Dukung UMKM, Pemprov DIY Pamerkan Ragam Budaya di Jakarta

Pembukaan stan tersebut diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Yogyakarta untuk mendukung para pelaku UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Selain itu, stan Pemprov DIY juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya khas Yogyakarta kepada pengunjung Jakarta Fair. “Bagus sih menurut kami tujuannya untuk mencoba mengangkat hasil karya dari anak negeri, terutama Yogyakarta. Bagaimana mereka bisa mengeksplor semua karya karyanya,” kata Penanggung Jawab Stan Pemprov DIY, Bedjo. Ada beragam produk unggulan dari kebudayaan khas Yogyakarta yang  dipamerkan, dari mulai pakaian, aksesoris, hingga kuliner. Beberapa diantaranya ada  Batik Cecek yang mengadopsi desain kontemporer, kerajinan tangan yang terbuat dari  kulit, blangkon, wayangkulit, hingga aksesoris seperti kalung dan gelang. “Dari sector kuliner, ada bakpia, jelas itu menjadi ikonnya Yogyakarta, lalu ada  juga Oseng-oseng Mercon Bu Narti yang menjadi legenda di Yogyakarta, kemudian ada minuman tradisionalnya yaitu wedang uwuh, macam-macam pokoknya,” lanjutBedjo. Bedjo mengatakan, karena Jakarta Fair berlangsung selama 39 hari, maka pihak Disperindag Yogyakarta membagi pameran tersebut menjadi empat kloter, dengan tujuan untuk menampung lebih banyak UMKM. “Para UMKM ini binaan dari Disperindag Yogyakarta, untuk mengangkat  (kesejahteraan) semua. Karena Jakarta Fair ini 39 hari dan pengrajinnya begitubanyak,  maka dibagi menjadi empat kloter, satu kloter terdiri dari 10 orang yang masing-masing  10 hari,” katanya. Para pengunjung Jakarta Fair pun terlihat sangat antusias untuk menghadiri stan  milik Pemprov DIY tersebut. Sebab, kebudayaan khas Yogyakarta sangat unik sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk datang. “Sangat antusias sekali dan sangat mengapresiasi, beberapa kali kita buka stan di  Jakarta Fair, pengunjung selalu cari stan Yogyakarta, karena banyak keunikan dan hal  yang menarik. Selain karena kotanya yang ngangenin, ada juga memori dan kesan tersendiri di Yogyakarta,” tandas Bedjo. Bagipengunjung Jakarta Fair dapat menjumpai beragam kebudayaan khas  Yogyakarta di Hall C2 arena JIEXPO Kemayoran. Bahkan, pengunjung diberi kesempatan untuk praktik langsung membuat aksesoris hasil kerajinan tangan seperti produk kalung, liontin, cincin, dan lain sebagainya

Dukung UMKM, Pemprov DIY Pamerkan Ragam Budaya di Jakarta
Dukung UMKM, Pemprov DIY Pamerkan Ragam Budaya di Jakarta | Reported By : Irfantraveller | Reported By : Irfantraveller Total Views : 9 Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) menghadirkan stan untuk memamerkan beragam kebudayaan khas Yogyakarta di pameran terbesar se-Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran Pembukaan stan tersebut diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Yogyakarta untuk mendukung para pelaku UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Selain itu, stan Pemprov DIY juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya khas Yogyakarta kepada pengunjung Jakarta Fair.  “Bagus sih menurut kami tujuannya untuk mencoba mengangkat hasil karya dari anak negeri, terutama Yogyakarta. Bagaimana mereka bisa mengeksplor semua karya karyanya,” kata Penanggung Jawab Stan Pemprov DIY, Bedjo.  Ada beragam produk unggulan dari kebudayaan khas Yogyakarta yang  dipamerkan, dari mulai pakaian, aksesoris, hingga kuliner. Beberapa diantaranya ada  Batik Cecek yang mengadopsi desain kontemporer, kerajinan tangan yang terbuat dari  kulit, blangkon, wayangkulit, hingga aksesoris seperti kalung dan gelang.  “Dari sector kuliner, ada bakpia, jelas itu menjadi ikonnya Yogyakarta, lalu ada  juga Oseng-oseng Mercon Bu Narti yang menjadi legenda di Yogyakarta, kemudian ada minuman tradisionalnya yaitu wedang uwuh, macam-macam pokoknya,” lanjutBedjo.  Bedjo mengatakan, karena Jakarta Fair berlangsung selama 39 hari, maka pihak Disperindag Yogyakarta membagi pameran tersebut menjadi empat kloter, dengan tujuan untuk menampung lebih banyak UMKM.  “Para UMKM ini binaan dari Disperindag Yogyakarta, untuk mengangkat  (kesejahteraan) semua. Karena Jakarta Fair ini 39 hari dan pengrajinnya begitubanyak,  maka dibagi menjadi empat kloter, satu kloter terdiri dari 10 orang yang masing-masing  10 hari,” katanya.  Para pengunjung Jakarta Fair pun terlihat sangat antusias untuk menghadiri stan  milik Pemprov DIY tersebut. Sebab, kebudayaan khas Yogyakarta sangat unik sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk datang.  “Sangat antusias sekali dan sangat mengapresiasi, beberapa kali kita buka stan di  Jakarta Fair, pengunjung selalu cari stan Yogyakarta, karena banyak keunikan dan hal  yang menarik. Selain karena kotanya yang ngangenin, ada juga memori dan kesan tersendiri di Yogyakarta,” tandas Bedjo.  Bagipengunjung Jakarta Fair dapat menjumpai beragam kebudayaan khas  Yogyakarta di Hall C2 arena JIEXPO Kemayoran. Bahkan, pengunjung diberi kesempatan untuk praktik langsung membuat aksesoris hasil kerajinan tangan seperti produk kalung, liontin, cincin, dan lain sebagainya