Gejala Tipes yang Sering Nggak Disadari. Kelihatannya Baik-baik Aja, Padahal Mulai Kritis

Sering dianggap sebagai demam biasa, gejala tipes kerap tak dihiraukan oleh sebagian orang. Padahal, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonela typhii ini benar-benar membuat badan kita merasakan tidak nyaman. Secara umum, gejala tipes pada tiap-tiap orang memang terlihat hampir sama dan tipis sekali perbedaannya. Namun jika ditelisik lebih lanjut, gejala tipes pada anak ternyata memiliki sejumlah perbedaan dengan gejala tipes pada orang dewasa. Advertisement Gejala tipes itu sendiri sebenarnya bukan merujuk pada keadaan di mana seseorang sudah benar-benar dianggap tipes, namun hal-hal yang terjadi sebelum mengarah pada indikasi tersebut. Penyebab gejala tipes juga bermacam-macam sumbernya, mulai dari cuaca hingga pola makan yang menurut ilmu kedokteran dianggap kurang benar. Untuk mengenali gejala tipes secepat mungkin agar nggak bertambah semakin parah, ada baiknya kamu simak ulasan di bawah ini. Pada usia anak, biasanya begini gejala tipes secara umum yang bakal dialami Gejala tipes pada anak / credit: Alodokter via www.alodokter.com Penyebab utama gejala tipes pada anak ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang umumnya berkembang pada minuman maupun makanan yang cara pengolahannya kurang higienis atau kurang matang. Usia anak-anak dinilai paling rentan terkena gejala tipes karena daya tahan tubuh mereka yang belum kuat betul dan cenderung masih mengalami perubahan. Gejalanya biasanya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah sang anak terinfeksi bakteri. Hal yang paling mudah dikenali jika sang anak terkena gejala tipes antara lain: Advertisement Demam tinggi yang tak kunjung mereda, biasanya terjadi selama kurun waktu satu minggu, Mual dan muntah, disertai sakit perut yang tak berkesudahan, Sakit kepala yang diikuti oleh badan lemas serta pegal pada daerah persendian, Kehilangan nafsu makan secara drastis, Gangguan pencernaan seperti susah buang air besar dan diare. Perlu diketahui bahwa gejala tipes terdiri dari gejala ringan dan juga gejala berat. Namun, pada umumnya gejala tersebut akan menetap hingga empat minggu atau bahkan lebih. Jika gejala tak segera ditangani, kemungkinan gejala akan menetap hingga kurun waktu lebih dari satu bulan dan menyebabkan komplikasi penyakit. Gejala tipes yang terjadi pada orang dewasa sebenarnya juga nggak jauh berbeda Advertisement Gejala tipes pada orang dewasa / credit: Healthstrives via healthstrives.com Gejala tipes yang diderita oleh orang dewasa sebenarnya nggak terlalu jauh berbeda dengan yang dialami anak-anak. Pada fase awal terjangkitnya, penderita akan mengalami kenaikan suhu tubuh yang tinggi hingga 40 derajat Celcius. Sama seperti yang diderita oleh anak-anak, orang dewasa yang mengidap gejala tipes pun juga akan mengalami sakit kepala, batuk, lemas, dan tak menutup kemungkinan juga akan terjadi mimisan atau pendarahan pada rongga hidung. Setelah memasuki fase awal, penderita gejala tipes bisa sampai mengigau saat tidur karena saking tinggi suhu tubuhnya. Selain itu, muncul pula gejala lainnya seperti sakit perut, diare atau sembelit, hingga perubahan warna pada tinja. Di fase selanjutnya, penderita gejala tipes akan mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis. Namun justru di situlah fase kritis sedang dimulai, sebab saat penurunan suhu tersebut berpotensi untuk terjadi komplikasi penyakit yang lebih lanjut. Meski mirip-mirip, gejala tipes berbeda dengan gejala DBD lo! Ilustrasi demam berdarah / credit: Merdeka via www.merdeka.com Sama-sama memiliki ciri utama yaitu naiknya suhu tubuh dengan angka yang tinggi, gejala tipes tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan gejala DBD. Pada penderita DBD, demam tinggi akan berlangsung lebih lama dan lebih stabil. Sedangkan pada penderita tipes, demam yang terjadi bakal naik turun dan biasanya ada waktu-waktunya tersendiri. Selain itu, orang yang terkena gejala demam berdarah akan mengalami sakit kepala yang hebat, sedangkan penderita gejala tipes akan mengalami sakit perut. Hal tersebut terjadi lantaran bakteri yang menyebabkan gejala tipes menyerang pada saluran pencernaan. Hal lain yang bisa dilihat, gejala demam berdarah seringnya muncul musiman. Seperti misalnya saat musim penghujan, karena lingkungan menjadi lembap dan memudahkan nyamuk untuk berkembang biak. Sedangkan gejala tipes bisa muncul kapan saja jika kita tak menjaga kebersihan dan pola makan dengan baik. Jika kamu sudah pernah mengalami gejala-gejala ini, baiknya lebih waspada. Sebab meski bisa dibilang ringan, gejala tipes bisa kambuh kapan saja ketika kita mengabaikan kebersihan sekitar. Apalagi jika imun tubuh kita sedang lemah. Untuk mencegah gejala tipes, mulai sekarang usahakan untuk makan dengan gaya hidup sehat, dan tentunya memperhatikan kebersihan lingkungan, ya!

