Hasil Autopsi: George Floyd Tertular COVID-19 Saat Masih Hidup

Jakarta, IDN Times - Warga kulit hitam George Floyd yang menjadi pemicu terjadinya unjuk rasa di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya ternyata terinfeksi virus corona. Hal itu diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dirilis oleh petugas koroner di kantor Hennepin County. Laman The Hill pada (4/6) lalu melaporkan berdasarkan laporan hasil autopsi setebal 20 halaman yang dirilis pada (25/5) lalu menunjukkan Floyd terinfeksi virus corona pada (3/4) lalu. Namun, ada beberapa laporan yang menyebut ia berhasil pulih saat meninggal. Sedangkan, stasiun berita CNN (5/6) melaporkan, ia kembali tertular virus dengan nama Sars-CoV-2 ketika meninggal. Tetapi, petugas medis koroner sepakat Floyd meninggal bukan karena terinfeksi virus mematikan tersebut melainkan disebabkan jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak (cardiopulmonary arrest), pengekangan dan kompresi. Petugas koroner juga menyebutkan Floyd masuk ke dalam golongan orang tanpa gejala (OTG) ketika terpapar COVID-19. "Karena kasus positif COVID-19 bisa bertahan berminggu-minggu usai terpapar, maka hasil pemeriksaan klinis menunjukkan ia kemungkinan besar asymptomatic," demikian salah satu isi dokumen autopsi tersebut dan dikutip dari CNN. Namun, Floyd dapat bertahan dari penyakit tersebut. Tetapi, ia tak bertahan ketika diperlakukan secara semena-mena oleh polisi kulit putih. Lalu, kapan jenazah Floyd akan dimakamkan?1. Jenazah George Floyd akan dimakamkan pada 9 Juni di Houston(Walikota Minneapolis Jacob Frey berlutut di depan peti jenazah George Floyd saat layanan memorial) ANTARA FOTO/REUTERS/Lucas JacksonStasiun berita CNN (5/6) melaporkan misa untuk menghormati jenazah George Floyd telah dilakukan pada (4/5) lalu di Kota Minneapolis. Acara itu turut dihadiri oleh Wali Kota Jacob Frey yang terlihat turut berlutut di depan peti Floyd. Publik juga bisa memberikan rasa hormat terakhir bagi Floyd pada (6/6) di Cape Fear Conference B Headquarters dimulai pukul 11:00 hingga 13:00 waktu setempat. Sedangkan, penghormatan kali terakhir dan tertutup hanya untuk keluarga digelar pukul 15:00. Sedangkan, jenazah Floyd menurut laporan harian Inggris, The Sun, akan dimakamkan di kampung halamannya di Houston, Texas pada Selasa (9/6). Biaya pemakaman Floyd merupakan donasi dari mantan petinju dunia Floyd Maywheather. Ia mengirimkan cek senilai 70 ribu Poundsterling dan diterima oleh keluarga. Maywheather rela memberikan biaya pemakaman itu karena ia merasa itu yang paling tepat untuk dilakukan. Pemakaman hanya akan dihadiri oleh keluarga dekat. Presiden AS, Donald J. Trump tidak berencana hadir di pemakaman Floyd.  Baca Juga: Siapa George Floyd, Pemicu Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran di AS? Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks 2. Empat polisi pembunuh George Floyd akhirnya ditahan oleh otoritas keamanan di Minneapolis(Foto empat tersangka pembunuh George Floyd) www.twitter.com/@somevtimesSelain eks personel polisi Derek Chauvin, otoritas keamanan di Minneapolis juga ikut memecat tiga polisi lainnya yang ikut terlibat dalam pembunuhan George Floyd. Tiga eks personel polisi itu diketahui bernama J. Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao. Bila sebelumnya hanya Chauvin yang ditahan, kini otoritas keamanan juga ikut menahan tiga orang lainnya. Ketiganya didakwa ikut membantu dan bersekongkol dengan Chauvin untuk membunuh Floyd. Hakim kemudian menentukan nilai uang jaminan bila mereka ingin bebas dari tahanan yakni masing-masing sebesar US$1 juta atau US$750 ribu bila dalam kondisi tertentu, termasuk tak lagi bekerja di sektor penegakan hukum. Sedangkan, Chauvin sudah ditahan sejak pekan lalu dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga dan kedua. Namun, pada (3/6), jaksa memperbarui dakwaannya menjadi pembunuhan tingkat kedua. 3. George Floyd ditangkap polisi karena diduga membeli rokok dengan uang palsu senilai US$20(Potongan rekaman video menunjukkan George Floyd ditahan oleh polisi) YouTube/Dannela FrazierBerdasarkan keterangan dari para saksi dan pernyataan pejabat berwenang lalu dikutip BBC, Floyd ditangkap oleh polisi karena membayar rokok yang dibelinya di toko swalayan dengan uang palsu senilai US$20. Laporan dibuat oleh karyawan remaja di toko swalayan tersebut pada (25/5) pukul 20:01 waktu setempat. Menurut keterangan dari pegawai tersebut, ia sudah meminta kepada Floyd supaya rokoknya dikembalikan, tetapi ia menolaknya. Selain itu, pegawai toko swalayan juga melaporkan Floyd diduga dalam keadaan mabuk dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Kemudian, sekitar pukul 20:08, dua petugas polisi datang ke lokasi dan menemukan Floyd tengah duduk dengan dua orang lainnya di tempat parkir. Salah seorang petugas kepolisian bernama Thomas Lane tiba-tiba mengeluarkan senjatanya dan memerintahkan Floyd supaya mengangkat tangan. Jaks

