Cinta Kita Melukiskan Sejarah

Cinta Kita Melukiskan Sejarah
Cinta Kita Melukiskan Sejarah
Cinta Kita Melukiskan Sejarah

Siapa yang tak mengenal sosok pasangan cinta sejati, yakni B.J. Habibie dan Ainun yang kisah percintaannya hingga akhir hayatnya pun masih menjadi sorotan publik? Lalu pada pernikahannya pun menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia.

Disamping itu mengutip berita dari CNBC Indonesia "Beliau itu seperti pengantin baru setiap hari. Ketika beliau naik mobil ke kantor, Ibu Ainun selalu berdiri memberikan dadah. Ketika Habibie pulang, Ibu Ainun sudah menunggu, kemudian turun mobil, gandengan mereka ke dalam…" (Asmara, 2019). Sementara itu mengutip berita lain dari CNN Indonesia yang mengatakan bahwa, Habibie memiliki jadwal rutin mengunjungi makam sang istri. Sekali dalam sepekan, Habibie pasti 'menengok' sang istri dan berdoa di dekatnya. Bunga di makam sang istri pun selalu diperbaharui dua kali dalam sepekan. Tak heran jika selalu ada bunga segar di sana.

Kini, Habibie tak akan lagi mengunjungi makam Ainun. Habibie meninggal dunia pada Rabu. Setelah sembilan tahun terpisah, Habibie akan kembali 'bersua' dengan sang istri tercinta dalam keabadian. Bak Romeo dan Juliet, Habibie dan Ainun juga tak akan lagi terpisahkan. Menurut Prof. Subekti, S.H. (dalam Andu, 2019), mengartikan sebuah perkawinan sebagai sebuah pertalian yang sah yang dilakukan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan untuk waktu yang lama. Dalam hubungan pernikahan pastinya membutuhkan sebuah komitmen demi membentuk pernikahan yang berjalan dengan baik. Lalu menurut Arriaga & Agnew (dalam Rahayu, 2019) komitmen pernikahan adalah keadaan subjektif, termasuk kognitif dan emosional yang secara langsung mempengaruhi berbagai perilaku dalam hubungan yang sedang berlangsung untuk mempertahankan hubungan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Sejalan dengan pendapat Impett, dkk (dalam Rahayu, 2019) menyebutkan bahwa komitmen pernikahan dapat menjaga stabilitas hubungan, termasuk hubungan pernikahan.

Mengapa pernikahan B.J. Habibie dan Ainun dapat dikatakan hubungan pernikahan jangka panjang? Karena hubungan pernikahan mereka memiliki karakteristik seperti yang dikutip dalam buku Papalia et al. (2009), adalah sebagai berikut : Banyak pasangan yang masih hidup bersama di usia lanjut mengatakan bahwa mereka lebih bahagia dalam pernikahan daripada di masa muda mereka. Manfaat penting dari pernikahan termasuk keintiman, berbagi dan rasa memiliki satu sama lain. Dengan berakhirnya pengasuhan anak, anak-anak cenderung menjadi sumber kesenangan dan kebanggaan bersama, bukan sumber konflik. Di seluruh negara maju, orang yang sudah menikah lebih sehat dan hidup lebih lama daripada orang yang belum menikah, tetapi hubungan antara pernikahan dan kesehatan mungkin berbeda untuk suami daripada untuk istri. Sedangkan menikah tampaknya memiliki manfaat kesehatan untuk pria yang lebih tua, kesehatan wanita yang lebih tua tampaknya lebih terkait dengan kualitas pernikahan. Cara mereka dalam menyelesaikan masalah adalah kunci kepuasan pernikahan sepanjang masa dewasa. Dengan demikian, membina hubungan dengan baik pada pasangan akan menjaga kualitas pernikahan dan berdampak positif bagi pernikahan untuk tahun-tahun selanjutnya. Karena status pernikahan bukan pada duniawi saja melainkan melibatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam janji suci. Maka dari itu untuk membentuk pernikahan jangka panjang sampai lanjut usia memerlukan usaha yang tidak mudah tentunya, setiap halangan dan rintangan yang melewati pernikahan haruslah dilandasi dengan niat utama pernikahan, yakni untuk menjalankan ibadah. Sehingga apabila terjadi kondisi tertentu seperti tidak dikaruniai anak atau pasangan meninggal tidak menyalahkan satu sama lain dan bisa menerimanya dengan lapang dada.

Referensi

Andu, C.P. (2019). Makna pernikahan bagi wanita lajang usia dewasa. Jurnal Representamen. 5(1). Diakses pada 10 Oktober 2019 dari http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/representamen/article/view/2400

Asmara, C.G. (2019, 12 September). Kisah cinta Habibie-Ainun: seperti pengantin baru selamanya. Diakses pada tanggal 10 Oktober dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20190912170822-4-99037/kisah-cinta-habibie-ainun-seperti-pengantin-baru-selamanya

Papalia et al. (2009). Human Development. New York, NY: McGraw – Hill International Edition

Rahayu,  N.D. (2019). Memaafkan dan komitmen pernikahan pada istri setelah diselingkuhi oleh suami. Jurnal Ilmiah Psikologi. 7(1). Diakses pada 11 Oktober 2019 dari http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/?p=2022

Tim CNN Indonesia. (2019, 11 September). Cerita cinta sehidup semati Habibie-Ainun. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2019 dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190911203900-284-429662/cerita-cinta-sehidup-semati-habibie-ainun