Hari Perempuan Internasional Soroti Kesetaraan Gender di Tempat Kerja

Kesetaraan gender menjadi fokus dari International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional 2020 pada 8 Maret, dengan tema kampanye #EachforEqual. Menurut IWD, tema itu diambil berdasarkan gagasan individualisme kolektif, dimana "kita semua adalah bagian dari individu yang utuh." Kesetaraan gender dalam bidang politik, peliputan media, layanan kesehatan dan di tempat kerja adalah beberapa tujuan penting IWD. Jumlah perempuan mencapai hampir separuh populasi dunia, tapi mereka masih kurang terwakili dalam peran-peran pemimpin, menurut Laporan Kesenjangan Gender Global 2020. Diterbitkan oleh Forum Ekonomi Dunia, laporan itu mengatakan perempuan tidak akan mendapat keterwakilan setara di parlemen di seluruh dunia hingga 2065, dan mereka hanya akan mencakup separuh dari pemimpin dunia pada 2124. Keseimbangan gender, menurut laporan itu, tidak akan tercapai dalam 99,5 tahun. Para pekerja perempuan di pabrik garmen di Bangladesh mulai berdatangan untuk bekerj, di Dhaka, Bangladesh, 12 September 2012. Sejumlah organisasi dan perusahaan di AS telah berusaha menutup kesenjangan dalam posisi pemimpin, dengan menerapkan kebijakan yang lebih inklusif yang membuat lingkungan kerja lebih terbuka. Mine The Gap, yang didirikan oleh Jessica N. Grounds dan Kristin Haffert, melatih berbagai industri dan organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang inklusif gender. "Sesuatu yang sedang kami upayakan di tempat kerja adalah bagaimana kita bisa memperluas ekspektasi mengenai bagaimana perempuan beroperasi," kata Grounds kepada VOA. "Karena kita selalu melihat laki-laki yang hierarkis dalam gaya kepemimpinan mereka, tapi kita mengharapkan perempuan hanya berkolaborasi dan bekerja sama." Organisasi lain, seperti American Association of University Women (AAUW), yang mengedepankan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan, telah menciptakan kampanye untuk menutup kesenjangan kepemimpinan. AAUW menganjurkan agar para pegawai dan atasan mengedukasi diri mereka sendiri mengenai bias tanpa disadari, dan mengedepankan ekspektasi serta kebijakan yang adil bagi laki-laki maupun perempuan. Untuk Hari Perempuan Internasional, berbagai organisasi di seluruh dunia mempromosikan kesetaraan gender. Di Filipina, organisasi Connected Women akan mengadakan konferensi untuk membantu perempuan beradaptasi dengan lanskap teknologi yang selalu berubah. Di Nigeria, sejumlah acara akan diadakan untuk mengangkat isu kesetaraan gender dalam berbagai bidang seperti hiburan dan teknologi. [vm/ft]

Hari Perempuan Internasional Soroti Kesetaraan Gender di Tempat Kerja

Kesetaraan gender menjadi fokus dari International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional 2020 pada 8 Maret, dengan tema kampanye #EachforEqual.

Menurut IWD, tema itu diambil berdasarkan gagasan individualisme kolektif, dimana "kita semua adalah bagian dari individu yang utuh."

Kesetaraan gender dalam bidang politik, peliputan media, layanan kesehatan dan di tempat kerja adalah beberapa tujuan penting IWD.

Jumlah perempuan mencapai hampir separuh populasi dunia, tapi mereka masih kurang terwakili dalam peran-peran pemimpin, menurut Laporan Kesenjangan Gender Global 2020. Diterbitkan oleh Forum Ekonomi Dunia, laporan itu mengatakan perempuan tidak akan mendapat keterwakilan setara di parlemen di seluruh dunia hingga 2065, dan mereka hanya akan mencakup separuh dari pemimpin dunia pada 2124.

Keseimbangan gender, menurut laporan itu, tidak akan tercapai dalam 99,5 tahun.

Para pekerja perempuan di pabrik garmen di Bangladesh mulai berdatangan untuk bekerj, di Dhaka, Bangladesh, 12 September 2012.
Para pekerja perempuan di pabrik garmen di Bangladesh mulai berdatangan untuk bekerj, di Dhaka, Bangladesh, 12 September 2012.

Sejumlah organisasi dan perusahaan di AS telah berusaha menutup kesenjangan dalam posisi pemimpin, dengan menerapkan kebijakan yang lebih inklusif yang membuat lingkungan kerja lebih terbuka.

Mine The Gap, yang didirikan oleh Jessica N. Grounds dan Kristin Haffert, melatih berbagai industri dan organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang inklusif gender.

"Sesuatu yang sedang kami upayakan di tempat kerja adalah bagaimana kita bisa memperluas ekspektasi mengenai bagaimana perempuan beroperasi," kata Grounds kepada VOA.

"Karena kita selalu melihat laki-laki yang hierarkis dalam gaya kepemimpinan mereka, tapi kita mengharapkan perempuan hanya berkolaborasi dan bekerja sama."

Organisasi lain, seperti American Association of University Women (AAUW), yang mengedepankan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan, telah menciptakan kampanye untuk menutup kesenjangan kepemimpinan. AAUW menganjurkan agar para pegawai dan atasan mengedukasi diri mereka sendiri mengenai bias tanpa disadari, dan mengedepankan ekspektasi serta kebijakan yang adil bagi laki-laki maupun perempuan.

Untuk Hari Perempuan Internasional, berbagai organisasi di seluruh dunia mempromosikan kesetaraan gender. Di Filipina, organisasi Connected Women akan mengadakan konferensi untuk membantu perempuan beradaptasi dengan lanskap teknologi yang selalu berubah. Di Nigeria, sejumlah acara akan diadakan untuk mengangkat isu kesetaraan gender dalam berbagai bidang seperti hiburan dan teknologi. [vm/ft]