Dampak Buruk Junk Food Bagi Kesehatan

Dampak Buruk Junk Food Bagi Kesehatan

Junk Food mempunyai karakteristik yang tidak berbeda jauh dengan Fast Food yaitu cenderung disajikan dengan cepat, mudah didapatkan, serta memiliki harga yang relatif murah. Junk Food termasuk jenis makanan yang memiliki nilai gizi yang sangat rendah, bahkan terkadang tidak sama sekali mengandung gizi yang cukup bagi tubuh. Oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak perlu mengkonsumsi jenis makanan tersebut dengan jumlah yang banyak, bahkan jangan sampai dikonsumsi setiap hari oleh tubuh. Dibalik rasa yang enak, Junk Food sendiri memiliki dampak yang tidak bagus bagi kesehatan. Yuk simak dampak buruk yang disebabkan oleh Junk Food bagi kesehatan!

1. Menganggu Kinerja Otak 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of  Clinical Nutrition pada tahun 2011 menunjukkan bahwa orang sehat yang makan junk food hanya selama 5 hari menunjukkan hasil yang buruk pada tes kognitif yang mengukur perhatian, kecepatan, dan suasana hati. Sehingga bisa disimpulkan bahwa hanya dengan waktu 5 hari saja mengkonsumsi junk food secara terus-menerus dapat mengganggu daya ingat.

Junk Food memang sangat enak untuk dikonsumsi, selain rasa yang enak junk food juga bisa kita konsumsi secara cepat tanpa menunggu waktu yang lama. Kondisi seperti ini tentunya menjadi sesuatu yang disukai oleh generasi milenial yang sangat suka segala hal dengan instan. Akan tetapi nyatanya banyak efek yang tidak bagus bagi kesehatan tubuh, terutama bagi kesehatan otak yang masih diperlukan khususnya bagi anak-anak yang masih bersekolah dan perlu pengawasan yang lebih.

2. Meningkatkan Resiko Demensia

Dampak lain yang bisa terjadi akibat terlalu sering mengkonsumsi junk food secara berlebihan yaitu terjadinya peningkatan resiko demensia bagi lansia. Seperti yang kita ketahui insulin diproduksi di pankreas dan dapat membantu pengangkutan glukosa untuk bahan bakar tubuh. Selain itu, insulin juga diproduksi di otak yang memiliki manfaat untuk membantu membawa sinyal antara sel saraf serta membentuk ingatan. 

Sebuah studi yang dilakukan di Brown University menunjukkan bahwa terlalu banyak makanan berlemak dan yang manis-manis secara substansial dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Seperti dalam kasus diabetes tipe 2, dengan tingkat insulin yang lebih tinggi, otak berhenti merespons hormon ini dan menjadi resisten terhadapnya.

Hal ini dapat membatasi kemampuan Moms untuk berpikir, mengingat, atau membuat ingatan, sehingga meningkatkan risiko demensia.

3. Menyebabkan Perubahan Kimiawi yang Mengarah Pada Depresi

Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak sebenarnya mengubah aktivitas kimiawi otak sehingga lebih bergantung pada makanan tersebut. 

Selain itu, dengan mengonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji, kita bisa saja kehilangan nutrisi penting seperti asam amino triptofan, yang mana ini bisa mengarah pada peningkatan perasaan depresi.

4. Memiliki Efek Buruk Bagi Sistem Pernapasan

Kelebihan kalori dari junk food dapat menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini dapat menyebabkan obesitas. Melansir Healthline, obesitas meningkatkan risiko masalah pernapasan, termasuk asma dan sesak napas. 

Berat badan ekstra dapat memberi tekanan pada jantung dan paru-paru dan gejalanya mungkin muncul bahkan dengan sedikit tenaga. kita juga mungkin mengalami kesulitan bernapas saat berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga