Harga Bitcoin Diprediksi Melonjak 10 Kali Lipat Usai 'Halving'

Mata uang digital atau cryptocurrency jenis bitcoin akan mengalami halving atau pengurangan pasokan pada pekan depan (12/5). Harga bitcoin diperkirakan melonjak hingga mencapai 10 kali lipat setelah tanggal halving pertama.Business Development Specialist of Indodax Fransiskus Bupu Awa Du’a mengatakan halving merupakan fenomena empat tahun sekali. Tahun ini merupakan halving ketiga yang jatuh pada Selasa (12/5). Dua halving sebelumnya terjadi pada 2012 dan 2016.Halving akan mengurangi reward atau imbalan 50% kepada penambang raja mata uang kripto tersebut. Dimulai dari 50 btc pada 2012, imbalan akan berkurang hingga tahun ini hanya menjadi 6,25 btc."Tujuannya agar menekan suplai bitcoin sehingga permintaannya naik. Pergerakan itu diikuti kenaikan harga," kata Fransiskus dalam Webinar Blockchain & cryptocurrency pada Jumat (8/5).(Baca: Data Pengguna Bocor, E-commerce Disarankan Adaptasi Blockchain)Mengacu ke halving 2012 dan 2016, kenaikan harga bitcoin dapat mencapai 30-35 kali lipat setelah hari pertama halving. "Kemudian sekarang halving ketiga secara analisa banyak yang bilang naik, tapi tidak banyak, mungkin 10 kali lipat," ujar dia. Founder of Bullwhales Douglas Tan mengatakan, halving membuat bitcoin dicetak semakin sedikit dari waktu ke waktu. Fenomena itu juga akan membawa inflasi  pada bitcoin. Namun, inflasi bitcoin dapat terukur dengan baik karena kepastian penurunan imbalan blok. "Berbeda dengan aset moneter lainnya seperti emas ataupun uang kertas yang tidak dapat diprediksi," kata Douglas.Harga bitcoin akan naik sebulan sebelum hari pertama halving maupun sebulan setelah halving. Halving akan membuat penambang mengeluarkan modal tiap satu bitcoin menjadi dua kali lebih besar."Untuk trader, ini menjadi tantangan, kalau harga tidak naik beberapa bulan ke depan," ujar dia.(Baca: Harga Bitcoin Tembus Rp 150 Juta, Investor Diminta Hati-hati)Halving juga akan memperluas adopsi cryptocurrecy. "Institusi dari berbagai sektor mulai berdatangan," ujar dia. Berdasarkan data CoinDesk, bitcoin menyentuh US$ 10.043 atau Rp 150 juta per koin pada pagi, hari ini (8/5). Harganya bergerak turun menjadi US$ 9.809 per koin pada pukul 13.43 WIB. Harga bitcoin pada akhir tahun lalu sebesar US$ 7.251 per koin. Harganya pernah mencapai US$ 10.364 pada pertengahan Februari lalu anjlok menjadi US$ 4.944 pada pertengahan Maret. Reporter: Fahmi Ahmad Burhan Let's block ads! (Why?)

Harga Bitcoin Diprediksi Melonjak 10 Kali Lipat Usai 'Halving'
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Mata uang digital atau cryptocurrency jenis bitcoin akan mengalami halving atau pengurangan pasokan pada pekan depan (12/5). Harga bitcoin diperkirakan melonjak hingga mencapai 10 kali lipat setelah tanggal halving pertama.

Business Development Specialist of Indodax Fransiskus Bupu Awa Du’a mengatakan halving merupakan fenomena empat tahun sekali. Tahun ini merupakan halving ketiga yang jatuh pada Selasa (12/5). Dua halving sebelumnya terjadi pada 2012 dan 2016.

Halving akan mengurangi reward atau imbalan 50% kepada penambang raja mata uang kripto tersebut. Dimulai dari 50 btc pada 2012, imbalan akan berkurang hingga tahun ini hanya menjadi 6,25 btc.

"Tujuannya agar menekan suplai bitcoin sehingga permintaannya naik. Pergerakan itu diikuti kenaikan harga," kata Fransiskus dalam Webinar Blockchain & cryptocurrency pada Jumat (8/5).

(Baca: Data Pengguna Bocor, E-commerce Disarankan Adaptasi Blockchain)

Mengacu ke halving 2012 dan 2016, kenaikan harga bitcoin dapat mencapai 30-35 kali lipat setelah hari pertama halving. "Kemudian sekarang halving ketiga secara analisa banyak yang bilang naik, tapi tidak banyak, mungkin 10 kali lipat," ujar dia. 

Founder of Bullwhales Douglas Tan mengatakan, halving membuat bitcoin dicetak semakin sedikit dari waktu ke waktu. Fenomena itu juga akan membawa inflasi  pada bitcoin. Namun, inflasi bitcoin dapat terukur dengan baik karena kepastian penurunan imbalan blok. 

"Berbeda dengan aset moneter lainnya seperti emas ataupun uang kertas yang tidak dapat diprediksi," kata Douglas.

Harga bitcoin akan naik sebulan sebelum hari pertama halving maupun sebulan setelah halving. Halving akan membuat penambang mengeluarkan modal tiap satu bitcoin menjadi dua kali lebih besar.

"Untuk trader, ini menjadi tantangan, kalau harga tidak naik beberapa bulan ke depan," ujar dia.

(Baca: Harga Bitcoin Tembus Rp 150 Juta, Investor Diminta Hati-hati)

Halving juga akan memperluas adopsi cryptocurrecy. "Institusi dari berbagai sektor mulai berdatangan," ujar dia. 

Berdasarkan data CoinDesk, bitcoin menyentuh US$ 10.043 atau Rp 150 juta per koin pada pagi, hari ini (8/5). Harganya bergerak turun menjadi US$ 9.809 per koin pada pukul 13.43 WIB. 

Harga bitcoin pada akhir tahun lalu sebesar US$ 7.251 per koin. Harganya pernah mencapai US$ 10.364 pada pertengahan Februari lalu anjlok menjadi US$ 4.944 pada pertengahan Maret.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Let's block ads! (Why?)