Diduga Akibat Malapraktik, Kepala Bayi Nyangkut di Rahim Ibu Saat Persalinan

Kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai menjadikan Pakistan negara dengan angka kematian bayi yang relatif tertinggi di Asia.Seorang perempuan di daerah pedesaan Pakistan mengalami masalah selama proses persalinan. Akibatnya, nyawa bayi tak terselamatkan dan kepalanya tersangkut di rahim. Insiden ini menyoroti pelayanan kesehatan yang kurang memadai bagi ibu hamil dan melahirkan di negara tersebut.Perempuan itu melahirkan bayinya yang meninggal dalam kandungan pekan lalu di sebuah rumah sakit amal di distrik Tharparkar. Posisi bayi sungsang, atau kepalanya berada di bagian atas, sehingga sulit dikeluarkan. Tim dokter akhirnya memisahkan tubuh bayi, dan membiarkan kepalanya di dalam rahim. Usut punya usut, proses persalinan ini dilakukan tanpa bantuan dokter kandungan.Iklan“Kepala bayi nyangkut setelah badannya keluar. Hal ini bisa terjadi karena persalinannya ditangani orang yang tidak berpengalaman,” terang pejabat tinggi kesehatan provinsi Sindh dalam pernyataan resminya pada Sabtu.Konten ViralDemi Panen Views, TikToker di Pakistan Sampai Nekat Membakar HutanRimal Farrukh19.5.22Keselamatan sang ibu terancam, tapi dia harus dilarikan ke rumah sakit lain lantaran dokter tidak berhasil mengeluarkan kepala bayinya. Mereka harus menempuh satu jam perjalanan hingga mencapai rumah sakit rujukan yang berjarak 82 kilometer jauhnya.Namun, setibanya di sana, rumah sakit tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengoperasi ibu. Ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit lain di kota Hyderabad, yang berjarak nyaris 215 kilometer. Barulah di sana, ia mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. Menurut tim dokter, mereka mengeluarkan kepala bayi dengan jalur operasi perut lantaran rahim sang ibu pecah.“Sang ibu sekarang dalam masa pemulihan,” ujar pejabat dinas kesehatan distrik Tharparkar Dr. Greesh saat dimintai keterangan oleh VICE World News. Dr. Greesh merupakan anggota komite resmi yang menyelidiki rantai kegagalan medis yang membahayakan nyawa perempuan itu. Pakistan memiliki angka kematian bayi tertinggi di Asia Selatan. Menurut UNICEF, negara itu mencatat 54 kematian bayi per 1.000 kelahiran, dua kali lipat lebih tinggi dari negara tetangga India dan setidaknya 10 kali lipat lebih tinggi dari negara maju. Walaupun telah mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir, ada perbedaan mencolok antara daerah perkotaan dan pedesaan.BudayaProfesi Dukun Beranak, Mencoba Bertahan dari Terpaan ZamanIqbal Kusumadirezza30.4.211,6 juta penduduk Tharparkar tidak mendapat infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang memadai, serta sering mengalami kekeringan dan kelaparan. Hal ini disebabkan oleh letak wilayahnya yang terpencil dan jauh dari kota-kota besar. Di sana, hanya 16 persen persalinan yang ditangani dokter, perawat, bidan atau tenaga ahli lainnya.“Dokter spesialis dan ginekolog enggan mendatangi wilayah ini karena keterbelakangannya,” jurnalis kesehatan Muhammad Waqar Bhatti di Karachi memberi tahu VICE World News. “Pemerintah perlu melakukan upaya untuk meningkatkan tenaga dan fasilitas kesehatan di wilayah itu agar tragedi semacam ini tak lagi terulang di masa depan.”Follow Rimal Farrukh di Twitter.

Diduga Akibat Malapraktik, Kepala Bayi Nyangkut di Rahim Ibu Saat Persalinan
Kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai menjadikan Pakistan negara dengan angka kematian bayi yang relatif tertinggi di Asia.Seorang perempuan di daerah pedesaan Pakistan mengalami masalah selama proses persalinan. Akibatnya, nyawa bayi tak terselamatkan dan kepalanya tersangkut di rahim. Insiden ini menyoroti pelayanan kesehatan yang kurang memadai bagi ibu hamil dan melahirkan di negara tersebut.Perempuan itu melahirkan bayinya yang meninggal dalam kandungan pekan lalu di sebuah rumah sakit amal di distrik Tharparkar. Posisi bayi sungsang, atau kepalanya berada di bagian atas, sehingga sulit dikeluarkan. Tim dokter akhirnya memisahkan tubuh bayi, dan membiarkan kepalanya di dalam rahim. Usut punya usut, proses persalinan ini dilakukan tanpa bantuan dokter kandungan.Iklan“Kepala bayi nyangkut setelah badannya keluar. Hal ini bisa terjadi karena persalinannya ditangani orang yang tidak berpengalaman,” terang pejabat tinggi kesehatan provinsi Sindh dalam pernyataan resminya pada Sabtu.Konten ViralDemi Panen Views, TikToker di Pakistan Sampai Nekat Membakar HutanRimal Farrukh19.5.22Keselamatan sang ibu terancam, tapi dia harus dilarikan ke rumah sakit lain lantaran dokter tidak berhasil mengeluarkan kepala bayinya. Mereka harus menempuh satu jam perjalanan hingga mencapai rumah sakit rujukan yang berjarak 82 kilometer jauhnya.Namun, setibanya di sana, rumah sakit tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengoperasi ibu. Ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit lain di kota Hyderabad, yang berjarak nyaris 215 kilometer. Barulah di sana, ia mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. Menurut tim dokter, mereka mengeluarkan kepala bayi dengan jalur operasi perut lantaran rahim sang ibu pecah.“Sang ibu sekarang dalam masa pemulihan,” ujar pejabat dinas kesehatan distrik Tharparkar Dr. Greesh saat dimintai keterangan oleh VICE World News. Dr. Greesh merupakan anggota komite resmi yang menyelidiki rantai kegagalan medis yang membahayakan nyawa perempuan itu. Pakistan memiliki angka kematian bayi tertinggi di Asia Selatan. Menurut UNICEF, negara itu mencatat 54 kematian bayi per 1.000 kelahiran, dua kali lipat lebih tinggi dari negara tetangga India dan setidaknya 10 kali lipat lebih tinggi dari negara maju. Walaupun telah mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir, ada perbedaan mencolok antara daerah perkotaan dan pedesaan.BudayaProfesi Dukun Beranak, Mencoba Bertahan dari Terpaan ZamanIqbal Kusumadirezza30.4.211,6 juta penduduk Tharparkar tidak mendapat infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang memadai, serta sering mengalami kekeringan dan kelaparan. Hal ini disebabkan oleh letak wilayahnya yang terpencil dan jauh dari kota-kota besar. Di sana, hanya 16 persen persalinan yang ditangani dokter, perawat, bidan atau tenaga ahli lainnya.“Dokter spesialis dan ginekolog enggan mendatangi wilayah ini karena keterbelakangannya,” jurnalis kesehatan Muhammad Waqar Bhatti di Karachi memberi tahu VICE World News. “Pemerintah perlu melakukan upaya untuk meningkatkan tenaga dan fasilitas kesehatan di wilayah itu agar tragedi semacam ini tak lagi terulang di masa depan.”Follow Rimal Farrukh di Twitter.