Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online [Plus Syaratnya]

Bagaimana ya cara pindah faskes BPJS secara online? Para peserta BPJS Kesehatan tentu sudah tak asing lagi dengan istilah faskes tingkat 1 atau Fasilitas Kesehatan tingkat pertama (FKTP). Nah, faskes 1 ini menjadi tempat pertama yang harus masyarakat kunjungi ketika ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan penanganan pertama. Adapun faskes tingkat 1 itu merupakan fasilitas kesehatan yang meliputi klinik, puskesmas, maupun dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan pihak BPJS. Di faskes 1 ini juga masyarakat akan mendapatkan surat pengantar atau rujukan rumah sakit jika penyakit yang dideritanya mengharuskan untuk berobat lebih lanjut ke rumah sakit yang memiliki pelayanan dan fasilitas lebih lengkap. Jika seorang peserta BPJS pindah tempat tinggal atau tempat kerja, otomatis jarak rumah dengan faskes yang telah didaftarkan sejak awal tidak lagi dekat. Untuk itu, peserta perlu mengganti faskes tersebut. Jadi, para peserta BPJS yang pengin berobat jalan gratis dari BPJS harus mengunjungi klinik yang sudah dipilih sebagai faskes tingkat 1 pilihannya. Jika kamu yang berobat ke rumah sakit, kamu perlu mendapatkan surat pengantar dahulu dari faskes. Jadi, kamu gak bisa tuh main langsung datang ke rumah sakit buat berobat secara gratis. Itulah kenapa disarankan agar pemilihan atau cara pindah faskes BPJS tingkat 1 itu lokasinya tidak jauh dari rumahmu atau berada di satu kelurahan. Biar kalau mendesak, bisa dengan mudah berobat. Sayangnya, banyak peserta yang sering kali berkeinginan untuk pindah faskes dengan berbagai alasan. Padahal, faskes yang tertera pada kartu BPJS adalah pilihan dari pemegang kartu. Alasan pindah faskes tingkat 1 BPJS Kesehatan Melansir dari website resmi BPJS Kesehatan, meski faskes tingkat 1 BPJS merupakan pilihan pemegang kartu, tetap ada saja peserta yang ingin mengganti faskes dengan berbagai alasan. Salah satunya pindah rumah atau dipindahkan kerja ke daerah lain. Faskes dianggap kurang tepat dan tidak sesuai dengan harapannya. Faskes tidak memiliki sejumlah fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Tidak mendapatkan pelayanan yang baik di faskes yang dipilih. Lokasi faskes terlalu jauh dari rumah. Peserta pindah rumah dan mengakibatkan jarak faskes dengan domisili peserta sangat jauh. Meski kamu memiliki hak untuk pindah faskes, tapi pihak BPJS hanya memberikan satu kali kesempatan saja lho. Karena itu, sebelum kamu memutuskan ingin pindah ke faskes yang mana sebaiknya pertimbangkan dengan matang. Karena kamu gak mungkin bisa pindah faskes lagi nantinya. Syarat pindah faskes BPJS Kesehatan Buat kamu yang mau ganti faskes BPJS Kesehatan, ada beberapa persyaratan yang harus kamu siapkan. Selain itu, peserta BPJS yang ingin pindah faskes juga harus menjadi peserta minimal tiga bulan. Jadi, buat kamu yang belum mencapai tiga bulan, gak bisa pindah faskes alias harus menunggu sampai masa kepesertaanmu genap tiga bulan. Lalu, dokumen apa aja yang harus dipersiapkan kalau ingin pindah faskes BPJS Kesehatan? Berikut di antaranya: Identitas diri, KTP Kartu peserta BPJS Kesehatan Kartu Keluarga Daftar kolektif gaji (Bagi PNS, TNI, Polri dan PPNPN) Bukti bayar sampai bulan pelaporan (untuk pindah kelas) Fotokopi buku rekening (bagi perubahan kelas 3 menjadi kelas 1 atau 2) Surat keterangan domisili, kuliah, atau kerja (bagi peserta dari luar wilayah DIY) Saat ingin ganti faskes, jangan lupa untuk mempertimbangkan dan memilih faskes baru yang memang dapat memberikan layanan kesehatan terbaik buat kamu. Cara pindah faskes BPJS Kesehatan online Berikut beberapa langkah sebagai cara ganti faskes BPJS Kesehatan online atau aplikasi JKN yang dijamin tanpa ribet alias mudah banget. Download aplikasi mobile JKN di Google Play Store atau App Store. Lakukan pendaftaran dengan memasukkan beberapa informasi, seperti nomor kartu BPJS, nomor KTP, tanggal lahir, nama ibu kandung, password, email, hingga nomor handphone. Lalu login dengan menggunakan nomor kartu BPJS atau email yang sudah didaftarkan. Pada tampilan utama mobile JKN, pilih menu “Ubah Data Peserta”. Nah, data peserta yang saat ini bisa diubah secara online, yaitu nomor handphone, email, Kelas BPJS, Faskes 1 Untuk ganti faskes, kamu bisa tekan menu “Faskes 1”. Kemudian akan muncul popup yang meminta kamu untuk memilih provinsi, kabupaten, dan faskes. Silahkan pilih provinsi, kota/kabupaten, dan faskes yang diinginkan. Jika sudah selesai, tekan tombol simpan. Jika faskes sudah dipilih, maka kamu akan mendapatkan kode verifikasi yang dikirimkan ke email atau nomor handphone yang sudah kamu jadwalkan di awal. Masukkan kode verifikasi ke kolom yang sudah disiapkan. Jika sudah, silakan tekan tombol verifikasi. Setelah proses verifikasi faskes selesai, maka akan muncul konfirmasi perubahan faskes tingkat satu dari yang sebelumnya jadi yang baru, lengkap dengan kapan mulai berlakunya. Sekadar diketahui, setelah kamu pindah faskes, maka faskes yang baru akan berlaku dan dapat digunakan pada tanggal 1 di bulan berikutnya.

Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online [Plus Syaratnya]

Bagaimana ya cara pindah faskes BPJS secara online? Para peserta BPJS Kesehatan tentu sudah tak asing lagi dengan istilah faskes tingkat 1 atau Fasilitas Kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Nah, faskes 1 ini menjadi tempat pertama yang harus masyarakat kunjungi ketika ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan penanganan pertama.

Adapun faskes tingkat 1 itu merupakan fasilitas kesehatan yang meliputi klinik, puskesmas, maupun dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan pihak BPJS.

Di faskes 1 ini juga masyarakat akan mendapatkan surat pengantar atau rujukan rumah sakit jika penyakit yang dideritanya mengharuskan untuk berobat lebih lanjut ke rumah sakit yang memiliki pelayanan dan fasilitas lebih lengkap.

Jika seorang peserta BPJS pindah tempat tinggal atau tempat kerja, otomatis jarak rumah dengan faskes yang telah didaftarkan sejak awal tidak lagi dekat. Untuk itu, peserta perlu mengganti faskes tersebut.

Jadi, para peserta BPJS yang pengin berobat jalan gratis dari BPJS harus mengunjungi klinik yang sudah dipilih sebagai faskes tingkat 1 pilihannya.

Jika kamu yang berobat ke rumah sakit, kamu perlu mendapatkan surat pengantar dahulu dari faskes. Jadi, kamu gak bisa tuh main langsung datang ke rumah sakit buat berobat secara gratis.

Itulah kenapa disarankan agar pemilihan atau cara pindah faskes BPJS tingkat 1 itu lokasinya tidak jauh dari rumahmu atau berada di satu kelurahan. Biar kalau mendesak, bisa dengan mudah berobat.

Sayangnya, banyak peserta yang sering kali berkeinginan untuk pindah faskes dengan berbagai alasan. Padahal, faskes yang tertera pada kartu BPJS adalah pilihan dari pemegang kartu.

Alasan pindah faskes tingkat 1 BPJS Kesehatan

Melansir dari website resmi BPJS Kesehatan, meski faskes tingkat 1 BPJS merupakan pilihan pemegang kartu, tetap ada saja peserta yang ingin mengganti faskes dengan berbagai alasan. Salah satunya pindah rumah atau dipindahkan kerja ke daerah lain.

  1. Faskes dianggap kurang tepat dan tidak sesuai dengan harapannya.
  2. Faskes tidak memiliki sejumlah fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan peserta.
  3. Tidak mendapatkan pelayanan yang baik di faskes yang dipilih.
  4. Lokasi faskes terlalu jauh dari rumah.
  5. Peserta pindah rumah dan mengakibatkan jarak faskes dengan domisili peserta sangat jauh.

Meski kamu memiliki hak untuk pindah faskes, tapi pihak BPJS hanya memberikan satu kali kesempatan saja lho.

Karena itu, sebelum kamu memutuskan ingin pindah ke faskes yang mana sebaiknya pertimbangkan dengan matang. Karena kamu gak mungkin bisa pindah faskes lagi nantinya.

Syarat pindah faskes BPJS Kesehatan

Buat kamu yang mau ganti faskes BPJS Kesehatan, ada beberapa persyaratan yang harus kamu siapkan. Selain itu, peserta BPJS yang ingin pindah faskes juga harus menjadi peserta minimal tiga bulan.

Jadi, buat kamu yang belum mencapai tiga bulan, gak bisa pindah faskes alias harus menunggu sampai masa kepesertaanmu genap tiga bulan.

