Ini Syarat Skema PKE dari LPEI untuk Pelaku Usaha

JawaPos.com–Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) lakukan sosialisasi kepada disperindag provinsi, asosiasi, institusi serta berbagai sektor usaha dan pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Kegiatan itu dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, pada 25 November.Pemerintah memberikan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan. Namun proyek itu dianggap perlu untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Maqin U. Norhadi menyampaikan, untuk mendapatkan pembiayaan dengan menggunakan skema PKE, pelaku usaha harus memperhatikan beberapa kriteria yang masuk dalam kategori transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan atau dianggap perlu oleh pemerintah.Di antaranya, pelaku ekspor sulit mendapatkan pembiayaan ekspor dari perbankan dan lembaga keuangan, komoditas ekspor termasuk kategori non-tradisional, negara tujuan ekspor termasuk kategori non-tradisional, meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk Indonesia, mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, dan meningkatkan serta mengembangkan potensi ekspor jangka panjang.”Dukungan kami penting untuk meningkatkan nilai ekspor baik dari sisi volume maupun tujuan. Perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan sangat terbuka,” kata Maqin dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (6/12).Meskipun demikian, ada beberapa kawasan tertentu memiliki risiko yang sering dihindari baik oleh pelaku industri maupun perbankan nasional. ”Pemerintah memastikan akan menyediakan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor untuk menembus pasar tersebut,” tutur Maqin.Maqin menjelaskan, beberapa sektor usaha industri strategis Indonesia yang sudah menggunakan skema PKE antara lain pembiayaan pembuatan pesawat produksi PTDI yang diekspor ke Senegal (2019) dan Nepal (2021), pembiayaan ekspor kereta penumpang yang diproduksi PT INKA ke Bangladesh (2016, 2019, hingga 2020).Serta, proyek pembangunan 1.700 unit rumah bersubsidi (Lodgemont) di Baraki dan 2.250 rumah bersubsidi (Lodgemont) di Ain Defla dan Khemis Miliana, Aljazair yang dibangun WIKA pada 2020.”Peran pemerintah melalui LPEI untuk memberikan pembiayaan ekspor khususnya ke negara non-tradisional dapat menstimulus industri strategis dalam melakukan ekspor ke negara-negara tersebut dan juga meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia maupun jasa di negara tujuan tersebut. Selain itu, kami juga menyalurkan PKE UKM dan PKE Trade Finance untuk mendorong sektor dan pelaku UKM berorientasi ekspor,” papar Maqin.Sebagai salah satu special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI merupakan lembaga khusus yang didirikan pemerintah dengan salah satu kegiatannya memberikan pembiayan kepada eksportir/pelaku usaha berorientasi ekspor untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia maupun jasa di pasar global.Adblock test (Why?)

Ini Syarat Skema PKE dari LPEI untuk Pelaku Usaha
JawaPos.com–Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) lakukan sosialisasi kepada disperindag provinsi, asosiasi, institusi serta berbagai sektor usaha dan pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Kegiatan itu dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, pada 25 November.Pemerintah memberikan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan. Namun proyek itu dianggap perlu untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Maqin U. Norhadi menyampaikan, untuk mendapatkan pembiayaan dengan menggunakan skema PKE, pelaku usaha harus memperhatikan beberapa kriteria yang masuk dalam kategori transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan atau dianggap perlu oleh pemerintah.Di antaranya, pelaku ekspor sulit mendapatkan pembiayaan ekspor dari perbankan dan lembaga keuangan, komoditas ekspor termasuk kategori non-tradisional, negara tujuan ekspor termasuk kategori non-tradisional, meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk Indonesia, mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, dan meningkatkan serta mengembangkan potensi ekspor jangka panjang.”Dukungan kami penting untuk meningkatkan nilai ekspor baik dari sisi volume maupun tujuan. Perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan sangat terbuka,” kata Maqin dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Senin (6/12).Meskipun demikian, ada beberapa kawasan tertentu memiliki risiko yang sering dihindari baik oleh pelaku industri maupun perbankan nasional. ”Pemerintah memastikan akan menyediakan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor untuk menembus pasar tersebut,” tutur Maqin.Maqin menjelaskan, beberapa sektor usaha industri strategis Indonesia yang sudah menggunakan skema PKE antara lain pembiayaan pembuatan pesawat produksi PTDI yang diekspor ke Senegal (2019) dan Nepal (2021), pembiayaan ekspor kereta penumpang yang diproduksi PT INKA ke Bangladesh (2016, 2019, hingga 2020).Serta, proyek pembangunan 1.700 unit rumah bersubsidi (Lodgemont) di Baraki dan 2.250 rumah bersubsidi (Lodgemont) di Ain Defla dan Khemis Miliana, Aljazair yang dibangun WIKA pada 2020.”Peran pemerintah melalui LPEI untuk memberikan pembiayaan ekspor khususnya ke negara non-tradisional dapat menstimulus industri strategis dalam melakukan ekspor ke negara-negara tersebut dan juga meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia maupun jasa di negara tujuan tersebut. Selain itu, kami juga menyalurkan PKE UKM dan PKE Trade Finance untuk mendorong sektor dan pelaku UKM berorientasi ekspor,” papar Maqin.Sebagai salah satu special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI merupakan lembaga khusus yang didirikan pemerintah dengan salah satu kegiatannya memberikan pembiayan kepada eksportir/pelaku usaha berorientasi ekspor untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia maupun jasa di pasar global.Adblock test (Why?)