Kasus Covid-19 Indonesia tidak Sama dengan Tiongkok

KASUS positif covid-19 di Indonesia hingga kemarin siang mencapai 86.521 kasus. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan Tiongkok yang menjadi pusat episentrum pertama covid-19 yang kini kasusnya berjumlah 85.314. Saat menanggapi, Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto meminta agar jangan membandingkan data kasus Indonesia dengan negara lain. Pasalnya, setiap negara memiliki karakteristik berbeda. “Saya cenderung untuk bekerja maksimal tanpa membandingkan dengan negara lain. Jika dikaji risiko epidemiologinya, Indonesia bukan Tiongkok, dan Tiongkok bukan Indonesia. Tidak sama,” jelasnya, di Graha BNPB, Jakarta, kemarin. Yurianto menyebut saat ini pihaknya tengah bekerja secara maksimal untuk menekan penyebaran covid-19 sesuai dengan karakteristik Indonesia berdasarkan studi yang telah dihimpun tim gugus tugas dan para ahli. Hal senada juga diungkapkan ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko. “Tidak bisa dibandingkan. Tidak sebanding wabahnya. Yang satu episentrum awalnya di Provinsi Huabei dengan penduduk 20 juta, kita negara Indonesia 260 juta. Jadi, bagaimana membandingkannya? Tidak sebanding,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah. Miko menilai Indonesia dapat menghadapi covid-19 apabila semua pihak memiliki komitmen yang tinggi. Lebih lanjut, Yurianto mengatakan terdapat penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 1.639 sehingga total menjadi 86.521 kasus. Kasus sembuh bertambah 2.133 orang sehingga total menjadi 45.401. Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah 127 orang sehingga total menjadi 4.143. Pada kesempatan terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor peningkatan kasus virus korona global untuk hari kedua berturut-turut meningkat 259.848 dalam 24 jam. Karena itu, total kasus virus korona global melampaui 14 juta pada Jumat (17/7). Peningkatan terbesar yang dilaporkan, Sabtu (18/7), berasal dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan. Sebelumnya, rekor WHO untuk kasus baru ialah 237.743 pada Jumat. India menjadi negara ketiga di dunia dengan lebih dari 1 juta kasus covid-19 di belakang Amerika Serikat (lebih dari 3,7 juta kasus) dan Brasil (lebih 2 juta kasus). Sementara itu, kematian naik 7.360, peningkatan satu hari terbesar sejak 10 Mei. Kematian rata-rata 4.800 sehari pada Juli, naik sedikit dari rata-rata 4.600 sehari pada Juni. (Ata/Hym/CNA/X-7) Let's block ads! (Why?)

 Kasus Covid-19 Indonesia tidak Sama dengan Tiongkok

KASUS positif covid-19 di Indonesia hingga kemarin siang mencapai 86.521 kasus. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan Tiongkok yang menjadi pusat episentrum pertama covid-19 yang kini kasusnya berjumlah 85.314.

Saat menanggapi, Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto meminta agar jangan membandingkan data kasus Indonesia dengan negara lain. Pasalnya, setiap negara memiliki karakteristik berbeda.

“Saya cenderung untuk bekerja maksimal tanpa membandingkan dengan negara lain. Jika dikaji risiko epidemiologinya, Indonesia bukan Tiongkok, dan Tiongkok bukan Indonesia. Tidak sama,” jelasnya, di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Yurianto menyebut saat ini pihaknya tengah bekerja secara maksimal untuk menekan penyebaran covid-19 sesuai dengan karakteristik Indonesia berdasarkan studi yang telah dihimpun tim gugus tugas dan para ahli.

Hal senada juga diungkapkan ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko. “Tidak bisa dibandingkan. Tidak sebanding wabahnya. Yang satu episentrum awalnya di Provinsi Huabei dengan penduduk 20 juta, kita negara Indonesia 260 juta. Jadi, bagaimana membandingkannya? Tidak sebanding,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah.

Miko menilai Indonesia dapat menghadapi covid-19 apabila semua pihak memiliki komitmen yang tinggi.

Lebih lanjut, Yurianto mengatakan terdapat penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 1.639 sehingga total menjadi 86.521 kasus. Kasus sembuh bertambah 2.133 orang sehingga total menjadi 45.401. Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah 127 orang sehingga total menjadi 4.143.

Pada kesempatan terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor peningkatan kasus virus korona global untuk hari kedua berturut-turut meningkat 259.848 dalam 24 jam. Karena itu, total kasus virus korona global melampaui 14 juta pada Jumat (17/7).

Peningkatan terbesar yang dilaporkan, Sabtu (18/7), berasal dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan. Sebelumnya, rekor WHO untuk kasus baru ialah 237.743 pada Jumat. India menjadi negara ketiga di dunia dengan lebih dari 1 juta kasus covid-19 di belakang Amerika Serikat (lebih dari 3,7 juta kasus) dan Brasil (lebih 2 juta kasus).

Sementara itu, kematian naik 7.360, peningkatan satu hari terbesar sejak 10 Mei. Kematian rata-rata 4.800 sehari pada Juli, naik sedikit dari rata-rata 4.600 sehari pada Juni. (Ata/Hym/CNA/X-7)

Let's block ads! (Why?)