Bahasa Mengubah Kita

Bahasa Mengubah Kita
photo from: republika.co.id
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Menurut Vygotsky, 1981 (dalam Miller, 2011), Manusia menguasai diri mereka dari luar melalui alat psikologis. Salah satu alat psikologis yang paling sering digunakan oleh manusia untuk menguasai dunianya adalah bahasa. Bahasa merupakan salah satu alat paling penting bagi manusia untuk berkomunikasi satu sama lain. Tanpa adanya bahasa sulit bagi kita untuk berkomunikasi. Walaupun terdapat banyak cara, namun menggunakan bahasa tetap menjadi pilihan yang paling utama karena dirasa paling mudah digunakan ketika sedang berkomunikasi. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Lalu, bagaimana bisa bahasa dapat mengubah kita?

Maudy Ayunda selain merupakan artis cantik yang berbakat, ia baru-baru ini menarik perhatian masyarakat kita karena berhasil diterima di dua universitas terkenal di dunia yaitu Harvard University dan Stanford University untuk melanjutkan studi S2. Sebelumnya Maudy Ayunda juga berhasil lulus studi S1 dari Oxford University dengan jurusan Politics, Philosophy and Economics (PPE) pada tahun 2016 lalu. Sehingga banyak dari masyarakat kita yang bertanya-tanya bagaimana bisa seorang Maudy Ayunda begitu pintar. Maudy Ayunda pun membagikan ceritanya bahwa ia sudah biasa memecahkan segala masalah dengan berkomunikasi (menggunakan bahasa) bahkan untuk hal-hal kecil. Seperti misalnya memesan makanan untuk acara keluarga, ia akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan keluarganya. Sehingga dari situlah intuisi Maudy Ayunda terbentuk karena terlatih untuk mengkomunikasikan (menggunakan bahasa) segala sesuatu yang lama-lama akhirnya membentuk pola pikirnya.

Dari fenomena di atas dapat kita lihat bagaimana peran dari bahasa dalam membentuk kemampuan kognitif seseorang khususnya ketika kita masih anak-anak. Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membentuk dan mentransformasi aktivitas mental (Hikmawati, 2018).  Seperti menurut Vygotsky bahwa anak-anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk berkomunikasi sosial, tetapi juga untuk merencanakan, memonitor perilaku mereka dengan caranya sendiri (Hikmawati, 2018). Jadi anak-anak menggunakan bahasa untuk membantu mereka berpikir yang nantinya lama-kelamaan akan merubah pola pikir mereka begitu juga dengan perilaku. Dengan cara seperti femomena di atas ketika Maudy Ayunda kecil, ia sering membicarakan masalah yang ia hadapi. Hal tersebut bukanlah hanya sekedar omongan untuk berinteraksi dengan orang lain atau bahkan untuk dirinya sendiri saja, tetapi membantu untuk mengarahkan, merencanakan serta mengendalikan perilaku yang dibantu dengan tangan serta mata sehingga masalah yang sedang dihadapi dapat terselesaikan. Karena bahasa masuk ke dalam sistem bawah mental, disana bahasa mengarahkan pikiran, mengontrol perilaku anak-anak, mengorganisasi kategori realita, menggambarkan masa lalu, dan merencanakan masa depan (Miller, 2011). Dapat dikatakan bahwa bahasa tidak hanya mengarahkan pikiran tetapi lama-kelamaan akan membentuk pikiran anak serta nantinya akan memungkinkan juga untuk membantu untuk mengontrol setiap perilaku anak. Kemudian pola pikir dan cara mengontrol perilaku tersebut akan terbawa sampai akhirnya anak tumbuh dewasa.

Menurut Vygotsky, bahasa merupakan alat psikologis yang paling penting (Miller, 2012). Anak-anak sering menggunakan bahasa sebagai sarana untuk membantu mereka berpikir dan berperilaku. Karena bahasa bukan hanya sekadar mengarahkan pikiran dan mengontrol perilaku tetapi juga membantu anak untuk membentuk pola pikir dan perilaku mereka. Jadi, karena bahasa dapat mengarahkan pikiran anak yang nantinya akan berubah menjadi pola pikir serta mengontrol perilakunya dan terbawa sampai ia dewasa, maka dari itu dapat dikatakan bahwa bahasa dapat mengubah kita.

 

Referensi

Hikmawati, N. (2018). Analisa Kesiapan Kognitif Siswa SD/MII. Kariman. 06(01), 109-127.           Diambil dari https://ejournal.stit-      alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/download/15/15/

Miller, P. (2012). Theories of developmental psychology. New York, NY: Worth Publishers.

Tashandra, N. (2019, 20 Februari). Cerita maudy ayunda, tertarik isu pendidikan dan sosial          sejak kecil.             Kompas.com. Diambil dari     https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/20/162444720/cerita-maudy-ayunda-           tertarik-isu-pendidikan-dan-sosial-sejak-kecil