Ibu Bekerja Versus Babysitter

Ibu Bekerja Versus Babysitter
from: theAsianparent
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Ibu Bekerja Versus Babysitter

Tiara Tiani Putri

Fakultas Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

 

Sanggupkah seorang ibu sepenuhnya bekerja sendiri dengan pekerjaan rumah tangga? Tentu saja, tidak mudah loh menjadi seorang ibu rumah tangga sejati. Apalagi para ibu yang bekerja pasti sangat sulit untuk berperan ganda dengan membagi waktu antara pekerjaannya maupun rumah tangga, terutama dalam mengurus anak. Maka dari itu, dalam mengurus semua hal tersebut kebanyakan ibu yang bekerja ataupun tidak bekerja akan menyewa pengasuh atau babysitter. Padahal peran ibu sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan si anak.

Keluarga merupakan suatu sistem kompleks yang di dalamnya terdapat ikatan di antara anggotanya dan rasa saling memiliki (dalam Laloan, Ismanto, dan Bataha, 2018). Fungsi keluarga adalah memenuhi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial anak, termasuk mengembangkan karakter anak. Contoh yang paling utama dalam perkembangan anak adalah peran orang tua. Dalam tahapan perkembangan erikson dari usia 5 tahun kebawah peran orang tua sangatlah penting, dimana proses pengasuhan orang tua dalam terbentuknya karakter anak yang diinginkan. Tahapan tersebut terdiri dari rasa kepercayaan, mandiri dan rasa inisiatif (Miller, 2011). Orang tua yang bekerja tidak mudah mengatur waktu untuk bersama dengan anaknya, maka dari itu dibutuhkannya babysitter.

Ibu adalah seseorang yang berperan dalam kehidupan rumah tangga dan berperan pula dalam mendidik dan mengasuh anak. Dengan adanya keterlibatan ibu dalam perkembangan anak diharapkan anak mendapatkan pengasuhan yang baik. Kemudian babysitter adalah sosok pengganti dalam mengasuh anak dengan pelatihan khusus. Ibu bekerja yang menyewa babysitter, tanggung jawabnya dalam mengurus anak digantikan oleh babysitter seperti dalam memasak sarapan, mengantar sekolah, mengganti pakaiannya, dan masih banyak lagi. Jika babysitter lebih aktif dalam mendidik dan mengurus anak maka orang tua tidak akan tahu perkembangan ataupun masalah si anak. Jadi si anak akan merasa kurang dapat perhatian orang tua dan mengikuti pola asuh babysitter-nya.

Seorang ibu dihadapkan pada sebuah tuntutan karir dan seharusnya tidak meninggalkan kewajiban utamanya sebagai seorang pengasuh (Wibowo & Saidiyah, 2018). Bagusnya kualitas kebersamaan dapat ditentukan dengan dekatnya interaksi antara ibu dan anak. Ibu yang bekerja meski dengan keterbatasan waktu yang dimilikinya, namun bila ia mampu memanfaatkan dengan maksimal waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya hasilnya jauh akan lebih optimal dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja namun kurang pandai dalam mengelola waktu bersama anak-anaknya (dalam Laloan, Ismanto, dan Bataha, 2018). Begitu banyak para ibu yang bekerja diluar sana tidak perlu adanya babysitter untuk mengasuh anak-anaknya, tetapi mereka dapat mengatur waktunya untuk bersama dengan anak-anaknya. Seperti yang dikutip dari Sembiring (2018) melalui Kompas.com, setelah menikah pada 2015 lalu, Kinos dan Nycta dikaruniai dua orang anak, yaitu Panutan Adhya Semesta dan Lembar Putih Trinycta. Pasangan artis bernama Rizky Kinoz dan Nycta Gina untuk mengasuh anak tanpa babysitter walaupun mereka berdua sama-sama sibuk. Mereka memutuskan untuk mengurus anak-anaknya tanpa babysitter karena Kinoz dan Gina merasa sedih telah melewatkan masa-masa perkembangan pertama anaknya seperti ketika mereka berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, saat pulang kerja anaknya yang bernama Uta sudah dapat berbicara tanpa diketahui sebelumnya oleh Kinos dan Gita jadi itu membuat mereka bersedih. Maka dari itu mereka full mengurus anak-anaknya berdua saja, dengan membagi-bagi waktu dan membuat jadwal dalam mengurus kedua anaknya.

Peran orang tua sangatlah penting dalam mengurus dan mendidik anak, terutama peran ibu. Walaupun ibu yang bekerja sibuk dengan pekerjaannya, semestinya dapat meluangkan waktu yang lebih untuk mengasuh dan memantau perkembangan anak. Jika memang butuh pengasuh anak atau babysitter karena alasan tertentu, hal tersebut tidak bermasalah. Namun orang tua juga harus tetap memantau perkembangan anaknya.

 


Referensi 

Laloan, M. M., Ismanto, A. Y., & Bataha, Y. (2018) Perbedaan Perkembangan Anak Usia Toldder (1-3 Tahun)  Antara Ibu Bekerja Dan Tidak Bekerja Di Wilayah Kerja Posyandu Puskesmas Kawangkoan. Diakses pada tanggal 15 maret 2019, dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/19494

Miller, P. (2011). Theories of developmental psychology. New York, NY: Worth Publishers. 

Sembiring, I. G. N. (2018) Rizky Kinoz dan Nycta Gina Pilih Urus Anak Tanpa Bantuan Baby Sitter. Diakses pada tanggal 14 maret 2019, dari https://entertainment.kompas.com/read/2018/06/26/203416510/rizky-kinoz-dan-nycta-gina-pilih-urus-anak-tanpa-bantuan-baby-sitter

Wibowo, A. & Saidiyah, S. (2018) Proses Pengasuhan Ibu Bekerja. Diakses pada tanggal 14 maret 2019 , dari http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:2epk4wh8DgcJ:ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/PI/article/view/1394+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id