Kecewa, Trump Tegaskan Siap Putuskan Hubungan dengan Tiongkok

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperlihatkan memburuknya hubungan dengan Tiongkok, khususnya terkait virus korona. Saat Trump tidak tertarik berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Isu utama dari memburuknya hubungan AS-Tiongkok berkait pada tuduhan Trump bahwa Negeri Tirai Bambu yang dinilainya gagal menahan laju penyebaran covid-19. Pandemi tersebut telah merongrong perjanjian perdagangan Januari dengan Beijing, yang sebelumnya disebut sebagai sebuah pencapaian besar. "Mereka (Tiongkok) seharusnya tidak pernah membiarkan (covid-19) ini terjadi," kata Trump, dalam wawancara dengan Fox Business Network, yang dikutip Channel News Asia, Jumat, 12 Mei 2020. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad "Jadi saya membuat kesepakatan dagang yang hebat dan sekarang saya mengatakan ini tidak terasa sama bagi saya. Tinta itu hampir kering dan tulah datang. Dan rasanya tidak sama bagi saya,” jelas Trump. "Tapi saya saat ini tidak ingin berbicara dengannya (Xi Jinpin),” tegas Trump. Kekesalan Trump kepada Tiongkok bahkan bisa melangkah lebih jauh. Presiden ke-45 AS itu menyiratkan bahwa ia bahkan dapat memutuskan hubungan dengan Tiongkok. Hal tersebut diutarakannya ketika Trump ditanyai tentang saran seorang senator Republik agar pelajar Tiongkok ditolak visa untuk masuk ke Negeri Paman Sam. Selama ini memang banyak warga Tiongkok mendaftar untuk belajar di bidang yang terkait dengan keamanan nasional, seperti komputasi kuantum dan kecerdasan buatan. "Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa melakukan banyak hal. Kita bisa memutuskan seluruh hubungan (diplomatik),” jawab Trump. "Sekarang, jika Anda melakukannya, apa yang akan terjadi? Anda akan menghemat USD500 miliar," tutur Trump, merujuk pada perkiraan impor tahunan AS dari Tiongkok, yang sering disebutnya sebagai uang hilang. Pernyataan itu mengundang ejekan dari Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid Global Times China yang berpengaruh, yang merujuk pada komentar Trump yang banyak dikritik bulan lalu tentang cara mengobati diri dari covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus korona diobati. "Presiden ini pernah menyarankan pasien covid-19 menyuntikkan desinfektan," kata Hu di Twitter. "Ingat ini dan kamu tidak akan terkejut ketika dia mengatakan dia bisa memutuskan seluruh hubungan dengan Tiongkok,” imbuh Hu. Trump dan pendukungnya dari Partai Republik menuduh Beijing gagal memperingatkan dunia akan tingkat keparahan dan ruang lingkup wabah virus korona, yang telah memicu resesi global yang tajam dan mengancam peluang pemilihan ulang November. Amerika Serikat merupakan negara yang paling parah terkena imbas pandemi ini. Sementara TIongkok menegaskan cara mereka menangani covid-19 sudah sangat transparan. Penentang Trump mengatakan bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan, tidak lebih usaha mengalihkan perhatian dari kritik atas tanggapannya terhadap krisis covid-19 di AS yang dianggap lamban. Berbahaya Pengamat dari Center for Strategic and International Studies di Washington, Scott Kennedy menilai pernyataan Trump sebagai "keberanian berbahaya." "Menghindari komunikasi bukanlah strategi yang efektif untuk menyelesaikan krisis yang membutuhkan kerja sama global. Dan memutus hubungan ekonomi akan sangat merusak ekonomi Amerika," katanya. Di bawah Fase 1 perjanjian perdagangan, Beijing berjanji untuk membeli setidaknya USD200 miliar barang dan jasa tambahan AS selama dua tahun. Sementara Washington setuju untuk menurunkan tarif barang-barang Tiongkok secara bertahap. Negeri Tirai Bambu mengambil beberapa langkah tambahan untuk mencapai tujuan tersebut pada Kamis, membeli minyak kedelai AS untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun dan mengeluarkan pemberitahuan bea cukai yang memungkinkan impor gandum dan blueberry AS. The Global Times pada Kamis mengatakan Beijing berusaha untuk memecah belah ketegangan yang meningkat dengan Washington. “(Tiongkok) masih berharap bahwa masalah ekonomi dan perdagangan tidak akan dipolitisasi karena itu tidak baik bagi kedua belah pihak," katanya mengutip Li Yong, wakil ketua Komite Ahli Asosiasi Perdagangan Internasional China. Sementara agen-agen intelijen AS mengatakan bahwa virus

