Eropa Makin Ngeri, Jerman Kini Teriak "Waspada"

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman krisis energi kini makin nyata di Jerman. Kamis (23/6/2022), Negeri Panser menaikkan status darurat energinya ke level "waspada". Ini dilakukan seiring pengurangan pasokan gas Rusia baru-baru ini. Kremlin memangkas gas yang dialirkan melalui pipa Nord Stream 1 hingga 60%. Jerman sendiri sangat bergantung dengan impor energi Rusia. Moskow berdalih pengurangan terkait masalah teknis karena dampak sanksi Barat. Namun Jerman melihat lain. Gas, disebut sudah dijadikan senjata oleh Rusia sebagai pembalasan sanksi. "Gas sekarang menjadi komoditas langka di Jerman," kata Menteri Ekonomi Robert Habeck kepada wartawan, dikutip AFP. "Kita berada di dalam krisis gas .. Ini akan mempengaruhi produksi industri dan menjadi beban utama bagi banyak konsumen. Ini kejutan eksternal," tambahnya dimuat CNBC International. "Rusia menggunakan gas 'sebagai senjata' melawan Jerman sebagai pembalasan atas dukungan Barat untuk Ukraina setelah invasi Moskow," ujarnya lagi. Jerman sendiri memiliki tiga fase darurat energi. Fase pertama sudah diumumkan 30 Maret lalu, sebulan setelah Rusia menyerang Ukraina. Untuk memenuhi kebutuhan energinya, Jerman juga telah menghidupkan kembali PLTU Batu bara. Meski di 2030 negara itu berencana menghapus sumber energi paling intensif karbon itu. Eropa juga tengah gelo mencari sumber lain berupa LNG. Sejumlah negara dibidik termasuk Amerika Serikat (AS) dan Qatar. [Gambas:Video CNBC] Artikel Selanjutnya Stop Pasokan Gas Rusia, Jerman Bisa Dihantam Resesi Adblock test (Why?)

Eropa Makin Ngeri, Jerman Kini Teriak "Waspada"
Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman krisis energi kini makin nyata di Jerman. Kamis (23/6/2022), Negeri Panser menaikkan status darurat energinya ke level "waspada". Ini dilakukan seiring pengurangan pasokan gas Rusia baru-baru ini. Kremlin memangkas gas yang dialirkan melalui pipa Nord Stream 1 hingga 60%. Jerman sendiri sangat bergantung dengan impor energi Rusia. Moskow berdalih pengurangan terkait masalah teknis karena dampak sanksi Barat. Namun Jerman melihat lain. Gas, disebut sudah dijadikan senjata oleh Rusia sebagai pembalasan sanksi. "Gas sekarang menjadi komoditas langka di Jerman," kata Menteri Ekonomi Robert Habeck kepada wartawan, dikutip AFP. "Kita berada di dalam krisis gas .. Ini akan mempengaruhi produksi industri dan menjadi beban utama bagi banyak konsumen. Ini kejutan eksternal," tambahnya dimuat CNBC International. "Rusia menggunakan gas 'sebagai senjata' melawan Jerman sebagai pembalasan atas dukungan Barat untuk Ukraina setelah invasi Moskow," ujarnya lagi. Jerman sendiri memiliki tiga fase darurat energi. Fase pertama sudah diumumkan 30 Maret lalu, sebulan setelah Rusia menyerang Ukraina. Untuk memenuhi kebutuhan energinya, Jerman juga telah menghidupkan kembali PLTU Batu bara. Meski di 2030 negara itu berencana menghapus sumber energi paling intensif karbon itu. Eropa juga tengah gelo mencari sumber lain berupa LNG. Sejumlah negara dibidik termasuk Amerika Serikat (AS) dan Qatar. [Gambas:Video CNBC] Artikel Selanjutnya Stop Pasokan Gas Rusia, Jerman Bisa Dihantam Resesi Adblock test (Why?)