Gandeng Swasta, UI Siap Produksi 100 Ventilator Covent-20

Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menerima bantuan senilai Rp2,5 Miliar dari pihak swasta untuk pembuatan dan pendistribusian 100 ventilator Covent-20. Seratus Ventilator Covent-20 tersebut akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ventilator di masa pandemi covid-19. "Untuk pengembangan mobile ventilator, sudah ada komitmen dari pihak swasta untuk produksi 100 ventilator," kata Sekretaris UI, Agustin Kusumayati dalam Konferensi Video 'Pentahelix Lawan Pandemi', Jumat, 29 Mei 2020. Ventilator Covent-20 ini nantinya bakal didesain untuk mudah dipindah-pindahkan. Alat pembantu pernafasan ini juga nantinya akan diberikan pada fasilitas kesehatan yang membutuhkan. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Selain produksi, pihaknya juga telah membangun beberapa inovasi di masa pandemi ini. Misalnya aplikasi deteksi awal covid-19 hingga alat cuci tangan mobile. Baca juga:Masuk Peringkat SINTA Memudahkan Dosen Naik Jabatan "Semua bergerak ya. Dosen peneliti kita, mahasiswa, ikatan alumni juga dukung, perusahaann, lembaga swadaya masyarakat, jadi sudah ada kerja sama yang disebut pentahelix," ujarnya. Lebih lanjut, sivitas akademika UI juga aktif memberikan masukan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pihaknya sering mengirimkan hasil riset kepada pemerintah. "Ke Bappenas juga ada, ada yang melibatkan dalam riset, terus di Fakultas Teknik, Kedokteran, laboratorium test kit semua bergerak. Sekarang yang dipersipkan bagaimana kami mengubah perilaku masyarakat agar lebih siap untuk mulai kehidupan normal yang baru," terangnya. Covent-20 memiliki keunggulan berupa ventilasi multimode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Continuous Mandatory Ventilation (CMV). Keunggulan lainnya adalah biaya produksi yang lebih hemat, compact, portabel, hemat energi, serta mudah dioperasikan. Tim Ventilator UI merupakan kolaborasi dari para peneliti FTUI, Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit UI, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik dan RSUP Persahabatan Jakarta. Sesuai komitmen FTUI, Ventilator Covent-20 tidak diperjualbelikan secara komersil. Pengadaan dan distribusi ventilator ini dilakukan melalui penggalangan donasi yang dikoordinasikan di bawah Ikatan Alumni FTUI. Selain donasi pribadi maupun kelompok dari para alumni UI, beberapa perusahaan lain juga telah berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah ventilator Covent-20 kepada rumah sakit di seluruh Indonesia. Penyaluran ditentukan berdasarkan tingkat urgensi dan utilitas, serta rekomendasi donatur.  (CEU) Let's block ads! (Why?)

 Gandeng Swasta, UI Siap Produksi 100 Ventilator Covent-20
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menerima bantuan senilai Rp2,5 Miliar dari pihak swasta untuk pembuatan dan pendistribusian 100 ventilator Covent-20. Seratus Ventilator Covent-20 tersebut akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ventilator di masa pandemi covid-19.
 
"Untuk pengembangan mobile ventilator, sudah ada komitmen dari pihak swasta untuk produksi 100 ventilator," kata Sekretaris UI, Agustin Kusumayati dalam Konferensi Video 'Pentahelix Lawan Pandemi', Jumat, 29 Mei 2020.
 
Ventilator Covent-20 ini nantinya bakal didesain untuk mudah dipindah-pindahkan. Alat pembantu pernafasan ini juga nantinya akan diberikan pada fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain produksi, pihaknya juga telah membangun beberapa inovasi di masa pandemi ini. Misalnya aplikasi deteksi awal covid-19 hingga alat cuci tangan mobile.
 
Baca juga:Masuk Peringkat SINTA Memudahkan Dosen Naik Jabatan
 
"Semua bergerak ya. Dosen peneliti kita, mahasiswa, ikatan alumni juga dukung, perusahaann, lembaga swadaya masyarakat, jadi sudah ada kerja sama yang disebut pentahelix," ujarnya.
 
Lebih lanjut, sivitas akademika UI juga aktif memberikan masukan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pihaknya sering mengirimkan hasil riset kepada pemerintah.
 
"Ke Bappenas juga ada, ada yang melibatkan dalam riset, terus di Fakultas Teknik, Kedokteran, laboratorium test kit semua bergerak. Sekarang yang dipersipkan bagaimana kami mengubah perilaku masyarakat agar lebih siap untuk mulai kehidupan normal yang baru," terangnya.
 
Covent-20 memiliki keunggulan berupa ventilasi multimode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Continuous Mandatory Ventilation (CMV). Keunggulan lainnya adalah biaya produksi yang lebih hemat, compact, portabel, hemat energi, serta mudah dioperasikan.
 
Tim Ventilator UI merupakan kolaborasi dari para peneliti FTUI, Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit UI, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik dan RSUP Persahabatan Jakarta.
 
Sesuai komitmen FTUI, Ventilator Covent-20 tidak diperjualbelikan secara komersil. Pengadaan dan distribusi ventilator ini dilakukan melalui penggalangan donasi yang dikoordinasikan di bawah Ikatan Alumni FTUI.
 
Selain donasi pribadi maupun kelompok dari para alumni UI, beberapa perusahaan lain juga telah berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah ventilator Covent-20 kepada rumah sakit di seluruh Indonesia. Penyaluran ditentukan berdasarkan tingkat urgensi dan utilitas, serta rekomendasi donatur.

 


(CEU)

Let's block ads! (Why?)