 Hasil Autopsi: George Floyd Tertular COVID-19 Saat Masih Hidup
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, IDN Times - Warga kulit hitam George Floyd yang menjadi pemicu terjadinya unjuk rasa di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya ternyata terinfeksi virus corona. Hal itu diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dirilis oleh petugas koroner di kantor Hennepin County. 

Laman The Hill pada (4/6) lalu melaporkan berdasarkan laporan hasil autopsi setebal 20 halaman yang dirilis pada (25/5) lalu menunjukkan Floyd terinfeksi virus corona pada (3/4) lalu. Namun, ada beberapa laporan yang menyebut ia berhasil pulih saat meninggal. Sedangkan, stasiun berita CNN (5/6) melaporkan, ia kembali tertular virus dengan nama Sars-CoV-2 ketika meninggal. 

Tetapi, petugas medis koroner sepakat Floyd meninggal bukan karena terinfeksi virus mematikan tersebut melainkan disebabkan jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak (cardiopulmonary arrest), pengekangan dan kompresi. Petugas koroner juga menyebutkan Floyd masuk ke dalam golongan orang tanpa gejala (OTG) ketika terpapar COVID-19. 

"Karena kasus positif COVID-19 bisa bertahan berminggu-minggu usai terpapar, maka hasil pemeriksaan klinis menunjukkan ia kemungkinan besar asymptomatic," demikian salah satu isi dokumen autopsi tersebut dan dikutip dari CNN

Namun, Floyd dapat bertahan dari penyakit tersebut. Tetapi, ia tak bertahan ketika diperlakukan secara semena-mena oleh polisi kulit putih. Lalu, kapan jenazah Floyd akan dimakamkan?

1. Jenazah George Floyd akan dimakamkan pada 9 Juni di Houston

Hasil Autopsi: George Floyd Tertular COVID-19 Saat Masih Hidup(Walikota Minneapolis Jacob Frey berlutut di depan peti jenazah George Floyd saat layanan memorial) ANTARA FOTO/REUTERS/Lucas Jackson

Stasiun berita CNN (5/6) melaporkan misa untuk menghormati jenazah George Floyd telah dilakukan pada (4/5) lalu di Kota Minneapolis. Acara itu turut dihadiri oleh Wali Kota Jacob Frey yang terlihat turut berlutut di depan peti Floyd. 

Publik juga bisa memberikan rasa hormat terakhir bagi Floyd pada (6/6) di Cape Fear Conference B Headquarters dimulai pukul 11:00 hingga 13:00 waktu setempat. Sedangkan, penghormatan kali terakhir dan tertutup hanya untuk keluarga digelar pukul 15:00. 