Lalu, dokumen apa aja yang harus dipersiapkan kalau ingin pindah faskes BPJS Kesehatan? Berikut di antaranya:

  1. Identitas diri, KTP
  2. Kartu peserta BPJS Kesehatan
  3. Kartu Keluarga
  4. Daftar kolektif gaji (Bagi PNS, TNI, Polri dan PPNPN)
  5. Bukti bayar sampai bulan pelaporan (untuk pindah kelas)
  6. Fotokopi buku rekening (bagi perubahan kelas 3 menjadi kelas 1 atau 2)
  7. Surat keterangan domisili, kuliah, atau kerja (bagi peserta dari luar wilayah DIY)

Saat ingin ganti faskes, jangan lupa untuk mempertimbangkan dan memilih faskes baru yang memang dapat memberikan layanan kesehatan terbaik buat kamu.

Cara pindah faskes BPJS Kesehatan online

Berikut beberapa langkah sebagai cara ganti faskes BPJS Kesehatan online atau aplikasi JKN yang dijamin tanpa ribet alias mudah banget.

  1. Download aplikasi mobile JKN di Google Play Store atau App Store.
  2. Lakukan pendaftaran dengan memasukkan beberapa informasi, seperti nomor kartu BPJS, nomor KTP, tanggal lahir, nama ibu kandung, password, email, hingga nomor handphone.
  3. Lalu login dengan menggunakan nomor kartu BPJS atau email yang sudah didaftarkan.
  4. Pada tampilan utama mobile JKN, pilih menu “Ubah Data Peserta”.
  5. Nah, data peserta yang saat ini bisa diubah secara online, yaitu nomor handphone, email, Kelas BPJS, Faskes 1
  6. Untuk ganti faskes, kamu bisa tekan menu “Faskes 1”. Kemudian akan muncul popup yang meminta kamu untuk memilih provinsi, kabupaten, dan faskes.
  7. Silahkan pilih provinsi, kota/kabupaten, dan faskes yang diinginkan. Jika sudah selesai, tekan tombol simpan.
  8. Jika faskes sudah dipilih, maka kamu akan mendapatkan kode verifikasi yang dikirimkan ke email atau nomor handphone yang sudah kamu jadwalkan di awal.
  9. Masukkan kode verifikasi ke kolom yang sudah disiapkan. Jika sudah, silakan tekan tombol verifikasi.
  10. Setelah proses verifikasi faskes selesai, maka akan muncul konfirmasi perubahan faskes tingkat satu dari yang sebelumnya jadi yang baru, lengkap dengan kapan mulai berlakunya.

Sekadar diketahui, setelah kamu pindah faskes, maka faskes yang baru akan berlaku dan dapat digunakan pada tanggal 1 di bulan berikutnya.

Sebelum faskes baru aktif, untuk sementara kamu bisa menggunakan faskes yang lama. Gampang kan?

Tips memilih faskes yang tepat

Banyak alasan yang membuat akhirnya harus pindah faskes. Nah, agar kamu gak sering bolak-balik untuk berganti faskes, berikut ini adalah tips untuk memilih faskes yang tepat.

  1. Pilih faskes yang lokasinya sesuai domisili. Jadi, kalau dalam kondisi darurat kamu gak repot harus ke faskes yang jaraknya jauh.
  2. Pilih faskes yang buka 24 jam. Ini penting karena kamu gak akan pernah tahu kondisi kesehatan kamu atau keluarga. Dengan persiapan 24 jam penuh, kamu gak akan khawatir lagi kalau terjadi sesuatu di luar jam kerja.
  3. Pilih faskes dengan fasilitas rawat inap. Ini akan mempersingkat waktu kalau kamu tiba-tiba harus dirawat dan gak perlu repot hanya meminta rujukan untuk pindah ke rumah sakit lain.
  4. Pilih faskes dengan fasilitas yang lengkap. Jadi, kamu gak akan repot dirujuk lagi ke rumah sakit lain hanya karena faskes pilihanmu gak punya alat yang memadai.

Besar iuran BPJS Kesehatan terkini sesuai kelas

Akhir-akhir ini besaran iuran BPJS kerap jadi perbincangan karena kenaikan iuran untuk peserta di semua kelas yang cukup signifikan di awal 2020.  Namun, kenaikan iuran dibatalkan dan berikut ini  besaran iuran BPJS Kesehatan yang berlaku.

