Jadilah Lansia yang Aktif dan Produktif

Jadilah Lansia yang Aktif dan Produktif
From: TeknoKita
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jadilah Lansia yang Aktif dan Produktif

Oleh

Tiara Tiani Putri

Fakultas Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

 

Menjadi lansia? Memangnya masalah besar? Menjadi lansia memang tidak dapat dicegah. Walaupun begitu, masih banyak orang yang takut untuk menjadi tua. Ketika memasuki usia senja kondisi fisik akan menurun, maka dari itu banyak para lansia yang masih belum siap untuk memasuki usia tua.

Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun kesehatan (dalam Andriani, Raraningrum, & Sulistyowati, 2019). Dampak dari segi kesehatan yaitu mata menjadi rabun, fungsi pendengaran menurun, serta daya ingat yang menurun atau pikun. Dengan fungsi fisik yang menurun, dapat berdampak dengan kurangnya aktif dan produktif lansia di lingkungan sosialnya. Aktif dan produktifnya lansia dapat dilihat dari tahapan perkembangan psikososial Erik Erikson yaitu ego integrity versus despair (dalam Papalia & Feldman, 2009). Individu yang produktif pada masa lalunya dan berhasil, maka akan tercapai integritas ego dan munculnya nila moral yaitu wisdom (kebijaksanaan) yaitu menerima kehidupan yang telah mereka jalani tanpa penyesalan. Jika individu tersebut tidak produktif, maka akan muncul keputusasaan bahwa hidup mereka tidak dapat diulang kembali.

Lansia merupakan masa-masa dimana tidak sepenuhnya tidak produktif, masih ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Seperti yang dikutip Dean Pahrevi (2019) melalui kompas.com, nenek Endang yang berusia 73 tahun merupakan peserta program ‘Day Care’ yang dikelola Sasan Tresna Werdha (STW) RIA Pembangunan. Sejak 2011 Endang sudah menjadi peserta program ‘Day Care’ tersebut, setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu nenek Endang kerap mengikuti kegiatan di program tersebut seperti senam pagi, merajut, melaksanakan hobi kesukaan, dan lain-lain. Meskipun usianya sudah senja, tak membuat Endang berhenti untuk selalu produktif dan berguna untuk orang benyak. Berkat keahliannya dalam merajut, dirinya sempat menjadi pengajar rajut di Kelurahan Cibubur dengan pesertanya yang juga lanjut usia (lansia). Bagi Endang, di usianya yang sudah senjak dirinya tak hanya ingin diam saja. Dia ingin selalu berguna untuk masyarakat. “Aku ini Cuma tenaga sukarela kok ngisi waktu saja, sharing ilmu aja,” ujar Endang. Dia ingin selalu berguna untuk masyarakat dan memanfaatkan ilmu yang ia punya. Aktif dan produktif pada masa tua dapat membuat umur lebih panjang seperti bersilahturami antar teman, tetap bersosialisasi dilingkungan sekitar, melakukan hobi yang disukai, dan melakukan kegiatan lainnya. Lansia yang aktif dan suka bergaul cenderung tingkat kepuasan hidup lebih tinggi dan emosinya pun positif yang akan membuat masa tua menjadi lebih sehat dan bahagia. Dengan begitu, masa tua bukan hal yang perlu ditakutkan jika para lansia lebih mempersiapkannya dengan baik.

Menurut Sutanto (2019) Masa tua bukanlah sesuatu yang harus dihindari karena bagian dari siklus kehidupan. Sebaliknya, masa tua menjadi periode perkembangan yang harus disambut dan dipersiapkan dengan baik. Cavanaugh dan Blanchard-Fields (2011) (dalam Sutanto, 2019) memaparkan beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mencegah dan memaksimalkan masa tua yang berhasil :

1. Adopsi gaya hidup yang sehat dan jadikan sebagai rutinitas harian, misalnya minum air yang cukup (2 liter sehari) agar kerja ginjal terjaga.

2.  Tetap aktif secara kognitif. Pertahankan rasa optimis dan minat untuk hal-hal yang memang disukai, misalnya membaca berita atau mengisi teka-teki silang.

3.  Mempertahankan jejaring sosial dan tetaplah berhubungan dengan yang lain, misalnya dengan mengikuti arisan atau kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk lansia. Proses penuaan juga erat kaitannya dengan kepuasan hidup yang dialami oleh individu. Semakin individu terlibat secara aktif atau terus menjaga relasi sosial dengan orang lain, maka kepuasan hidup yang dimilikinya cenderung tinggi.

4. Mempertahankan kebiasaan ekonomis untuk menghindari kebergantungan secara finansial, contohnya dengan mempersiapkan tabungan pensiun yang akan dinikmati pada masa tua.

Masa tua bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, walaupun fungsi organ fisik berkurang yang akan menghambat kegiatan tetapi tidak selamanya kesehatan dapat menggangu aktifitas di usia tua. Masih banyak orang yang usia senja tetapi tetap aktif dan produktif untuk mencapai kehidupan masa tua yang sukses dan bahagia. Maka dari itu, menjadi lansia bukanlah masalah besar jika menjadi lansia yang aktif dan produktif.

 

Daftar Referensi

Andriani, Y., Raraningrum, V., & Sulistyowati, R. (2019) Pemberdayaan Lansia Produktif, Aktif, Sehat Melalui Promosi Kesehatan dan Pemanfaatan Tanaman Obat di Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmpre Kabupaten Banyuwangi. Warta Pengabdian. 13(1), 43-48. Diambil dari https://jurnal.unej.ac.id/index.php/WRTP/article/view/9837

Pahrevi, D., (2019) Usia Senja Tak Membuat Nenek 73 Tahun Ini Berhenti Berkarya. Kompas.com. Diambil dari https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/24/09052961/usia-senja-tak-membuat-nenek-73-tahun-ini-berhenti-berkarya.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development, 11th Edition. New York, NY: McGraw-Hill. 

Susanto, H., S. (2019) Menjadi Tua? Siapa Takut. 5(16), 1-3. Diambil dari http://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/455-menjadi-tua-siapa-takut