Sedangkan, jenazah Floyd menurut laporan harian Inggris, The Sun, akan dimakamkan di kampung halamannya di Houston, Texas pada Selasa (9/6). Biaya pemakaman Floyd merupakan donasi dari mantan petinju dunia Floyd Maywheather. Ia mengirimkan cek senilai 70 ribu Poundsterling dan diterima oleh keluarga. Maywheather rela memberikan biaya pemakaman itu karena ia merasa itu yang paling tepat untuk dilakukan. 

Pemakaman hanya akan dihadiri oleh keluarga dekat. Presiden AS, Donald J. Trump tidak berencana hadir di pemakaman Floyd. 

Baca Juga: Siapa George Floyd, Pemicu Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran di AS?

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

2. Empat polisi pembunuh George Floyd akhirnya ditahan oleh otoritas keamanan di Minneapolis

Hasil Autopsi: George Floyd Tertular COVID-19 Saat Masih Hidup(Foto empat tersangka pembunuh George Floyd) www.twitter.com/@somevtimes

Selain eks personel polisi Derek Chauvin, otoritas keamanan di Minneapolis juga ikut memecat tiga polisi lainnya yang ikut terlibat dalam pembunuhan George Floyd. Tiga eks personel polisi itu diketahui bernama J. Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao. 

Bila sebelumnya hanya Chauvin yang ditahan, kini otoritas keamanan juga ikut menahan tiga orang lainnya. Ketiganya didakwa ikut membantu dan bersekongkol dengan Chauvin untuk membunuh Floyd. Hakim kemudian menentukan nilai uang jaminan bila mereka ingin bebas dari tahanan yakni masing-masing sebesar US$1 juta atau US$750 ribu bila dalam kondisi tertentu, termasuk tak lagi bekerja di sektor penegakan hukum. 

Sedangkan, Chauvin sudah ditahan sejak pekan lalu dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga dan kedua. Namun, pada (3/6), jaksa memperbarui dakwaannya menjadi pembunuhan tingkat kedua. 

3. George Floyd ditangkap polisi karena diduga membeli rokok dengan uang palsu senilai US$20

Hasil Autopsi: George Floyd Tertular COVID-19 Saat Masih Hidup(Potongan rekaman video menunjukkan George Floyd ditahan oleh polisi) YouTube/Dannela Frazier

Berdasarkan keterangan dari para saksi dan pernyataan pejabat berwenang lalu dikutip BBC, Floyd ditangkap oleh polisi karena membayar rokok yang dibelinya di toko swalayan dengan uang palsu senilai US$20. Laporan dibuat oleh karyawan remaja di toko swalayan tersebut pada (25/5) pukul 20:01 waktu setempat. Menurut keterangan dari pegawai tersebut, ia sudah meminta kepada Floyd supaya rokoknya dikembalikan, tetapi ia menolaknya. 

Selain itu, pegawai toko swalayan juga melaporkan Floyd diduga dalam keadaan mabuk dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Kemudian, sekitar pukul 20:08, dua petugas polisi datang ke lokasi dan menemukan Floyd tengah duduk dengan dua orang lainnya di tempat parkir. 

Salah seorang petugas kepolisian bernama Thomas Lane tiba-tiba mengeluarkan senjatanya dan memerintahkan Floyd supaya mengangkat tangan. Jaksa penuntut umum tidak menjelaskan alasan mengapa Lane tiba-tiba harus mengeluarkan senjatanya. 

"Petugas polisi Lane mengatakan tangannya di atas Floyd dan kemudian menariknya keluar dari mobil. Kemudian, Floyd menolak untuk diborgol," demikian menurut pernyataan JPU. 

Setelah itu, menurut JPU, Floyd terlihat patuh usai diborgol dan dijelaskan oleh petugas polisi bahwa ia ditangkap karena diduga membayar rokok dengan uang palsu.

Baca Juga: Adik George Floyd: Kekerasan Tak akan Membuat Kakak Saya Hidup Lagi

Let's block ads! (Why?)