Gaya Arsitektur Villa Isola Bandung

desain villa isola yang unik dan mewah, lokasi yang di gunakan oleh sunda empire untuk pertemuan

Gaya Arsitektur Villa Isola Bandung

 

Villa Isola mulai dibangun pada bulan Oktober 1932 dan selesai pada bulan Maret 1933 yang kini menjadi gedung Rektorat Universitas Pembangunan Indonesia (UPI) berada di Kota Bandung Jalan Dr.Setiabudi, sekarang nama gedung ini bukan lagi Villa Isola melainkan “Bumi Siliwangi”. Bangunan ini dulunya dimiliki oleh Dominique Willem Berretty yang lahir di Yogyakarta tahun 1890, ia adalah pemilik perusahaan pers ANETA serta wartawan dan raja koran Hindia Belanda.

Image result for dominique willem berretty

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dominique Willem Berretty membayar seorang arsitek terkenal pada saat itu yang bernama Charles Prosper Wolff Schoemaker, dana yang dikeluarkan cukup besar pada jaman itu sekitaran 250 miliyar pada masa kini, meskipun pada saat itu sedang terjadi krisis global tetapi beliau sanggup menggelontarkan uang gulden sebanyak itu.

Sang Arsitek memiliki andil yang cukup besar dalam pemabangunan gedung – gedung pada masa jajahan belanda di Kota Bandung, beliau sangat teliti dalam mendesain sebuah bangunan terlebih lagi bukan hanya desain luar bangunannya yang di rancang oleh sang arsitek tetapi sampai interior hingga benda – benda berseni didalam bangunan tersebut di pahat sendiri oleh tangannya.

Kita bisa lihat gaya arsitektur Art – deco sangat kental pada bangunan ini, gaya arsitektur Art – Deco sendiri muncul pada tahun 1920-1939, sebenarnya gaya ini terdiri dari banyak campuran antara lain Bauhaus, Art Nouveau dan Futurisme. Gaya Art – deco ini memiliki ciri – ciri yang elektik, indah, mewah dan anggun, bisa kita lihat sendiri bahwa Berretty adalah seorang yang konglomerat pada saat itu memilih untuk tinggal dirumah yang bergaya arsitektur seeperti ini.

Gaya arsitektur Art – deco sendiri mulai masuk ke Indonesia karna pengaruh orang barat eropa yang datang ke Indonesia, berakhirnya perang dunia 1 juga mempengaruhi timbulnya gaya arsitektur ini karena terkesan simple namun tidak meninggalkan ke indahan, ke anggunan dari bangunan tersebut, karena setelah perang dunia 1 banyak kerugian yang melanda dan sebisa mungkin membangun suatu bangunan yang masuk ke dalam semua kalangan, namun kita bisa lihat rata – rata bangunan seperti ini malah identic dengan kemewahan, hanya segelintir orang yang bisa memiliki bangunan seperti ini sampai sekarang.

 

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a7/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Villa_Isola_aan_de_Lembangweg_bij_Bandoeng_TMnr_60026636.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Isola sendiri kependekan dari Bahasa latin yaitu “M'ISOLO E VIVO” yang artinya adalah kurang lebih menutup diri atau mengasingkan diri dan bertahan hidup,sama seperti kehidupan sang pemilik rumah Berretty yang lebih suka mengasingkan dirinya dirumah ini, maka bangunan ini disebut juga sebagai tempat tinggal hari tua oleh pemiliknya Berretty, kita bisa lihat sendiri terdapat tulisan “M'ISOLO E VIVO”  di tembok ruangan setelah pintu masuk, namun sekarang sudah diganti dengan “Bumi Siliwangi” .

 

https://4.bp.blogspot.com/-zn_JH1VEGBs/V0wtEEEJC-I/AAAAAAAABV0/9MDBn5WeW8kLCV6h1lRcjmGel_FNZUNbACLcB/s1600/IndonesiaSand-Isola6.jpg Image result for villa isola

 

 

 

 

 

   

 

 

Villa Isola ini memasukkan dari gaya arsitektur modern dan konsep tradisional jawa dengan memakai poros kosmik utara – selatan, sama seperti bangunan Gedung Sate dan ITB. Bangunan Villa Isola ini juga tegak lurus dengan sumbu melintang ke arah gunung Tangkuban Perahu ditandai dengan taman yang memanjang lurus yang berundak undak karena topografi yang tidak rata pada daerah ini.

 

http://2.bp.blogspot.com/-6gCCAuO8oEY/VM2zfTBVR7I/AAAAAAAAAcc/G1QIsQmivoc/s1600/13067_vila_isola_bandung_bangunan_art_deco_terunik.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Gaya Art – deco sendiri memiliki ciri khas yang tidak dapat dipisahkan yaitu garis melengkung pada sisi – sisi bangunannya, ini merupakan turunan dari gaya Kubisme maka dari itu hampir semua atap bangunan yang mengadopsi gaya Art – deco berbentuk datar, jendela pada gaya ini biasanya berbentuk persegi yang memanjang.

Pada bangunan Villa Isola ini memiliki warna yang netral seperti putih sebenarnya banyak variasi warna dari gaya arsitektur ini tidak ada batasan, biasanya juga ada yang mencolok tetapi Villa Isola memiliki ke anggunan tersendiri memakai warna putih di setiap sisi bangunannya terlebih lagi jika terkena sinar matahari bisa dilihat bayangan – bayangan dari bentuk yang melengkung – melengkung itu sendiri.