  1. Iuran bagi pekerja penerima upah adalah 5 persen dari upah yang dilaporkan
  2. Iuran bagi bukan penerima upah dan bukan pekerja atau peserta mandiri adalah: Kelas I sebesar Rp 80.000 per orang per bulan, Kelas II sebesar Rp 51.000 per orang per bulan, Kelas III sebesar Rp 25.500 per orang per bulan

Sebelumnya, pada 1 Januari 2020, jumlah iuran BPJS Kesehatan mandiri tersebut sempat naik menjadi:

  1. Kelas I sebesar Rp 160.000 per orang per bulan
  2. Kelas II sebesar Rp 110.000 per orang per bulan
  3. Kelas III sebesar Rp 42.000 per orang per bulan 

Namun, keputusan naiknya iuran ini kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA) dan iuran akan menjadi seperti semula.

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan lewat ATM

Selain datang ke kantor BPJS Kesehatan, ada beberapa cara lain untuk membayar iuran. Salah satunya yang cukup mudah adalah melalui ATM. Berikut adalah langkah-langkahnya sesuai dengan bank yang kamu gunakan.

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan via ATM BRI

  1. Masukan kartu ATM
  2. Pilih Bahasa dan masukan PIN ATM
  3. Pilih menu “TRANSAKSI TUNAI” atau “PAKET TUNAI”
  4. Pilih menu “TRANSAKSI LAINNYA”
  5. Pilih menu “PEMBAYARAN”
  6. Pilih menu “BPJS KESEHATAN”
  7. Masukan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”
  8. Setelah itu akan muncul nama serta nominal uang yang harus kamu bayar
  9. Masukan jumlah nominal yang akan dibayar lalu tekan “BENAR”
  10. Kemudian akan muncul konfirmasi pembayaran, tekan angka 1 dan pilih “YA”
  11. Transaksi pembayaran BPJS Kesehatan selesai.

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan via ATM BCA

  1. Masukan kartu ATM
  2. Masukan Pin
  3. Pilih “TRANSAKSI LAINNYA”
  4. Pilih menu “PEMBAYARAN”
  5. Pilih “LAYAR BERIKUTNYA”
  6. Pilih “BPJS”
  7. Pilih “KESEHATAN”
  8. Masukan Nomor Kartu BPJS Kesehatanmu
  9. Konfirmasi data dan pembayaran
  10. Transaksi selesai.

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan via ATM BNI

  1. Masukan kartu ATM
  2. Pilih Bahasa dan masukan PIN ATM kamu
  3. Pilih menu “LAINNYA”
  4. Pilih menu “PEMBAYARAN”
  5. Pilih menu “BERIKUTNYA”
  6. Pilih menu “JKN/BPJS KESEHATAN”
  7. Masukan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”
  8. Setelah itu akan muncul nama serta jumlah yang harus kamu bayar
  9. Masukan jumlah nominal yang akan dibayar lalu tekan “BENAR”
  10. Kemudian keluar opsi Giro dan Tabungan
  11. Transaksi pembayaran BPJS Kesehatan selesai

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan via ATM BTN

  1. Masukan kartu ATM
  2. Masukan PIN ATM kamu
  3. Pilih menu “PEMBAYARAN”
  4. Pilih menu “LAINNYA”
  5. Pilih menu “JKN/BPJS KESEHATAN”
  6. Masukan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”
  7. Setelah itu akan muncul nama serta jumlah yang harus kamu bayar
  8. Masukan jumlah nominal yang akan dibayar lalu tekan “BENAR”
  9. Konfirmasi data dan pembayaran
  10. Pembayaran BPJS Kesehatan selesai.

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan via ATM Mandiri

  1. Masukan kartu ATM
  2. Pilih Bahasa dan masukan PIN ATM
  3. Pilih menu “BAYAR/BELI”
  4. Pilih menu “LAINNYA”
  5. Pilih menu “BPJS”
  6. Kemudian pilih, “BPJS KESEHATAN”
  7. Pilih menu “INDIVIDU” jika kamu membayar untuk individu atau pilih “BADAN USAHA” untuk perusahaan
  8. Masukan kode 89888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”
  9. Input jumlah bulan yang akan dibayar, jika pembayaran untuk 1 bulan maka masukan angka 1 sedangkan jika 2 bulan masukkan angka 2 dan begitu seterusnya.
  10. Lalu tekan “BENAR”
  11. Setelah itu akan muncul konfirmasi pembayaran pada layar, tekan angka 1 lalu “YA”
  12. Pembayaran BPJS Kesehatan lewat ATM selesai.

Itulah sedikit ulasan tentang cara Pindah faskes BPJS. Selain terproteksi oleh BPJS Kesehatan, kamu juga bisa menikmati proses layanan asuransi yang lebih praktis melalui asuransi kesehatan konvensional.

Mengingat ada begitu banyak pilihan polis asuransi kesehatan terbaik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaranmu.

Jika ingin lebih mudah, Lifepal menyediakan layanan konsultasi asuransi gratis guna membantumu dalam memilih polis yang benar-benar sesuai kebutuhan dengan premi paling ringan pula. (Editor: Chaerunnisa)

Let's block ads! (Why?)