IHSG Ambrol 1,4% Jelang RDG, Analis: Sejauh Mana BI Bersiap?

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dimulai besok (19/1/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,41% ke level 6.551,597 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa (18/1). Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan, setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebab IHSG ambrol hari ini. Pertama, kasus Covid-19 varian Omicron yang meningkat baik di tingkat global maupun di Indonesia. "Kasus Omicron tidak bisa dikendalikan di tingkat global dan kita [sepertinya akan] menyusul ke sana. Ini menjadi sebuah perhatian khusus, apakah Omicron akan mengganggu prospek pemulihan ekonomi di Indonesia?," ujarnya ketika dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (18/1/2022). Pasalnya, di Amerika Serikat dan China misalnya, kasus positif Omicron terus meningkat dan ini menjadi salah satu perhatian investor. "US dan China terganggu pemulihannya, ini menjadi salah satu perhatian, sejauh mana pemerintah kita sigap menangani ini," jelasnya. Kedua, faktor the Fed yang sudah siap ancang-ancang akan menaikkan suku bunga. Menjelang aksi the Fed tersebut, Bank of Korea sudah menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin. Sementara Indonesia, keputusan terkait suku bunga akan diketahui pada Kamis ini. Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Januari 2022.  "Bank of Korea sudah menaikkan 25 basis poin, tujuan utamanya jelas untuk menjaga premi tingkat suku bunga Korea dan US, untuk menjaga volatilitas pasar. Jelang RDG BI, ini jadi salah satu penantian pelaku pasar dan investor, sejauh mana BI bersiap," jelasnya. [Gambas:Video CNBC] (vap/vap) Adblock test (Why?)

IHSG Ambrol 1,4% Jelang RDG, Analis: Sejauh Mana BI Bersiap?
Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dimulai besok (19/1/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,41% ke level 6.551,597 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa (18/1). Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan, setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebab IHSG ambrol hari ini. Pertama, kasus Covid-19 varian Omicron yang meningkat baik di tingkat global maupun di Indonesia. "Kasus Omicron tidak bisa dikendalikan di tingkat global dan kita [sepertinya akan] menyusul ke sana. Ini menjadi sebuah perhatian khusus, apakah Omicron akan mengganggu prospek pemulihan ekonomi di Indonesia?," ujarnya ketika dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (18/1/2022). Pasalnya, di Amerika Serikat dan China misalnya, kasus positif Omicron terus meningkat dan ini menjadi salah satu perhatian investor. "US dan China terganggu pemulihannya, ini menjadi salah satu perhatian, sejauh mana pemerintah kita sigap menangani ini," jelasnya. Kedua, faktor the Fed yang sudah siap ancang-ancang akan menaikkan suku bunga. Menjelang aksi the Fed tersebut, Bank of Korea sudah menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin. Sementara Indonesia, keputusan terkait suku bunga akan diketahui pada Kamis ini. Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Januari 2022.  "Bank of Korea sudah menaikkan 25 basis poin, tujuan utamanya jelas untuk menjaga premi tingkat suku bunga Korea dan US, untuk menjaga volatilitas pasar. Jelang RDG BI, ini jadi salah satu penantian pelaku pasar dan investor, sejauh mana BI bersiap," jelasnya. [Gambas:Video CNBC] (vap/vap) Adblock test (Why?)