Definisi 'Merokok Membunuhmu', Pria Ketabrak Kereta Karena Sebatduls!

Merokok membunuhmu! Itulah kalimat yang tertera disetiap bungkus rokok. Hal semacam itu kayak kita jebak tikus terus dijebakannya tertulis ini jebakan. Yang bodoh siapa? Yap tikusnya. Itu logika ya. Terus sekarang masalah rokok ini coba kita bicara antara logika dan ilmu pengetahuan. Logika aja dulu ya. Merokok bisa membunuhmu, dan teroris juga bisa membunuhmu. Tapi karena rokok bayar pajak atau ada bea cukai nya, meskipun tau rokok bisa membunuh tetap legal dan bebas tersebar luas.Nah terorisme gak bayar pajak jadi gak boleh, haram, dan diberantas mati-matian. Mungkin kalau teroris bayar pajak juga legal tuh nanti wkwk. just kidding. Sekarang secara ilmu pengetahuannya bahwa dalam rokok itu terkandung 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik. Seperti karbon monoksida, nikotin, tar, hidrogen sianida, benzena, arsenik, kadmium, dan masih banyak lagi yang dalam jangka panjang akan bisa membunuhmu.Anehnya meskipun masyarakat kita tahu kalau itu bisa membunuhnya, tetap aja dipakai, dihisap dengan santuy. Istilahnya sebatduls (sebatang dulu). Entah itu memang kebutuhan, keren-kerenan, budaya, atau bahkan hanya ikut-ikutan. Soalnya kalau dibilang budaya enggak juga. Soalnya ane punya temen bapaknya perokok, dan dia diwanti-wanti untuk tidak merokok seperti bapaknya. Nah kalau budaya mestinya anaknya juga boleh tuh ngerokok. Tapi nyatanya enggak.Terlepas dari itu kalimat 'merokok membunuhmu' bukan hanya jargon atau imbauan yang ada dibungkus rokok semata lho gan. Kalimat ini kemudian jadi real, nyata dan fakta setelah ada satu kejadian dimana seorang pria tertabrak kereta api karena duduk santai sambil merokok di rel kereta wkwk. Terdengar konyol sih tapi ini beneran terjadi lho.Jadi ini terjadi di rel kereta api gajayana tujuan jakarta pada 30 november lalu. kronologisnya ada seorang pria yang duduk santai sambil merokok di rel tersebut. Lalu ada warga yang mengingatkan kalau akan ada kereta lewat, tetapi pria ini tak menggubrisnya. Dan benar kereta tujuan jakarta itu benar-benar lewat dan naas menggilas pria tersebut. Inilah the real merokok membunuhmu gan.Bukan apa-apa ya, maksud ane kalau cuma mau ngerokok bisa kan duduk selain di tempat yang membahayakan kayak gitu. Misalnya di warung, di taman, atau mana kek gitu yang aman. Kan gak harus di rel kereta api juga. Mana pas jam keretanya lewat lagi. Namanya nantang maut itu mah. Akhirnya ya kata sponsor merokok membunuhmu itu beneran adanya hehe.Sekali lagi terlepas dari kejadian tersebut, ada baiknya kalau kita cari aman. Baik cari aman dari bahaya tertabrak kereta, atau cari aman dari bahaya rokok. Mau seaman apapun merokok, kalau di tengah kereta juga bakal kebunuh. Dan kalau sebahaya apapun di tengah rel kereta api, kalau sambil ngerokok juga bakal kebunuh wkwk.Oke segitu dulu untuk thread ane kali ini, thread ini sifatnya entertainment yang bersumber dari keresahan ane di lingkungan sosial dan sosial media ya gan. Kalau kurang informatif ya tolong dimaklumi. Kalau menyinggung ya mohon maaf. Terimakasih udah baca. Jumpa lagi di thread ane selanjutnya.Adblock test (Why?)

Definisi 'Merokok Membunuhmu', Pria Ketabrak Kereta Karena Sebatduls!
Merokok membunuhmu! Itulah kalimat yang tertera disetiap bungkus rokok. Hal semacam itu kayak kita jebak tikus terus dijebakannya tertulis ini jebakan. Yang bodoh siapa? Yap tikusnya. Itu logika ya. Terus sekarang masalah rokok ini coba kita bicara antara logika dan ilmu pengetahuan. Logika aja dulu ya. Merokok bisa membunuhmu, dan teroris juga bisa membunuhmu. Tapi karena rokok bayar pajak atau ada bea cukai nya, meskipun tau rokok bisa membunuh tetap legal dan bebas tersebar luas.Nah terorisme gak bayar pajak jadi gak boleh, haram, dan diberantas mati-matian. Mungkin kalau teroris bayar pajak juga legal tuh nanti wkwk. just kidding. Sekarang secara ilmu pengetahuannya bahwa dalam rokok itu terkandung 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik. Seperti karbon monoksida, nikotin, tar, hidrogen sianida, benzena, arsenik, kadmium, dan masih banyak lagi yang dalam jangka panjang akan bisa membunuhmu.Anehnya meskipun masyarakat kita tahu kalau itu bisa membunuhnya, tetap aja dipakai, dihisap dengan santuy. Istilahnya sebatduls (sebatang dulu). Entah itu memang kebutuhan, keren-kerenan, budaya, atau bahkan hanya ikut-ikutan. Soalnya kalau dibilang budaya enggak juga. Soalnya ane punya temen bapaknya perokok, dan dia diwanti-wanti untuk tidak merokok seperti bapaknya. Nah kalau budaya mestinya anaknya juga boleh tuh ngerokok. Tapi nyatanya enggak.Terlepas dari itu kalimat 'merokok membunuhmu' bukan hanya jargon atau imbauan yang ada dibungkus rokok semata lho gan. Kalimat ini kemudian jadi real, nyata dan fakta setelah ada satu kejadian dimana seorang pria tertabrak kereta api karena duduk santai sambil merokok di rel kereta wkwk. Terdengar konyol sih tapi ini beneran terjadi lho.Jadi ini terjadi di rel kereta api gajayana tujuan jakarta pada 30 november lalu. kronologisnya ada seorang pria yang duduk santai sambil merokok di rel tersebut. Lalu ada warga yang mengingatkan kalau akan ada kereta lewat, tetapi pria ini tak menggubrisnya. Dan benar kereta tujuan jakarta itu benar-benar lewat dan naas menggilas pria tersebut. Inilah the real merokok membunuhmu gan.Bukan apa-apa ya, maksud ane kalau cuma mau ngerokok bisa kan duduk selain di tempat yang membahayakan kayak gitu. Misalnya di warung, di taman, atau mana kek gitu yang aman. Kan gak harus di rel kereta api juga. Mana pas jam keretanya lewat lagi. Namanya nantang maut itu mah. Akhirnya ya kata sponsor merokok membunuhmu itu beneran adanya hehe.Sekali lagi terlepas dari kejadian tersebut, ada baiknya kalau kita cari aman. Baik cari aman dari bahaya tertabrak kereta, atau cari aman dari bahaya rokok. Mau seaman apapun merokok, kalau di tengah kereta juga bakal kebunuh. Dan kalau sebahaya apapun di tengah rel kereta api, kalau sambil ngerokok juga bakal kebunuh wkwk.Oke segitu dulu untuk thread ane kali ini, thread ini sifatnya entertainment yang bersumber dari keresahan ane di lingkungan sosial dan sosial media ya gan. Kalau kurang informatif ya tolong dimaklumi. Kalau menyinggung ya mohon maaf. Terimakasih udah baca. Jumpa lagi di thread ane selanjutnya.Adblock test (Why?)