Bekerja tanpa Masker, Budi Karya Abaikan Protokol Kesehatan

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto berkali-kali mengingatkan bahwa penggunaan face shield tidak akan efektif jika tanpa masker. Imbauan Yuri bahwa masker merupakan pelindung esensial dari penularan covid-19 kerap disampaikan saban hari melalui layar kaca. Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengabaikan imbauan tersebut. Dalam sejumlah kesempatan, Budi tampak hanya memakai face shield tanpa masker di tempat publik. Dinukil dari akun Instgram Kementerian Perhubungan @Kemenhub151, Budi Karya menggunakan face shield ketika melakukan kunjungan video conference di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta bersama sejumlah pejabat Kemenhub, Sabtu (18/7). Baca juga: Menhub Positif Covid-19, Jajaran Menteri akan Jalani Tes Korona Baca juga: Berjuang Lawan Covid-19, Budi Karya Sempat Tak Sadarkan Diri Dalam acara itu, Menteri Budi membahas kondisi penerbangan nasional yang terpuruk selama pandemi korona bersama sejumlah stakeholder penerbangan. Hal serupa juga dilakukan Budi ketika menghadiri penandatanganan pemegang saham perusahaan patungan yang akan mengelola Sistem Integrasi Pembayaran Antar Moda Transportasi di Jabodetabek di Kantor Kemenhub, Senin (15/7). Selain Budi, penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lalu mengapa bermasker itu esensial, meski kita sudah memakai face shield? Menurut Yuri, pemakaian masker bertujuan untuk menghindari droplet (percikan). Pasalnya, berdasarkan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan Covid-19 masih dominan melalui droplet. Droplet kecil tersebut bisa bertahan lama di udara, terutama pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang kurang maksimal. “Sehingga, penggunaan masker mutlak harus dilakukan, bukan face shield. Kita bisa menyederhanakan dengan mengambil contoh asap rokok. Dalam satu ruangan tertutup yang sirkulasi udara tidak bagus maka asap rokok ini akan tertahan lama dan bagi siapapun yang hanya menggunakan face shield tanpa menggunakan masker pasti akan bisa mencium bau ini," jelas Yuri Senin (13/7). Seperti diketahui, Budi karya pernah terjangkit korona hingga dirawat selama 18 hari di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Budi pernah mengungkapkan betapa menderitanya ia selama korona melemahkan sistem imun di tubuhnya. Berat tubuhnya turun drastis hingga 16  kilogram. Tidak hanya itu, ia sempat koma selama dua pekan. Untuk bernapas, ia harus dibantu ventilator. "Saya tidak sadar selama 14 hari. Empat hari setelah sadar, saya pulang (ke rumah dinas). Tentu saat sadar belum terlalu fokus karena saya harus menyikapi diri saya," ujar Budi. (OL-8). Let's block ads! (Why?)

 Bekerja tanpa Masker, Budi Karya Abaikan Protokol Kesehatan

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto berkali-kali mengingatkan bahwa penggunaan face shield tidak akan efektif jika tanpa masker.

Imbauan Yuri bahwa masker merupakan pelindung esensial dari penularan covid-19 kerap disampaikan saban hari melalui layar kaca.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengabaikan imbauan tersebut. Dalam sejumlah kesempatan, Budi tampak hanya memakai face shield tanpa masker di tempat publik.

Dinukil dari akun Instgram Kementerian Perhubungan @Kemenhub151, Budi Karya menggunakan face shield ketika melakukan kunjungan video conference di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta bersama sejumlah pejabat Kemenhub, Sabtu (18/7).

Baca juga: Menhub Positif Covid-19, Jajaran Menteri akan Jalani Tes Korona

Baca juga: Berjuang Lawan Covid-19, Budi Karya Sempat Tak Sadarkan Diri

Dalam acara itu, Menteri Budi membahas kondisi penerbangan nasional yang terpuruk selama pandemi korona bersama sejumlah stakeholder penerbangan.

Hal serupa juga dilakukan Budi ketika menghadiri penandatanganan pemegang saham perusahaan patungan yang akan mengelola Sistem Integrasi Pembayaran Antar Moda Transportasi di Jabodetabek di Kantor Kemenhub, Senin (15/7).

Selain Budi, penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Lalu mengapa bermasker itu esensial, meski kita sudah memakai face shield?

Menurut Yuri, pemakaian masker bertujuan untuk menghindari droplet (percikan). Pasalnya, berdasarkan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan Covid-19 masih dominan melalui droplet.

Droplet kecil tersebut bisa bertahan lama di udara, terutama pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang kurang maksimal.

“Sehingga, penggunaan masker mutlak harus dilakukan, bukan face shield. Kita bisa menyederhanakan dengan mengambil contoh asap rokok. Dalam satu ruangan tertutup yang sirkulasi udara tidak bagus maka asap rokok ini akan tertahan lama dan bagi siapapun yang hanya menggunakan face shield tanpa menggunakan masker pasti akan bisa mencium bau ini," jelas Yuri Senin (13/7).

Seperti diketahui, Budi karya pernah terjangkit korona hingga dirawat selama 18 hari di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Budi pernah mengungkapkan betapa menderitanya ia selama korona melemahkan sistem imun di tubuhnya.

Berat tubuhnya turun drastis hingga 16  kilogram. Tidak hanya itu, ia sempat koma selama dua pekan. Untuk bernapas, ia harus dibantu ventilator.

"Saya tidak sadar selama 14 hari. Empat hari setelah sadar, saya pulang (ke rumah dinas). Tentu saat sadar belum terlalu fokus karena saya harus menyikapi diri saya," ujar Budi. (OL-8).

Let's block ads! (Why?)