Investor Tunggu 'Nyanyian' Powell, Harga Perak Ambles

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia tergelincir jelang pidato Ketua bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserves/The Fed) Jerome Powell. Investor menanti komentar terkait arah kebijakan moneter bank sentral Negeri Adidaya. Pada Rabu (22/6/2022) pukul 17:20 WIB harga perak dunia di pasar spot tercatat US$ 21,33/ons, ambles 1,64% dibandingkan harga penutupan kemarin. Saat ini fokus investor tertuju ke bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserves/The Fed). Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan pidato di hadapan Kongres AS malam ini waktu Washington. Para investor menanti pernyataan Powell terkait langkah lanjutan The Fed. Menurut perangkat FedWatch milik CME group, para pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 98,1% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 2,25-2,5%. Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,75% menjadi 1,75%. Kenaikan ini lebih tinggi dari konsensus yang memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 0,5%. Kenaikan suku bunga The Fed yang agresif akan menambah biaya peluang perak sebagai aset yang tidak memiliki imbal hasil. Sehingga mengurangi permintaan perak. Permintaan turun, harga mengikuti. Di sisi lain, Dollar Index (yang mengukur greenback dibandingkan enam mata uang utama) terungkit ke 104,53. Hal ini makin menekan laju harga perak. Sebab perak yang dibanderol dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] Artikel Selanjutnya PDB AS Naik 6,9%, Harga Perak Ambles 6,9%! (ras/ras) Adblock test (Why?)

Investor Tunggu 'Nyanyian' Powell, Harga Perak Ambles
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia tergelincir jelang pidato Ketua bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserves/The Fed) Jerome Powell. Investor menanti komentar terkait arah kebijakan moneter bank sentral Negeri Adidaya. Pada Rabu (22/6/2022) pukul 17:20 WIB harga perak dunia di pasar spot tercatat US$ 21,33/ons, ambles 1,64% dibandingkan harga penutupan kemarin. Saat ini fokus investor tertuju ke bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserves/The Fed). Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan pidato di hadapan Kongres AS malam ini waktu Washington. Para investor menanti pernyataan Powell terkait langkah lanjutan The Fed. Menurut perangkat FedWatch milik CME group, para pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 98,1% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 2,25-2,5%. Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,75% menjadi 1,75%. Kenaikan ini lebih tinggi dari konsensus yang memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 0,5%. Kenaikan suku bunga The Fed yang agresif akan menambah biaya peluang perak sebagai aset yang tidak memiliki imbal hasil. Sehingga mengurangi permintaan perak. Permintaan turun, harga mengikuti. Di sisi lain, Dollar Index (yang mengukur greenback dibandingkan enam mata uang utama) terungkit ke 104,53. Hal ini makin menekan laju harga perak. Sebab perak yang dibanderol dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] Artikel Selanjutnya PDB AS Naik 6,9%, Harga Perak Ambles 6,9%! (ras/ras) Adblock test (Why?)