Karakteristik Agen Of Responsibilities

Karakteristik Agen Of Responsibilities
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Agen Tanggung jawab adalah orang-orang yang menerima sadardan yang merasa memiliki rasa lapar dan juga rasa tanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitarnya. Lebih dari tiga poin yang menjadi perhatian penulis, diharapkan:

Penentuan Nasib Sendiri

Teori Penentuan Nasib adalah suatu teori motivasi oleh Deci dan Ryan (1985). Teori ini membahas tentang pengaturan dari faktor dan faktor - faktor yang mempengaruhi pengaturan tersebut. Individu sering merasakan kurangnya motivasi atau kekurangan dalam melakukan latihan karena menghadapi tantangan. Ada beberapa jenis yang bisa kita bahas bersama, yaitu:

Amotivasi

Amotivation menunjukan ketiadaan motivasi terhadap realititas. Hal ini akan sangat berbahaya jika tumbuh dan berkembang dalam diri seorang pemuda bangsa. Karena sejatinya pemuda adalah pemimpin dimasa yang akan diatang. 

Extrinsic motivation 

Mengacu pada partisipasi dalam sebuah aktivitas untuk memenuhi tuntutan eksternal.  Terdapat empat regulasi dalam motivasi ini yakni : external regulation, introjected regulation, identified regulation,  dan integrated regulation.

Intrinsic Motivation.  

Adalah sebuah motivasi untuk melakukan sesuatu kepentingan sendiri, kepuasan, kesenangan serta sebuah tantangan pribadi dengan ketiadaan penghargaan dari luar.

Self Confidence

Lauster ( 1978 ), menyatakan bahwa self confidence merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga orang lain yang bersangkutan tidak terlalu cemas dalam tindakan – tindakkanya, dapat merasa bebas untuk melakukan hal – hal yang disukainya dan bertanggungjawab atas perbuatannya. 

Self confidence adalah sikap positif seorang individu yang merasa memiliki kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap dirinya maupun lingkungannya. Berbicara lingkungan dalam konteks ini dapat kita terjemahkan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika self confidence ini dapat diterjemahkan oleh seluruh generasi penerus bangsa yakni pemuda, maka sudah barang tentu akan menjadikan negara semakin kuat, tidak butuh banyak kalau berkaca pada ungkapan soekarno, cukup berikan sepuluh saja maka dunia ini akan diguncangkan. 

Jika kita liat pemuda – pemuda diluar sana, korea misalkan mewajibkan pendidikan militer untuk warga nya, namun tidak dengan indonesia bukan berarti indonesai akan lemah. Cukup dengan merefleksikan kualitas insan cita sebagai agent of responsibilities saja rasanya sudah menjadikan negara indonesia semakin kuat.

Self Guardian

Poin ketiga yang dimaksud penulis barangkali dapat diterjemahkan melalui bahasa al – qur’an surat ar-rum (30); 30, yang artinya :

“ Maka hadapkanlah wajahmu lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. ( itulah ) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. 

Dalam tafsir jalalain dijelaskan bahwa maksud dari pada ayat tersebut adalah agar manusia beriman senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaan. Konsep penjagaan inilah yang disebut sebagai guardian dalam penulisan jurnal ini. Manusia harus selalu tetap pada fitrahnya yang berarti harus selalu ada pada kecenderungan terhadap kebaikan, karena sejatinya fitrah manusia adalah hanif.

Ketika fitrah manusia itu diimplementasikan dalam kehidupan sehati – hari maka akan menghasilkan spirit yang begitu tinggi, tentunya dengan hal tersebut perjalanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan seimbang sehingga bukan tidak mungkin menjadikan indonesia menjadi negara yang kuat karena didasarkan pada kesatuan  dan persatuan demi masyarakat yang adil makmur juga diridhai Allah SWT.

Dengan konsep refleksi kualtias insan cita sebagai agent of responsibilities terhadap permasalahan keummatan dan kebangsaan bukan tidak mungkin akan menjadikan manusia – manusia indonesia menjadi manusia yang kuat gagah perkasa, merdeka dari segala bentuk intimidasi dan konspirasi serta akan selalu siap sedia membela dan mempertahankan martabat bangsa. Dengan spirit pemuda yang menggebu – gebu juga tuntunan aqidah yang kuat maka akan menjadikan segala nya lebih mudah, rasa cinta tanah air akan semakin tinggi karena bagaimanapun itu adalah perintah agama. “Cinta tanah air sebagian dari iman”.  sehingga ketika karakter – karakter itu tumbuh dan mendarah daging maka sejauh kaki melangkahpun pancasila akan tetap ditegakkan, ke-ika-an akan selalu menjadi asas bagi ke – bhinneka-an untuk seluruh tumpah darah indonesia.