Dihamili Pria Penuh Tato, Janda di Ngawi Lahirkan Bayi di Kamar Mandi

SuaraJatim.id - Warga Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur baru saja dibuat geger. Seorang perempuan berinisial DS (19) melahirkan di dalam kamar mandi tanpa bantuan medis. Peristiwa itu diketahui setelah Suwardi (70), yang merupakan kakek dari DS, sekitar pukul 19.00 WIB, Senin (1/6/2020) melihat seorang pria di rumah cucunya sambil menggendong bayi yang masih berwarna merah. Sontak Suwardi langsung melaporkan hal tersebut kepada perangkat desa setempat dan warga sekitar. Setelah mendatangi lokasi pria yang menggendong bayi dan tubuh penuh tato langsung digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Setelah dilakukan penyelidikan dan memintai keterangan yang bersangkutan, ternyata bayi itu merupakan hasil hubungan gelap antara pria dengan perempuan DS, dan saat dilahirkan sengaja tidak melalui bidan karena DS tidak mau mengakui bayi tersebut sebagai anaknya dengan alasan untuk menutupi aib. "Benar adanya bahwa yang bersangkutan mengakui bayi tersebut dilahirkan di kamar mandi sekitar pukul 14.00 WIB, dan bayi itu merupakan hasil hubungan gelap yang dilakukan mereka berdua," ujar Kapolsek Paron, Iptu Suyitno, sebagaimana dilansir Suaraindonesia.co.id (jaringan Suara.com).

Dihamili Pria Penuh Tato, Janda di Ngawi Lahirkan Bayi di Kamar Mandi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SuaraJatim.id - Warga Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur baru saja dibuat geger. Seorang perempuan berinisial DS (19) melahirkan di dalam kamar mandi tanpa bantuan medis.

Peristiwa itu diketahui setelah Suwardi (70), yang merupakan kakek dari DS, sekitar pukul 19.00 WIB, Senin (1/6/2020) melihat seorang pria di rumah cucunya sambil menggendong bayi yang masih berwarna merah.

Sontak Suwardi langsung melaporkan hal tersebut kepada perangkat desa setempat dan warga sekitar. Setelah mendatangi lokasi pria yang menggendong bayi dan tubuh penuh tato langsung digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Setelah dilakukan penyelidikan dan memintai keterangan yang bersangkutan, ternyata bayi itu merupakan hasil hubungan gelap antara pria dengan perempuan DS, dan saat dilahirkan sengaja tidak melalui bidan karena DS tidak mau mengakui bayi tersebut sebagai anaknya dengan alasan untuk menutupi aib.

"Benar adanya bahwa yang bersangkutan mengakui bayi tersebut dilahirkan di kamar mandi sekitar pukul 14.00 WIB, dan bayi itu merupakan hasil hubungan gelap yang dilakukan mereka berdua," ujar Kapolsek Paron, Iptu Suyitno, sebagaimana dilansir Suaraindonesia.co.id (jaringan Suara.com).

Menurut Iptu Suyitno, bahwa pria yang berinisial MH warga Klaten ini berkenalan dengan DS saat MH bekerja di pasar malam lapangan Teguhan Paron, dari perkenalannya terus berlanjut kemudian saling suka hingga terjadilah hubungan di luar nikah.

"Hingga hamil dan terjadi peristiwa ini," katanya.

Suwardi kakek DS saat ditanya soal status cucunya mengaku bahwa DS merupakan janda anak satu, dan tragisnya proses kelahiran di kamar mandi, ari-ari sang bayi dipotong sendiri oleh DS.

Kini kasus ini terus didalami oleh anggota Polsek Paron, dan kondisi DS beserta bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Teguhan Paron.

Let's block ads! (Why?)