Jamin Kehalalan Vaksin Covid-19, Pemerintah Libatkan MUI

Pemerintah melibatkan Majelis Ulama Indonesia untuk memastikan kehalalan vaksin Covid-19 yang diproduksi di dalam maupun dari luar negeri. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, selain vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh periset di Indonesia, pengadaan vaksin juga dilakukan lewat kerja sama dengan negara lain. Perusahaan pembuat vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab serta Sinovac dan CanSino dari China telah menyampaikan komitmen untuk memasok vaksin ke Indonesia. “Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kemudian juga terus menyosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi,” ujar Ma’ruf Amin, seperti dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (17/10/2020). Ma’ruf Amin menjelaskan pemerintah telah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak awal pandemi ini. Wapres menekankan bahwa vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini MUI. “Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia,” katanya. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan MUI dilibatkan dalam proses pengujian data untuk menjamin kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino, begitu juga dengan vaksin G42/Sinopharm. “MUI-nya Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) sudah menyatakan tak ada masalah dengan kehalalan vaksin G42,” ucap Honesti. Dilansir dari laman maritim.go.id, tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, dan Bio Farma, sudah bertolak ke China untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino. Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm yang diproduksi di Uni Emirat Arab akan diambil dari data uji klinis di negara tersebut. Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, sambil menanti vaksin yang masih dalam proses produksi, cara terbaik untuk mencegah dari virus Covid-19 adalah dengan memakai masker. Sejak Maret lalu banyak perubahan pedoman atau aturan dalam penanganan Covid-19. Misalnya, saat itu pemakaian masker hanya dianjurkan untuk individu yang terpapar Covid-19 atau sedang sakit. Anjuran ini lalu diubah dan sekarang pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat memakai masker. Khususnya jika individu ingin berkegiatan di luar rumah. "Perubahan perilaku yang kita harapkan jelas, yakni kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Saat ini memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ( 3M) adalah vaksin yang terbaik," ujar Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi, di Graha BNPB, kemarin. Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menegaskan, saat ini masker merupakan vaksin terbaik untuk mencegah penularan Covid-19. Menurut Pandu, pemerintah harus terus mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya memakai masker di masa pandemi ini. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah meluncurkan kampanye  #ingatpesanibu. Lewat kampanye ini, warga Indonesia diharapkan patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagaimana seorang anak patuh terhadap ibunya sendiri. "Kampanye ingat pesan ibu kami munculkan karena setelah beberpa bulan kita melihat berbagai cara, kita upayakan dalam rangka meyakinkan masyarakat agar bisa patuh pada protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito. Kampanye pesan ibu dilatarbelakangi dari pencarian cara yang universal dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat, supaya terhindar dari penularan Covid-19. Di sisi lain, masyarakat Indonesia terdiri dari bermacam latar belakang budaya hingga tingkat pendidikan. Ada satu hal yang menyatukan beragam latar belakang itu, yakni semua warga Indonesia pasti dilahirkan dari ibu. "Kita melihat ibu adalah sosok yang penting di dalam keluarga. Semua orang pasti dilahirkan dari seorang ibu, maka dari itu kita menempelkan pesan itu betul-betul dari ibu agar bisa mengingatkan anak-anaknya. Orang tua pun juga asalnya dari ibu," ucap Wiku. Let's block ads! (Why?)

Jamin Kehalalan Vaksin Covid-19, Pemerintah Libatkan MUI

Pemerintah melibatkan Majelis Ulama Indonesia untuk memastikan kehalalan vaksin Covid-19 yang diproduksi di dalam maupun dari luar negeri. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, selain vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh periset di Indonesia, pengadaan vaksin juga dilakukan lewat kerja sama dengan negara lain.

Perusahaan pembuat vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab serta Sinovac dan CanSino dari China telah menyampaikan komitmen untuk memasok vaksin ke Indonesia.

“Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kemudian juga terus menyosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi,” ujar Ma’ruf Amin, seperti dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (17/10/2020).

Ma’ruf Amin menjelaskan pemerintah telah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak awal pandemi ini. Wapres menekankan bahwa vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini MUI.

“Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia,” katanya.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan MUI dilibatkan dalam proses pengujian data untuk menjamin kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino, begitu juga dengan vaksin G42/Sinopharm.

“MUI-nya Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) sudah menyatakan tak ada masalah dengan kehalalan vaksin G42,” ucap Honesti.

Dilansir dari laman maritim.go.id, tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, dan Bio Farma, sudah bertolak ke China untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino. Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm yang diproduksi di Uni Emirat Arab akan diambil dari data uji klinis di negara tersebut.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, sambil menanti vaksin yang masih dalam proses produksi, cara terbaik untuk mencegah dari virus Covid-19 adalah dengan memakai masker.

Sejak Maret lalu banyak perubahan pedoman atau aturan dalam penanganan Covid-19. Misalnya, saat itu pemakaian masker hanya dianjurkan untuk individu yang terpapar Covid-19 atau sedang sakit. Anjuran ini lalu diubah dan sekarang pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat memakai masker. Khususnya jika individu ingin berkegiatan di luar rumah.

"Perubahan perilaku yang kita harapkan jelas, yakni kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Saat ini memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ( 3M) adalah vaksin yang terbaik," ujar Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi, di Graha BNPB, kemarin.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menegaskan, saat ini masker merupakan vaksin terbaik untuk mencegah penularan Covid-19. Menurut Pandu, pemerintah harus terus mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya memakai masker di masa pandemi ini.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah meluncurkan kampanye  #ingatpesanibu. Lewat kampanye ini, warga Indonesia diharapkan patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagaimana seorang anak patuh terhadap ibunya sendiri.

"Kampanye ingat pesan ibu kami munculkan karena setelah beberpa bulan kita melihat berbagai cara, kita upayakan dalam rangka meyakinkan masyarakat agar bisa patuh pada protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito.

Kampanye pesan ibu dilatarbelakangi dari pencarian cara yang universal dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat, supaya terhindar dari penularan Covid-19. Di sisi lain, masyarakat Indonesia terdiri dari bermacam latar belakang budaya hingga tingkat pendidikan. Ada satu hal yang menyatukan beragam latar belakang itu, yakni semua warga Indonesia pasti dilahirkan dari ibu.

"Kita melihat ibu adalah sosok yang penting di dalam keluarga. Semua orang pasti dilahirkan dari seorang ibu, maka dari itu kita menempelkan pesan itu betul-betul dari ibu agar bisa mengingatkan anak-anaknya. Orang tua pun juga asalnya dari ibu," ucap Wiku.

Let's block ads! (Why?)