Just Do It

Ada seorang pelari amatir di kampusnya. Dia bernama Phil Knight. Sebagai pelari, sepatu menjadi hal yang sangat krusial. Selama bertahun-tahun, dia terus mencari sepatu apa yang paling ringan, tahan lama, dan paling enak untuk dipakai lari. Sampailah kemudian, dia mendengar kabar bahwa di Jepang ada yang membuat produk sepatu dengan sangat baik, ringan, dan pengerjaan nya perfect. Singkat cerita, saat lulus kuliah, sebelum sibuk mencari kerja dia memutuskan untuk travelling ke berbagai negara, dan salah satu tujuan utamanya adalah…. Jepang. Dia kemudian mengajak pelatihnya Bill Bowerman untuk membuat bisnis sepatu dengan pembagian saham 51% : 49%. Dia membeli sampel produk jepang itu, dan akhirnya meng-importnya ke Amerika. Sepatu tersebut (Onitsuka Tiger). Phil Knight tahu, pelatihnya ini sering memotong-motong dan menjahit ulang sepatu anak didiknya, karena merasa sepatu mereka kurang ideal untuk dipakai lari. Dengan profesi yang sangat bergantung pada sepatu lari, sebagai pengguna kelas berat, dia tahu persis sepatu lari harusnya seperti apa. “Goblok banget sih yang bikin sepatu, harusnya kayak gini lho sepatu biar enak dipakai lari” begitu dia sering berpikir dalam hati. Phil juga tahu, bahwa penggemar lari sangat “mengidolakan dan suka meniru” para juara. Dari situ pula Phil menemukan satu jurus promosi yang diulang-ulang terus dilakukan sampai puluhan tahun kedepan: endorsement para juara. Mulai dari juara kampus sampai juara nasional diminta pakai produk dia. Setelah jalan beberapa tahun, Phil dan Sang pelatih terus mengajukan usulan-usulan perbaikan desain kepada produsen-produsen dan penjualan sepatu tersebut terus menanjak, sampai akhirnya melakukan re-branding dan tidak lagi mengimpor produk Onitsuka. Mereka membuat produk sendiri, sekarang kita mengenal sepatu tersebut dengan merk NIKE. Phillip Knight bukan seorang product designer. Dia bukan fabric dan material expert. Dia juga bukan juara Olimpiade. Dia hanya pengguna sepatu, dan dia tahu sepatu seperti apa yang paling diinginkan oleh seorang pelari. “Life is growth. You grow or you die.” ― Phil Knight, Shoe Dog Let's block ads! (Why?)

Just Do It

Ada seorang pelari amatir di kampusnya. Dia bernama Phil Knight. Sebagai pelari, sepatu menjadi hal yang sangat krusial.

Selama bertahun-tahun, dia terus mencari sepatu apa yang paling ringan, tahan lama, dan paling enak untuk dipakai lari.

Sampailah kemudian, dia mendengar kabar bahwa di Jepang ada yang membuat produk sepatu dengan sangat baik, ringan, dan pengerjaan nya perfect.

Singkat cerita, saat lulus kuliah, sebelum sibuk mencari kerja dia memutuskan untuk travelling ke berbagai negara, dan salah satu tujuan utamanya adalah…. Jepang.

Dia kemudian mengajak pelatihnya Bill Bowerman untuk membuat bisnis sepatu dengan pembagian saham 51% : 49%.

Dia membeli sampel produk jepang itu, dan akhirnya meng-importnya ke Amerika. Sepatu tersebut (Onitsuka Tiger).

Phil Knight tahu, pelatihnya ini sering memotong-motong dan menjahit ulang sepatu anak didiknya, karena merasa sepatu mereka kurang ideal untuk dipakai lari.

Dengan profesi yang sangat bergantung pada sepatu lari, sebagai pengguna kelas berat, dia tahu persis sepatu lari harusnya seperti apa.

“Goblok banget sih yang bikin sepatu, harusnya kayak gini lho sepatu biar enak dipakai lari” begitu dia sering berpikir dalam hati.

Phil juga tahu, bahwa penggemar lari sangat “mengidolakan dan suka meniru” para juara.

Dari situ pula Phil menemukan satu jurus promosi yang diulang-ulang terus dilakukan sampai puluhan tahun kedepan: endorsement para juara. Mulai dari juara kampus sampai juara nasional diminta pakai produk dia.

Setelah jalan beberapa tahun, Phil dan Sang pelatih terus mengajukan usulan-usulan perbaikan desain kepada produsen-produsen dan penjualan sepatu tersebut terus menanjak, sampai akhirnya melakukan re-branding dan tidak lagi mengimpor produk Onitsuka.

Mereka membuat produk sendiri, sekarang kita mengenal sepatu tersebut dengan merk NIKE.

Phillip Knight bukan seorang product designer. Dia bukan fabric dan material expert. Dia juga bukan juara Olimpiade.

Dia hanya pengguna sepatu, dan dia tahu sepatu seperti apa yang paling diinginkan oleh seorang pelari.

“Life is growth. You grow or you die.” ― Phil Knight, Shoe Dog

Let's block ads! (Why?)