Foto: Bersiap Vaksinasi Virus Corona dengan Simulasi

Beberapa perusahaan dan lembaga farmasi sebentar lagi menyelesaikan uji klinis tahap tiga vaksin virus corona.  Kemungkinannya, anti virus itu bisa diedarkan ke masyarakat akhir tahun ini atau awal tahun depan. Untuk itu, pemerintah mulai menggelar simulasi vaksinasi. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan simulasi vaksinasi Covid-19 penting untuk menunjang pelaksanaannya oleh petugas medis. "Pak Wali Kota dan WHO juga ikut memantau supaya orisinalitas kita dalam melakukan simulasi sesuai fakta," kata Terawan, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (18/11/2020). Selain itu, simulasi untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tak takut divaksin. "Supaya tidak kagok dalam istilah Jawa, tidak gagap. Dan kita lakukan latihan terus," ujarnya.  Terkait jenis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, menurut Terawan, akan diambil dari yang masuk dalam daftar WHO. "Apa yang paling rasional untuk dibeli" kata Terawan. Selama vaksin belum tersedia, pemerintah meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ketika beraktivitas di luar rumah, orang-orang mesti memakai masker, menjaga jarak dengan menjauhi kerumunan, dan sering mencuci tangan. Menurut Satgas Penanganan Covid-19, memakai masker ampuh untuk menekan penyebaran pandemi ini lebih dari 70 %. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/pras. Tim medis melakukan penanganan terhadap pasien dalam persiapan simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal I, Badung, Bali, Senin (5/10/2020). Kementerian Kesehatan melakukan kunjungan dan survei untuk melihat kesiapan puskesmas tersebut sebagai lokasi layanan vaksinasi COVID-19 serta menggelar simulasi pada Selasa (6/10). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc. Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) melihat proses simulasi ujicoba vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10/2020). Simulasi di puskesmas tersebut dilakukan setelah ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan ujicoba vaksinasi COVID-19 dengan memastikan kesiapan mulai dari alur proses vaksinasi, tenaga kesehatan, observasi, penerapan protokol kesehatan dan jalur khusus ke Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/pras. Tim medis melakukan penanganan terhadap pasien dalam persiapan simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal I, Badung, Bali, Senin (5/10/2020). Kementerian Kesehatan melakukan kunjungan dan survei untuk melihat kesiapan puskesmas tersebut sebagai lokasi layanan vaksinasi COVID-19 serta menggelar simulasi pada Selasa (6/10). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc. Tim medis menyuntikkan vaksin kepada sejumlah warga dalam simulasi uji coba vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal I, Badung, Bali, Selasa (6/10/2020). Simulasi uji coba vaksinasi COVID-19 yang diikuti puluhan warga tersebut untuk mengukur kesiapan dan kesigapan para tim medis di puskesmas itu yang rencananya dikunjungi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada awal tahun depan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc. Tim medis memeriksa tensi warga dengan komorbid dalam simulasi uji coba vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal I, Badung, Bali, Selasa (6/10/2020). Simulasi uji coba vaksinasi COVID-19 yang diikuti puluhan warga tersebut untuk mengukur kesiapan dan kesigapan para tim medis di puskesmas itu yang rencananya dikunjungi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada awal tahun depan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) melihat petugas kesehatan melakukan simulasi vaksin COVID-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). Pemerintah Kota Depok menggelar simulasi vaksin COVID-19 dilakukan sesuai standar oprasional prosedur (SOP) dalam rangka persiapan vaksinasi yang rencananya akan dilaksanakan bulan November 2020. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Dalam kunjungannya, Jokowi meninjau satu persatu tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19, dan juga meminta pada saat pemberian vaksinasi nanti lebih sempurna sehingga aman, cepat dan memperhatikan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. Sejumlah relawan antre untuk di vaksin pada simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesamas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah menargetkan imunisasi COVID-19 akan diberikan kepada 67 persen dari 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun atau sebanyak 107,2 juta orang, pemberian vaksinasi akan dilakukan melalui skema vaksin program dan vaksin mandiri. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. Petugas medis memeriksa kesehatan relawan sebelum di vaksin pada simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesamas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus P

Foto: Bersiap Vaksinasi Virus Corona dengan Simulasi

Beberapa perusahaan dan lembaga farmasi sebentar lagi menyelesaikan uji klinis tahap tiga vaksin virus corona.  Kemungkinannya, anti virus itu bisa diedarkan ke masyarakat akhir tahun ini atau awal tahun depan. Untuk itu, pemerintah mulai menggelar simulasi vaksinasi.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan simulasi vaksinasi Covid-19 penting untuk menunjang pelaksanaannya oleh petugas medis. "Pak Wali Kota dan WHO juga ikut memantau supaya orisinalitas kita dalam melakukan simulasi sesuai fakta," kata Terawan, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (18/11/2020).

Selain itu, simulasi untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tak takut divaksin. "Supaya tidak kagok dalam istilah Jawa, tidak gagap. Dan kita lakukan latihan terus," ujarnya. 

Terkait jenis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, menurut Terawan, akan diambil dari yang masuk dalam daftar WHO. "Apa yang paling rasional untuk dibeli" kata Terawan.

Selama vaksin belum tersedia, pemerintah meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ketika beraktivitas di luar rumah, orang-orang mesti memakai masker, menjaga jarak dengan menjauhi kerumunan, dan sering mencuci tangan. Menurut Satgas Penanganan Covid-19, memakai masker ampuh untuk menekan penyebaran pandemi ini lebih dari 70 %.

Let's block ads! (Why?)