Gejala Tipes yang Sering Nggak Disadari. Kelihatannya Baik-baik Aja, Padahal Mulai Kritis

Sering dianggap sebagai demam biasa, gejala tipes kerap tak dihiraukan oleh sebagian orang. Padahal, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonela typhii ini benar-benar membuat badan kita merasakan tidak nyaman. Secara umum, gejala tipes pada tiap-tiap orang memang terlihat hampir sama dan tipis sekali perbedaannya. Namun jika ditelisik lebih lanjut, gejala tipes pada anak ternyata memiliki sejumlah perbedaan dengan gejala tipes pada orang dewasa.

Advertisement

Gejala tipes itu sendiri sebenarnya bukan merujuk pada keadaan di mana seseorang sudah benar-benar dianggap tipes, namun hal-hal yang terjadi sebelum mengarah pada indikasi tersebut. Penyebab gejala tipes juga bermacam-macam sumbernya, mulai dari cuaca hingga pola makan yang menurut ilmu kedokteran dianggap kurang benar. Untuk mengenali gejala tipes secepat mungkin agar nggak bertambah semakin parah, ada baiknya kamu simak ulasan di bawah ini.

Pada usia anak, biasanya begini gejala tipes secara umum yang bakal dialami

Gejala tipes pada anak / credit: Alodokter via www.alodokter.com

Penyebab utama gejala tipes pada anak ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang umumnya berkembang pada minuman maupun makanan yang cara pengolahannya kurang higienis atau kurang matang. Usia anak-anak dinilai paling rentan terkena gejala tipes karena daya tahan tubuh mereka yang belum kuat betul dan cenderung masih mengalami perubahan.

Gejalanya biasanya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah sang anak terinfeksi bakteri. Hal yang paling mudah dikenali jika sang anak terkena gejala tipes antara lain:

Advertisement
  • Demam tinggi yang tak kunjung mereda, biasanya terjadi selama kurun waktu satu minggu,
  • Mual dan muntah, disertai sakit perut yang tak berkesudahan,
  • Sakit kepala yang diikuti oleh badan lemas serta pegal pada daerah persendian,
  • Kehilangan nafsu makan secara drastis,
  • Gangguan pencernaan seperti susah buang air besar dan diare.

Perlu diketahui bahwa gejala tipes terdiri dari gejala ringan dan juga gejala berat. Namun, pada umumnya gejala tersebut akan menetap hingga empat minggu atau bahkan lebih. Jika gejala tak segera ditangani, kemungkinan gejala akan menetap hingga kurun waktu lebih dari satu bulan dan menyebabkan komplikasi penyakit.

Gejala tipes yang terjadi pada orang dewasa sebenarnya juga nggak jauh berbeda

Advertisement

Gejala tipes pada orang dewasa / credit: Healthstrives via healthstrives.com

Gejala tipes yang diderita oleh orang dewasa sebenarnya nggak terlalu jauh berbeda dengan yang dialami anak-anak. Pada fase awal terjangkitnya, penderita akan mengalami kenaikan suhu tubuh yang tinggi hingga 40 derajat Celcius. Sama seperti yang diderita oleh anak-anak, orang dewasa yang mengidap gejala tipes pun juga akan mengalami sakit kepala, batuk, lemas, dan tak menutup kemungkinan juga akan terjadi mimisan atau pendarahan pada rongga hidung.

Setelah memasuki fase awal, penderita gejala tipes bisa sampai mengigau saat tidur karena saking tinggi suhu tubuhnya. Selain itu, muncul pula gejala lainnya seperti sakit perut, diare atau sembelit, hingga perubahan warna pada tinja. Di fase selanjutnya, penderita gejala tipes akan mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis. Namun justru di situlah fase kritis sedang dimulai, sebab saat penurunan suhu tersebut berpotensi untuk terjadi komplikasi penyakit yang lebih lanjut.

Meski mirip-mirip, gejala tipes berbeda dengan gejala DBD lo!

Ilustrasi demam berdarah / credit: Merdeka via www.merdeka.com

Sama-sama memiliki ciri utama yaitu naiknya suhu tubuh dengan angka yang tinggi, gejala tipes tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan gejala DBD. Pada penderita DBD, demam tinggi akan berlangsung lebih lama dan lebih stabil. Sedangkan pada penderita tipes, demam yang terjadi bakal naik turun dan biasanya ada waktu-waktunya tersendiri. Selain itu, orang yang terkena gejala demam berdarah akan mengalami sakit kepala yang hebat, sedangkan penderita gejala tipes akan mengalami sakit perut. Hal tersebut terjadi lantaran bakteri yang menyebabkan gejala tipes menyerang pada saluran pencernaan.

Hal lain yang bisa dilihat, gejala demam berdarah seringnya muncul musiman. Seperti misalnya saat musim penghujan, karena lingkungan menjadi lembap dan memudahkan nyamuk untuk berkembang biak. Sedangkan gejala tipes bisa muncul kapan saja jika kita tak menjaga kebersihan dan pola makan dengan baik.

Jika kamu sudah pernah mengalami gejala-gejala ini, baiknya lebih waspada. Sebab meski bisa dibilang ringan, gejala tipes bisa kambuh kapan saja ketika kita mengabaikan kebersihan sekitar. Apalagi jika imun tubuh kita sedang lemah. Untuk mencegah gejala tipes, mulai sekarang usahakan untuk makan dengan gaya hidup sehat, dan tentunya memperhatikan kebersihan lingkungan, ya!