya sebagai "orang penting" di KUA sehingga harus datang paling awal ke kantor dan pulangnya paling akhir. Dalam video ini, Sang ayah juga dinarasikan sebagai sosok yang sangat peduli dengan pendidikan si anak yang bernama lengkap Fina Hubillah Rahmah ini, terutama dalam pendidikan agama. (Insan Khoirul Qolbi)

“Ayah Bila” dan Cermin Ikatan Batin ASN Mengabdi di KUA

Dengan wajah sumringah, Iftakhul Farikha (37) mantap menerima piala dan ucapan selamat dari Menteri Agama Fachrul Razi di atas panggung. Video pendek yang ia kirim ditetapkan oleh dewan juri sebagai pemenang pertama lomba video pendek layanan KUA di masa pandemi Covid-19 kategori pramubakti.

Farikha adalah seorang pramubakti yang sudah bertugas selama 15 tahun di KUA Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Videonya yang berjudul "Ayah Bila", mengantarkan ibu dua anak ini ke Jakarta untuk menerima uang pembinaan sebesar Rp20 juta dari panitia lomba, yaitu Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

"Saya merasa senang dan bangga bisa membawa nama Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur ikut lomba dan menjadi juara," ujar Farikha kepada Kemenag, Selasa (27/10) di Jakarta.

Farikha tidak menyangka peran kecil seorang penjaga kantor di level kecamatan yang ia angkat dalam video tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri yang terdiri dari pejabat tinggi Kementerian Agama dan para sinematografi. Tidak hanya itu, videonya juga ditetapkan oleh panitia sebagai pemenang kedua berdasarkan viewers terbanyak di kategorinya, karena telah ditonton sebanyak 5.567 kali per tanggal 8 Oktober 2020 jam 22.00 WIB.

Wanita kelahiran Sidoarjo, 4 Januari 1983 ini pun bercerita tentang keikutsertaannya dalam ajang KUA Fest 2020 tersebut. Dia mengakui bahwa ketika mengetahui ada lomba video pendek layanan KUA yang pesertanya boleh berasal dari pramubakti, ide yang seketika muncul di kepalanya adalah mengangkat peran teman sekantornya, Dayat, seorang penjaga kantor di KUA Kecamatan Jambangan.

"Karena saya lihat tugas kesehariannya, datang paling awal dan pulang paling akhir. Di masa pandemi ini, tugasnya kian bertambah karena harus menyiapkan air dan sabun pencuci tangan, serta memeriksa suhu badan orang-orang yang datang ke KUA kami untuk memastikan aman virus Corona," imbuhnya.

Farikha merasa terpanggil untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada peran tangan-tangan kecil di KUA sebagai tempat yang memberikan pelayanan publik selain penghulu dan karyawan lain yang notabene berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Sebagai pramubakti, perempuan yang menyandang gelar sarjana pendidikan Islam ini sehari-hari bekerja menjadi operator Simkah Web, aplikasi pendaftaran online untuk menikah. Sampai saat ini, sudah delapan orang Kepala KUA yang memimpinnya di lembaga yang menjadi etalase Kementerian Agama tersebut.

Ditanya mengapa ia masih bertahan bekerja di KUA sebagai pramubakti dengan honor yang sangat kecil, padahal dengan gelar sarjana ia bisa saja mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, istri dari Ali Yusup ini tegas mengatakan, "Ikatan batin saya sudah kuat mengabdi di KUA".

Meski demikian, Farikha berharap suatu saat nanti ada perhatian pemerintah untuk mengangkat dirinya dan teman-teman sejawatnya menjadi PNS. "Saya sebenarnya sudah pernah ikut K2 tapi belum rezeki menjadi PNS," tukasnya.

Video pendek berjudul "Ayah Bila" yang diproduksi oleh Farikha dan teman-temannya itu bercerita tentang seorang ayah bernama Rochmad Hidayat. Dia  bekerja sebagai security di KUA Jambangan, Surabaya, yang kebetulan juga merupakan seorang single parent. Dayat memiliki seorang putri bernama Bila. 

Sang anak inilah yang mengisahkan peran ayahnya sebagai "orang penting" di KUA sehingga harus datang paling awal ke kantor dan pulangnya paling akhir. Dalam video ini, Sang ayah juga dinarasikan sebagai sosok yang sangat peduli dengan pendidikan si anak yang bernama lengkap Fina Hubillah Rahmah ini, terutama dalam pendidikan agama. (Insan Khoirul Qolbi)