Kampanye Daring Belum Terlalu Dilirik Paslon

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan minimnya penggunaan metode kampanye secara daring oleh pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Paslon masih menggandrungi metode kampanye pertemuan terbatas. "Kampanye daring masih belum diefektifkan oleh paslon," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam webinar bertajuk 'Siap Siaga Menghadapi Pilkada di Tengah Pandemi', Minggu, 18 Oktober 2020. Fritz mengungkapkan pada 10 hari kedua masa kampanye atau 6-15 Oktober 2020 kampanye dengan pertemuan terbatas sebanyak 16.468 kegiatan. Angka ini meningkat dibandingkan periode 10 hari sebelumnya sebanyak 9.189 kegiatan. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Namun, angka itu jauh berbeda dibandingkan kampanye daring pada periode 10 hari kedua sebanyak 98 kegiatan. Kampanye daring hanya naik 29 kegiatan dibandingkan periode sebelumnya. "Artinya bisa melihat baru 1 persen kalau kita membandingkan antara kegiatan pertemuan terbatas dengan kampanye daring," ucap Fritz. Sementara itu, metode kampanye menggunakan alat peraga sebanyak 626 kegiatan pada periode 10 hari kedua. Kemudian menggunakan bahan kampanye sejumlah 674. Alat peraga kampanye (APK) berupa benda atau bentuk lain yang memuat visi, misi, program, atau tanda gambar paslon yang dipasang, misalnya berupa spanduk dan baliho. Sedangkan bahan kampanye serupa APK, namun disebarkan melalui pamflet, flyer, dan stiker. (REN) Let's block ads! (Why?)

 Kampanye Daring Belum Terlalu Dilirik Paslon
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan minimnya penggunaan metode kampanye secara daring oleh pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Paslon masih menggandrungi metode kampanye pertemuan terbatas.
 
"Kampanye daring masih belum diefektifkan oleh paslon," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam webinar bertajuk 'Siap Siaga Menghadapi Pilkada di Tengah Pandemi', Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Fritz mengungkapkan pada 10 hari kedua masa kampanye atau 6-15 Oktober 2020 kampanye dengan pertemuan terbatas sebanyak 16.468 kegiatan. Angka ini meningkat dibandingkan periode 10 hari sebelumnya sebanyak 9.189 kegiatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, angka itu jauh berbeda dibandingkan kampanye daring pada periode 10 hari kedua sebanyak 98 kegiatan. Kampanye daring hanya naik 29 kegiatan dibandingkan periode sebelumnya.
 
"Artinya bisa melihat baru 1 persen kalau kita membandingkan antara kegiatan pertemuan terbatas dengan kampanye daring," ucap Fritz.
 
Sementara itu, metode kampanye menggunakan alat peraga sebanyak 626 kegiatan pada periode 10 hari kedua. Kemudian menggunakan bahan kampanye sejumlah 674.
 
Alat peraga kampanye (APK) berupa benda atau bentuk lain yang memuat visi, misi, program, atau tanda gambar paslon yang dipasang, misalnya berupa spanduk dan baliho. Sedangkan bahan kampanye serupa APK, namun disebarkan melalui pamflet, flyer, dan stiker.
 

(REN)

Let's block ads! (Why?)