 

Image result

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bangunan ini terdiri dari 3 lantai, lantai paling atas merupakan tambahan pada masa sekarang, jika kita masuk ke dalam bangunan ini dan naik ke lantai atas makan kita bisa liat pemandangan kota bandung yang begitu indah, dan kita juga bisa merasakan taman yang berundak dengan kolam – kolam yang mengibaratkan kita seperti berasa di atas dok kapal yang sedang melihat lautan, mengapa seperti ini?, karena pada jaman itu kapal pesiar adalah sebuah symbol kemajuan zaman pada saat itu, maka banyak bangunan berkonsep seperti kapal pesiar.

Banyak sekali bukaan – bukaan pada bangunan ini, hampir di setiap ruangan terdapat jendela yang memanjang untuk ventilasi udara dan cahaya, karena udara di kota bandung cukup sejuk makan dibuatlah banyak bukaan untuk menikmati udaranya, konsep ini menggunakan konsep tradisional yang menyatu dengan alam, hampir disetiap lekukan jendela atau bukaan terdapat list kecil untuk menghalang air hujan agar tidak masuk ke dalam bukaan nama lainnya adalah parapet.

Sang arsitek juga memikirkan matang – matang dari segi konstruksi pada bangunan Villa Isola ini, sudah hampir 1 abad atau jika di spesifikan sudah 84 tahun bangunan ini berdiri dan tidak ada kerusakan sedikit pun, pernah dibuat replica gedung ini di wiliayah tersebut juga tetapi gagal tidak bisa menyamakan karya dari arsitek Schoemaker ini karena pernah terjadi gempa dan bangunan tersebut hancur karena mungkin pondasi yang susah mengikuti bentukan banguna Villa Isola di tanah yang berkontur.

Arsitek Schoemaker mempunyai ciri bentuk simetris pada tiap bangunannya, sangat terlihat pada Villa Isola yang mempunyai sayap kiri dan sayap kanan yang sama persis dari bagian depan, dan seakan – akan terdapat Menara ditengah – tengahnya. Pintu masuk bangunan yang menghadap kea rah utara ini juga terdapat dibagian tengah bangunan terkesan formal seperti masuk ke dalam istana,

 

 

Image result

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Denah ini menunjukan di setiap sudut bangunan tidak terdapat sisi yang lancip atau kaku, tidak seperti bangunan pada umumnya yang memiliki sudut yang patah atau kaku, sayap – sayap bangunan ini diperuntukkan kamar yang saling berhadapan dan dihubungkan oleh gang ditengahnya, uniknya masing - masing kamar tidur memiliki balkon atau teras masing – masing yang bisa dinikmati untuk melihat pemandangan sekitar yang indah itu.

Walaupun Berretty hidup dengan sendikit orang yang menemaninya, arsitek tetap membuatkan ruang keluarga yang luas bisa digunakan untuk ruang pertemuan sekaligus tempat berpesta. Bangunan Villa Isola ini tidak termakan oleh jaman dengan desain seperti ini, sampai sekarang pun jika kita melihat langsung ke bangunan ini tetap merasakan kemewahan dan keanggunan dari bangunan ini, itu karena sang arsitek memikirkan betul – betul desain yang dapat bertahan di semua era gaya arstiektur, 

walaupun pada dasarnya gaya arsitektur ini dibuat bertujuan agar desain seperti ini dapat dirasakan oleh semua kalangan tetapi sebaliknya, desain seperti ini hanya dapat dimiliki atau dirasakan oleh kalangan konglomerat – konglomerat yang siap menggelontarkan dana besar untuk membangunnya, bangunan ini membuat ornament – ornament yang tidak terlalu banyak tetapi simple dapat membuat suatu bangunan terlihat indah dan tetap berfungsi sebagaimana mesitnya bangunan ini digunakan.     

Bangunan ini juga hanya cocok di daerah yang sejuk seperti bandung, karena tinggi disetiap lantainya sangat pendek, sehingga sirkulasi udara tidak terlalu banyak didalam sebuah ruangan tersebut membuat bangunan ini jarang dijumpai di daerah yang beriklim panas.

 

Sumber :

http://www.santijehannanda.com/images/2013/12/berretty_fotor.jpg

https://crazydylus.wordpress.com/2010/04/07/art-deco/

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a7/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Villa_Isola_aan_de_Lembangweg_bij_Bandoeng_TMnr_60026636.jpg

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/04/vila-isola-bandung-bangunan-art-deco-terunik

https://4.bp.blogspot.com/-zn_JH1VEGBs/V0wtEEEJC-I/AAAAAAAABV0/9MDBn5WeW8kLCV6h1lRcjmGel_FNZUNbACLcB/s1600/IndonesiaSand-Isola6.jpg

http://2.bp.blogspot.com/-v5QNFN9p3FM/T_rqfB423rI/AAAAAAAAAOs/rFbGPT--QtU/s1600/isola-hal.jpg

http://2.bp.blogspot.com/-6gCCAuO8oEY/VM2zfTBVR7I/AAAAAAAAAcc/G1QIsQmivoc/s1600/13067_vila_isola_bandung_bangunan_art_deco_terunik.jpg

http://1.bp.blogspot.com/-sCoasPk2kBM/T_rr-6FburI/AAAAAAAAAP8/jv4TPUVyC4A/s1600/isola-slaapkamerbalkon.jpg

https://i.pinimg.com/originals/04/5d/5e/045d5eb7c8bd416f6123b9ebf57ad897.jpg