Budaya Kirim Parsel Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

Parsel atau hampers merupakan tradisi berbagi barang terutama pada hari raya keagamaan. Ketika Idul Fitri tiba, sebagian masyarakat akan mengirimkan parsel kepada keluarga dan kerabat dekatnya. Salah satu tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan. Tak heran jika kemudian menjamur berbagai macam jenis parsel. Hadiah yang biasa disebut hampers tersebut sebetulnya pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Perancis pada abad ke-11. Hampers merupakan hadiah dalam bentuk makanan mewah yang wadahnya berupa keranjang anyaman. Dahulu, keranjang diisi dengan buah juga minuman untuk merayakan Natal.Bingkisan tersebut dapat berisi daging atau produk musiman untuk merayakan suatu hari khusus. Semenjak zaman Viktoria tersebut, hadiah ini berkembang menjadi beragam bentuk dan isi. (Baca juga : Objek Wisata Incaran Pemudik, Nasibmu Selama Pandemi?)Di Indonesia sendiri sebetulnya hantaran parsel tidak hanya hadir pada hari raya keagamaan seperti Idul Fitri, tetapi juga saat Natal dan perayaan tahun baru. Saat ini, kreativitas produsen parsel sangat bermacam-macam. Mereka menyediakan berbagai jenis tak hanya dalam bentuk makanan, tapi juga barang untuk digunakan.Pada masa pandemi virus korona ini, Analitic Data Advertising (ADA) mencatat terjadi kelonjakan penggunaan aplikasi belanja daring hingga 300 persen. Hal ini membuat banyak pelaku usaha beralih ke digital. Tak terkecuali penyedia barang hampers. Mereka melakukan promosi secara daring. Para pembeli juga tidak perlu khawatir karena transaksi dan pengiriman dilakukan secara digital.Untuk makanan kering, toko kue seperti Clairemont, The Harvest, Colette & Lola hingga toko daring di sosial media menyediakan hantaran yang unik juga sesuai anggaran. E-commerce seperti Shopee, Blibli, dan Tokopedia juga menyediakan beragam jenis parsel.Tak hanya dalam bentuk makanan, toko kosmetik seperti Rollover Reaction, Mizzu, BLP Beauty, dan produk kecantikan lainnya juga menawarkan paket spesial lebaran. Tak lupa produk perawatan tubuh seperti The Body Shop dan Nivea. Yang pasti, semua produk yang ditawarkan dapat dibeli secara daring. Baik dalam platform digital atau sosial media.Parsel juga dapat berbentuk pakaian maupun sembako. Pada masa serba digital, kita dapat menemukan seluruh jenis parsel dan menyesuaikannya dengan orang yang akan kita beri. Ketika hendak memberi untuk sahabat atau keluarga, kita bisa mengirimkan parsel dengan nuansa personal seperti barang atau makanan untuk bernostalgia.Ketika hendak memberikan kepada kolega, pastikan memberi parsel yang berkualitas. Hal ini dapat meningkatkan kedekatan secara profesional dengan rekan sejawat. (Baca juga : Manisnya Sirup Asli Indonesia untuk Teman Buka Puasa) Let's block ads! (Why?)

Budaya Kirim Parsel Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Parsel atau hampers merupakan tradisi berbagi barang terutama pada hari raya keagamaan. Ketika Idul Fitri tiba, sebagian masyarakat akan mengirimkan parsel kepada keluarga dan kerabat dekatnya. Salah satu tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan. Tak heran jika kemudian menjamur berbagai macam jenis parsel. 

Hadiah yang biasa disebut hampers tersebut sebetulnya pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Perancis pada abad ke-11. Hampers merupakan hadiah dalam bentuk makanan mewah yang wadahnya berupa keranjang anyaman. Dahulu, keranjang diisi dengan buah juga minuman untuk merayakan Natal.

Bingkisan tersebut dapat berisi daging atau produk musiman untuk merayakan suatu hari khusus. Semenjak zaman Viktoria tersebut, hadiah ini berkembang menjadi beragam bentuk dan isi. (Baca juga : Objek Wisata Incaran Pemudik, Nasibmu Selama Pandemi?)

Di Indonesia sendiri sebetulnya hantaran parsel tidak hanya hadir pada hari raya keagamaan seperti Idul Fitri, tetapi juga saat Natal dan perayaan tahun baru. Saat ini, kreativitas produsen parsel sangat bermacam-macam. Mereka menyediakan berbagai jenis tak hanya dalam bentuk makanan, tapi juga barang untuk digunakan.

Pada masa pandemi virus korona ini, Analitic Data Advertising (ADA) mencatat terjadi kelonjakan penggunaan aplikasi belanja daring hingga 300 persen. Hal ini membuat banyak pelaku usaha beralih ke digital. Tak terkecuali penyedia barang hampers. Mereka melakukan promosi secara daring. Para pembeli juga tidak perlu khawatir karena transaksi dan pengiriman dilakukan secara digital.

Untuk makanan kering, toko kue seperti Clairemont, The Harvest, Colette & Lola hingga toko daring di sosial media menyediakan hantaran yang unik juga sesuai anggaran. E-commerce seperti Shopee, Blibli, dan Tokopedia juga menyediakan beragam jenis parsel.

Tak hanya dalam bentuk makanan, toko kosmetik seperti Rollover Reaction, Mizzu, BLP Beauty, dan produk kecantikan lainnya juga menawarkan paket spesial lebaran. Tak lupa produk perawatan tubuh seperti The Body Shop dan Nivea. Yang pasti, semua produk yang ditawarkan dapat dibeli secara daring. Baik dalam platform digital atau sosial media.

Parsel juga dapat berbentuk pakaian maupun sembako. Pada masa serba digital, kita dapat menemukan seluruh jenis parsel dan menyesuaikannya dengan orang yang akan kita beri. Ketika hendak memberi untuk sahabat atau keluarga, kita bisa mengirimkan parsel dengan nuansa personal seperti barang atau makanan untuk bernostalgia.

Ketika hendak memberikan kepada kolega, pastikan memberi parsel yang berkualitas. Hal ini dapat meningkatkan kedekatan secara profesional dengan rekan sejawat. (Baca juga : Manisnya Sirup Asli Indonesia untuk Teman Buka Puasa)

Let's block ads! (Why?)