BNI Mau Caplok 63,92% Saham Bank Mayora, Gelar RUPS 15 Maret

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana emiten bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengakuisisi bank kian terungkap. Perseroan berencana mengambilalih mayoritas saham PT Bank Mayora.  Berdasarkan prospektus rencana pengambilalihan yang dipublikasikan BBNI, perseroan akan mengambialih maksimal sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham yang setara 54.90%. Selebihnya melalui pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Dengan demikian, setelah transaksi itu, perseroan bakal memiliki 63,92% saham Bank Mayora atau setara 1,19 miliar saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Untuk memuluskan rencana aksi korporasi ini, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dilaksanakan pada 15 Maret 2022. Sementara itu, rancangan pengambilalihan sudah ditandatangani pada 12 Januari 2022 oleh kedua pihak. Seperti diketahui, akuisisi ini merupakan bagian dari rencana anorganik bank BUMN bersandi BBNI itu untuk mengembangkan layanan bank digital. Perseroan akan menggunakan laba ditahan untuk mendanai aksi korporasi ini. Nantinya, setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham dan PT Mayora Inti Utama sebesar 36,08% saham. Dijadwalkan persetujuan akuisisi pada 15 Maret 2022. Kemudian, permohononan izin akuisisi kepada Otroritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Maret 2022. Sedangkan, efektif pengambilalihan dijadwalkan pada Mei 2022. Sebelumnya, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengungkapkan perseroan memang sedang dalam proses mengakuisi bank. Berdasarkan kabar yang mengemuka, Bank Mayora disebut-sebut sebagai bank tujuan akuisisi BBNI. "Kita memang dalam proses penyelesaian akuisisi di bank. mudah-mudahan kuartal 1, semua sudah selesai dan dapat approval dari OJK dan kita bisa mulai di kuartal 1," kata Royke kepada CNBC Indonesia. Royke mengungkapkan, nantinya bank ini akan fokus sebagai bank digital yang fokus menyasar segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Kami telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank yang memiliki ekosistem bisnis kuat untuk dikembangkan menjadi bank digital," kata dia dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021). [Gambas:Video CNBC] (sys/dhf) Adblock test (Why?)

BNI Mau Caplok 63,92% Saham Bank Mayora, Gelar RUPS 15 Maret
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana emiten bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengakuisisi bank kian terungkap. Perseroan berencana mengambilalih mayoritas saham PT Bank Mayora.  Berdasarkan prospektus rencana pengambilalihan yang dipublikasikan BBNI, perseroan akan mengambialih maksimal sebanyak 63,92% saham Bank Mayora melalui penerbitan saham baru sebanyak 1,02 miliar saham yang setara 54.90%. Selebihnya melalui pengambialihan sebanyak 169,07 juta saham milik IFC. Dengan demikian, setelah transaksi itu, perseroan bakal memiliki 63,92% saham Bank Mayora atau setara 1,19 miliar saham. "Tujuan akuisisi Bank Mayora untuk memperkuat transaksi digital," ungkap manajemen BBNI, dalam prospektusnya, dikutip Senin (24/1/2022). Untuk memuluskan rencana aksi korporasi ini, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dilaksanakan pada 15 Maret 2022. Sementara itu, rancangan pengambilalihan sudah ditandatangani pada 12 Januari 2022 oleh kedua pihak. Seperti diketahui, akuisisi ini merupakan bagian dari rencana anorganik bank BUMN bersandi BBNI itu untuk mengembangkan layanan bank digital. Perseroan akan menggunakan laba ditahan untuk mendanai aksi korporasi ini. Nantinya, setelah transaksi tersebut, BBNI akan menggenggam kepemilikan 63,92% saham dan PT Mayora Inti Utama sebesar 36,08% saham. Dijadwalkan persetujuan akuisisi pada 15 Maret 2022. Kemudian, permohononan izin akuisisi kepada Otroritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Maret 2022. Sedangkan, efektif pengambilalihan dijadwalkan pada Mei 2022. Sebelumnya, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengungkapkan perseroan memang sedang dalam proses mengakuisi bank. Berdasarkan kabar yang mengemuka, Bank Mayora disebut-sebut sebagai bank tujuan akuisisi BBNI. "Kita memang dalam proses penyelesaian akuisisi di bank. mudah-mudahan kuartal 1, semua sudah selesai dan dapat approval dari OJK dan kita bisa mulai di kuartal 1," kata Royke kepada CNBC Indonesia. Royke mengungkapkan, nantinya bank ini akan fokus sebagai bank digital yang fokus menyasar segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Kami telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank yang memiliki ekosistem bisnis kuat untuk dikembangkan menjadi bank digital," kata dia dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021). [Gambas:Video CNBC] (sys/dhf) Adblock test (Why?)