Fanboy Kpop, Seorang Banci

Fanboy Kpop, Seorang Banci
photo by : TribunJatim
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Seorang laki-laki yang menyukai Kpop di Indonesia adalah suatu hal yang wajar dan tidak dapat dikatakan banci, kemayu, dan feminin. Karena tidak ada salahnya seorang laki-laki menyukai lagu-lagu dan mengidolakan boyband atau girlband dari negeri ginseng tesebut. Namun, beberapa nonkpopers menilai laki-laki yang menyukai kpop adalah seseorang yang kemayu. Padahal siapa saja bisa memilih hal untuk disukai yang mereka anggap menyenangkan hati. Akan tetapi, ucapan yang dilontarkan para nonkpopers sangatlah tidak pantas. Kalangan nonkpopers menghujat seorang fanboy Kpop hanya melihat dari sisi cara berpakaiannya saja yang menyerupai seorang perempuan. Menurut saya fanboy Kpop adalah seorang laki-laki yang menyukai hal-hal yang berbau dengan Korea. Pada dasarnya tergantung dari dirinya sendiri dan bagaimana prinsip hidupnya walaupun laki-laki itu mengikuti cara berpakaian idolanya, memang kebanyakan fanboy Kpop juga cenderung mengikuti idolanya.

 

Kalangan nonkpopers  menghujat seorang fanboy Kpop sebagai laki-laki kemayu yang disebabkan cara berpakaiannya. Justru itu secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka terinspirasi dengan cara berpakaian idolanya. Kembali lagi kepada selera seseorang juga berbeda-beda, jadi tidaklah salah ketika mereka mengikuti trend fashion yang dianggap seperti busana wanita. Sebenarnya, memang seperti itu trend fashion dan style yang mereka gunakan di sana. Lagipula, hal itu juga sama sekali tidak ada hubungannya antara selera musik dengan maskulinitas seorang laki-laki. Sementara itu, menurut salah satu fanboy bernama William Virgo yang diwawancarai oleh kumparan mengatakan bahwa, “Lagu itu punya genre masing-masing, menyukai musik itu enggak melihat gender”. Oleh karena itu janganlah dengan mudah melihat seseorang dari kulit luar semata.

 

Sedangkan, fanboy Kpop pasti juga memiliki prinsip hidupnya masing-masing walaupun ia mengikuti idolanya. Lagipula fanboy yang idolanya cowok itu tidak masalah dan wajar-wajar saja. Sebagai contohnya adalah Cristiano Ronaldo memiliki fans yang kebanyakan laki-laki dan tak lantas fanboy Cristiano Ronaldo sudah pasti banci hanya karena idolanya laki-laki. “Padahal kekaguman dan ketertarikan seseorang tidak selalu bersifat seksual. Bisa saja kagum dengan bakat, sikap, semangat serta kerja keras mereka. Sungguh adalah keniscayaan untuk mengagumi individu-individu kalangan idola Kpop,” tutur salah satu fanboy.

 

Tidak semua fanboy Kpop itu tidak memiliki sisi yang feminin. Beberapa laki-laki memang ada seperti, saat sedang dance cover badannya terlihat lentur seperti perempuan saat ia menari. Seperti yang kita ketahui boyband Korea terkenal dengan penampilan maskulin dan sweet. Namun, hal ini langsung dibantah oleh Ocha Kaunang yang diwawancarai oleh Tribun Pontianak, menurutnya, “Ya awalnya boyband Korea dianggap terlalu feminin. Terutama banyak dari mereka yang melakukan perawatan seperti perempuan dibalik itu semua masih banyak kok boyband Korea miliki penampilan cool”. Sambung fanboy lain bernama Valesto yang mengatakan, “Boyband yang dianggap miliki sifat feminin itu sebenarnya tuntutan dari agency, diluar itu semua mereka sama seperti cowok pada umumnya”.

 

Dari beberapa fakta yang diungkapkan di atas seharusnya kita tidak lagi memandang fanboy Kpop sebagai laki-laki yang kemayu, feminin, atau bahkan banci walaupun ia menyukai boyband dan mengikuti cara berpakaian seperti idolanya yang dianggap feminin bukanlah sebuah masalah. Justru kehadiran fanboy dalam acara musik Kpop juga menambah keseruan  pertunjukkan. Para boyband bahkan banyak yang ingat dengan wajah penggemar mereka yang pria karena muncul diantara ratusan fans wanita. Menikmati musik memang tidak memandang gender. Menjadi fans dalam sebuah grup juga tidaklah mudah. Butuh dedikasi untuk memberikan cinta dan kesungguhan dalam mendukung siapa yang mereka sukai.

 

Daftar Referensi :

 

Nurani, N. & Sadino, A. Lika-Liku Jadi Fanboy di Dunia Kpop. Diakses pada 13 November 2018 melalui https://kumparan.com/@kumparankpop/lika-liku-jadi-fanboy-di-dunia-kpop

Pangarepo, A.S.A. & Siwi, L.S. KFans Pontianak Ubah Image Boyband Kpop Lewat Fanboy. Diakses pada 24 November 2018 melalui http://pontianak.tribunnews.com/2018/03/03/kfans-pontianak-ubah-image-boyband-kpop-lewat-fanboy

Susilo, R. Cerita Seorang Fanboy Kpop Melawan Stigma. Diakses pada 20 November 2018 melalui https://mojok.co/rts/esai/cerita-fanboy-kpop-melawan-stigma/