Bekerja Mendatangkan Kesejahteraan

Seorang pemilik kebun buah-buahan yang sudah cukup tua dan hampir meninggal dunia, memanggil dua orang putranya. Ia memberi pesan kepada mereka “Sudah bertahun-tahun kebun kita selalu menghasilkan buah-buahan yang baik. Lihatlah tanganku ini. Kasar karena sering mencangkul kebun kita. Dan kamu berdua tak pernah bekerja membantuku. Sekarang aku akan memberitahukan kepadamu. Aku telah menyembunyikan harta karun di kebun kita. Harta karun itu milikmu berdua. Cangkullah dan galilah tanah di sekitar pohon buah-buahan!” Tak lama lagi, pemilik kebun itu meninggal dunia. Sekarang kebun buah-buahan itu menjadi milik kedua putranya. Tanpa menunda-nunda lagi, mereka berangkat ke kebun untuk menggali harta karun yang diceritakan oleh Bapak mereka. Mereka menggali dan mencangkul setiap hari. Sekitar beberapa bulan mereka bekerja keras, datanglah musim buah-buahan. Tapi kedua orang bersaudara itu belum juga menemukan harta karun yang tersembunyi. Datanglah seorang pedagang ke kebun. Ia heran, “Baru kali ini, saya melihat buah-buahan yang amat baik. Saya akan membeli semua buah-buahan hasil kebun ini!” Kedua saudara itu mendapatkan banyak uang hasil dari penjualan buah-buahan. Baru kali ini, mereka memperoleh banyak uang. Mereka saling memandang, dan sambil melihat tangan mereka yang kasar, dengan tersenyum, salah seorang dari mereka berkata, “Aku kira, inilah harta karun yang telah kita gali bertahun-tahun.” Let's block ads! (Why?)

Bekerja Mendatangkan Kesejahteraan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Seorang pemilik kebun buah-buahan yang sudah cukup tua dan hampir meninggal dunia, memanggil dua orang putranya.

Ia memberi pesan kepada mereka “Sudah bertahun-tahun kebun kita selalu menghasilkan buah-buahan yang baik. Lihatlah tanganku ini. Kasar karena sering mencangkul kebun kita. Dan kamu berdua tak pernah bekerja membantuku. Sekarang aku akan memberitahukan kepadamu. Aku telah menyembunyikan harta karun di kebun kita. Harta karun itu milikmu berdua. Cangkullah dan galilah tanah di sekitar pohon buah-buahan!”

Tak lama lagi, pemilik kebun itu meninggal dunia.

Sekarang kebun buah-buahan itu menjadi milik kedua putranya. Tanpa menunda-nunda lagi, mereka berangkat ke kebun untuk menggali harta karun yang diceritakan oleh Bapak mereka.

Mereka menggali dan mencangkul setiap hari. Sekitar beberapa bulan mereka bekerja keras, datanglah musim buah-buahan. Tapi kedua orang bersaudara itu belum juga menemukan harta karun yang tersembunyi.

Datanglah seorang pedagang ke kebun. Ia heran, “Baru kali ini, saya melihat buah-buahan yang amat baik. Saya akan membeli semua buah-buahan hasil kebun ini!”

Kedua saudara itu mendapatkan banyak uang hasil dari penjualan buah-buahan. Baru kali ini, mereka memperoleh banyak uang.

Mereka saling memandang, dan sambil melihat tangan mereka yang kasar, dengan tersenyum, salah seorang dari mereka berkata, “Aku kira, inilah harta karun yang telah kita gali bertahun-tahun.”

Let's block ads! (Why?)