Efek Pandemi Corona, Bank OCBC NISP Pangkas Traget Pertumbuhan Kredit

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini. Imbas pandemi virus corona (Covid-19), PT Bank OCBC NISP Tbk memutuskan untuk merevisi target penyaluran kredit tahun ini. Pasalnya, pandemi corona telah melemahkan hampir seluruh sektor, sehingga permintaan kredit akan melambat. Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menjelaskan, jika berkaca pada kondisi saat ini maka perusahaan harus realistis. Meski, secara umum tidak ada sektor yang memberatkan kinerja, permintaan kredit kemungkinan besar akan turun tajam selama beberapa waktu mendatang. "Karena alasan itulah, kami memutuskan merevisi target penyaluran kredit, dari sebelumnya diharapkan tumbuh 7-9% menjadi 0-5% tahun ini," kata Parwati, melalui video conference, Jumat (8/5). Dari sisi likuiditas, Bank OCBC NISP menyatakan kondisi saat ini masih solid, dengan level loan to deposit ratio (LDR) yang tergolong aman, yakni 89,9%. Sementara, rasio loan to funding ratio (LFR) juga masih di bawah 100%, yakni sebesar 87,3%. Selain itu, kesehatan keuangan Bank OCBC NISP juga masih terjaga, terlihat dari rasio kecukupan modal sebesar 18,8%. Kesehatan keuangan ini, juga ditunjukkan oleh besaran liquidity coverage ratio (LCR) kuartal I 2020 yang mencapai 156,2%. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan Bank OCBC NISP pun cukup besar pada kuartal I 2020, yakni Rp 123,9 triliun. Besaran DPK ini meningkat 5,4% dibandingkan DPK kuartal I 2019 yang sebesar Rp 117,5 triliun. (Baca: Pertahankan Fungsi Intermediasi, LDR Bank OCBC NISP 89,9 Persen) Perseroan pun masih memiliki ruang untuk penerbitan obligasi sebesar Rp 7 triliun. Namun, Parwati menyebut, fasilitas obligasi belum akan digunakan untuk penguatan likuiditas, karena kemampuan likuiditas saat ini masih mumpuni. Untuk strategi kuartal II 2020, Bank OCBC NISP masih mencermati perkembangan penanganan pandemi corona dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Sementara, penyaluran kredit difokuskan pada sektor-sektor yang masih mencatatkan pertumbuhan. "Kami tetap optimistis, karena masih ada sektor-sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi corona, yang membutuhkan modal kerja," ujarnya. Dari sisi kinerja, sepanjang kuartal I 2020 Bank OCBC NISP mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp 1,66 triliun, naik 7,98% dibanding kuartal I 2019. Kinerja perseroan juga diuntungkan dengan lonjakan pendapatan operasional lainnya, sebesar 57,76% menjadi Rp 718,6 miliar. Berkat kinerja positif ini, sepanjang kuartal I 2020 Bank OCBC NISP mampu meraup laba sebesar Rp 791 miliar, naik 3,4% dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar Rp 765 miliar. (Baca: OCBC NISP Tak Bagikan Lagi Dividen Tahun Ini ) Let's block ads! (Why?)

Efek Pandemi Corona, Bank OCBC NISP Pangkas Traget Pertumbuhan Kredit
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Imbas pandemi virus corona (Covid-19), PT Bank OCBC NISP Tbk memutuskan untuk merevisi target penyaluran kredit tahun ini. Pasalnya, pandemi corona telah melemahkan hampir seluruh sektor, sehingga permintaan kredit akan melambat.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menjelaskan, jika berkaca pada kondisi saat ini maka perusahaan harus realistis. Meski, secara umum tidak ada sektor yang memberatkan kinerja, permintaan kredit kemungkinan besar akan turun tajam selama beberapa waktu mendatang.

"Karena alasan itulah, kami memutuskan merevisi target penyaluran kredit, dari sebelumnya diharapkan tumbuh 7-9% menjadi 0-5% tahun ini," kata Parwati, melalui video conference, Jumat (8/5).

Dari sisi likuiditas, Bank OCBC NISP menyatakan kondisi saat ini masih solid, dengan level loan to deposit ratio (LDR) yang tergolong aman, yakni 89,9%. Sementara, rasio loan to funding ratio (LFR) juga masih di bawah 100%, yakni sebesar 87,3%.

Selain itu, kesehatan keuangan Bank OCBC NISP juga masih terjaga, terlihat dari rasio kecukupan modal sebesar 18,8%. Kesehatan keuangan ini, juga ditunjukkan oleh besaran liquidity coverage ratio (LCR) kuartal I 2020 yang mencapai 156,2%.

Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan Bank OCBC NISP pun cukup besar pada kuartal I 2020, yakni Rp 123,9 triliun. Besaran DPK ini meningkat 5,4% dibandingkan DPK kuartal I 2019 yang sebesar Rp 117,5 triliun.

(Baca: Pertahankan Fungsi Intermediasi, LDR Bank OCBC NISP 89,9 Persen)

Perseroan pun masih memiliki ruang untuk penerbitan obligasi sebesar Rp 7 triliun. Namun, Parwati menyebut, fasilitas obligasi belum akan digunakan untuk penguatan likuiditas, karena kemampuan likuiditas saat ini masih mumpuni.

Untuk strategi kuartal II 2020, Bank OCBC NISP masih mencermati perkembangan penanganan pandemi corona dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Sementara, penyaluran kredit difokuskan pada sektor-sektor yang masih mencatatkan pertumbuhan.

"Kami tetap optimistis, karena masih ada sektor-sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi corona, yang membutuhkan modal kerja," ujarnya.

Dari sisi kinerja, sepanjang kuartal I 2020 Bank OCBC NISP mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp 1,66 triliun, naik 7,98% dibanding kuartal I 2019. Kinerja perseroan juga diuntungkan dengan lonjakan pendapatan operasional lainnya, sebesar 57,76% menjadi Rp 718,6 miliar.

Berkat kinerja positif ini, sepanjang kuartal I 2020 Bank OCBC NISP mampu meraup laba sebesar Rp 791 miliar, naik 3,4% dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar Rp 765 miliar.

(Baca: OCBC NISP Tak Bagikan Lagi Dividen Tahun Ini )

Let's block ads! (Why?)