Harga Perak Anjlok 1%, Gegara Powell Bilang Begini?

Jakarta, CNCB Indonesia - Harga perak dunia anjlok 1% pada perdagangan hari ini merespons pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell semalam. Pada Kamis (23/6/2022) pukul 18.00 WIB, harga perak dunia di pasar spot tercatat US$ 21,14/ons, turun 1,18% dibandingkan dengan harga penutupan kemarin. Pelemahan perak dipicu pernyataan ketua bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell di depan senat Amerika Serikat (AS) yang menegaskan The Fed akan membawa inflasi ke level 2%. Pernyataan Powell tersebut menjadi sinyal jika The Fed akan menjadi lebih agresif ke depan meskipun hal tersebut bisa berbalik pada pelemahan ekonomi Paman Sam. Sikap The Fed yang lebih agresif menjadi kabar buruk buat pergerakan perak. Karena akan memudarkan kilau perak sebagai aset tanpa imbal hasil. Kenaikan suku bunga juga akan melambungkan dolar AS sehingga membuat harga perak makin mahal bagi investor. Dollar Index (yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama dunia) terungkit 0,36% menjadi 104,57. Sebagai catatan, inflasi AS terbang 8,6% pada Mei tahun ini, yang menandai rekor tertinggi sejak Desember 1981. Bank sentral AS sudah menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak tiga kali pada 2022 untuk meredam inflasi, termasuk kenaikan sebesar 75 bps pada pekan lalu. Namun, Powell mengakui jika inflasi masih terlalu tinggi dan perlu segera dijinakkan. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] Artikel Selanjutnya Ambrol 7 Hari Beruntun, Harga Perak Diramal Madesu! (ras/vap) Adblock test (Why?)

Harga Perak Anjlok 1%, Gegara Powell Bilang Begini?
Jakarta, CNCB Indonesia - Harga perak dunia anjlok 1% pada perdagangan hari ini merespons pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell semalam. Pada Kamis (23/6/2022) pukul 18.00 WIB, harga perak dunia di pasar spot tercatat US$ 21,14/ons, turun 1,18% dibandingkan dengan harga penutupan kemarin. Pelemahan perak dipicu pernyataan ketua bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell di depan senat Amerika Serikat (AS) yang menegaskan The Fed akan membawa inflasi ke level 2%. Pernyataan Powell tersebut menjadi sinyal jika The Fed akan menjadi lebih agresif ke depan meskipun hal tersebut bisa berbalik pada pelemahan ekonomi Paman Sam. Sikap The Fed yang lebih agresif menjadi kabar buruk buat pergerakan perak. Karena akan memudarkan kilau perak sebagai aset tanpa imbal hasil. Kenaikan suku bunga juga akan melambungkan dolar AS sehingga membuat harga perak makin mahal bagi investor. Dollar Index (yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama dunia) terungkit 0,36% menjadi 104,57. Sebagai catatan, inflasi AS terbang 8,6% pada Mei tahun ini, yang menandai rekor tertinggi sejak Desember 1981. Bank sentral AS sudah menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak tiga kali pada 2022 untuk meredam inflasi, termasuk kenaikan sebesar 75 bps pada pekan lalu. Namun, Powell mengakui jika inflasi masih terlalu tinggi dan perlu segera dijinakkan. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] Artikel Selanjutnya Ambrol 7 Hari Beruntun, Harga Perak Diramal Madesu! (ras/vap) Adblock test (Why?)