 Kecewa, Trump Tegaskan Siap Putuskan Hubungan dengan Tiongkok
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperlihatkan memburuknya hubungan dengan Tiongkok, khususnya terkait virus korona. Saat Trump tidak tertarik berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
 
Isu utama dari memburuknya hubungan AS-Tiongkok berkait pada tuduhan Trump bahwa Negeri Tirai Bambu yang dinilainya gagal menahan laju penyebaran covid-19. Pandemi tersebut telah merongrong perjanjian perdagangan Januari dengan Beijing, yang sebelumnya disebut sebagai sebuah pencapaian besar.
 
"Mereka (Tiongkok) seharusnya tidak pernah membiarkan (covid-19) ini terjadi," kata Trump, dalam wawancara dengan Fox Business Network, yang dikutip Channel News Asia, Jumat, 12 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi saya membuat kesepakatan dagang yang hebat dan sekarang saya mengatakan ini tidak terasa sama bagi saya. Tinta itu hampir kering dan tulah datang. Dan rasanya tidak sama bagi saya,” jelas Trump.
 
"Tapi saya saat ini tidak ingin berbicara dengannya (Xi Jinpin),” tegas Trump.
 
Kekesalan Trump kepada Tiongkok bahkan bisa melangkah lebih jauh. Presiden ke-45 AS itu menyiratkan bahwa ia bahkan dapat memutuskan hubungan dengan Tiongkok. Hal tersebut diutarakannya ketika Trump ditanyai tentang saran seorang senator Republik agar pelajar Tiongkok ditolak visa untuk masuk ke Negeri Paman Sam.
 
Selama ini memang banyak warga Tiongkok mendaftar untuk belajar di bidang yang terkait dengan keamanan nasional, seperti komputasi kuantum dan kecerdasan buatan.
 
"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa melakukan banyak hal. Kita bisa memutuskan seluruh hubungan (diplomatik),” jawab Trump.
 
"Sekarang, jika Anda melakukannya, apa yang akan terjadi? Anda akan menghemat USD500 miliar," tutur Trump, merujuk pada perkiraan impor tahunan AS dari Tiongkok, yang sering disebutnya sebagai uang hilang.
 
Pernyataan itu mengundang ejekan dari Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid Global Times China yang berpengaruh, yang merujuk pada komentar Trump yang banyak dikritik bulan lalu tentang cara mengobati diri dari covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus korona diobati.
 
"Presiden ini pernah menyarankan pasien covid-19 menyuntikkan desinfektan," kata Hu di Twitter. "Ingat ini dan kamu tidak akan terkejut ketika dia mengatakan dia bisa memutuskan seluruh hubungan dengan Tiongkok,” imbuh Hu.
 
Trump dan pendukungnya dari Partai Republik menuduh Beijing gagal memperingatkan dunia akan tingkat keparahan dan ruang lingkup wabah virus korona, yang telah memicu resesi global yang tajam dan mengancam peluang pemilihan ulang November. Amerika Serikat merupakan negara yang paling parah terkena imbas pandemi ini.
 
Sementara TIongkok menegaskan cara mereka menangani covid-19 sudah sangat transparan. Penentang Trump mengatakan bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan, tidak lebih usaha mengalihkan perhatian dari kritik atas tanggapannya terhadap krisis covid-19 di AS yang dianggap lamban.

Berbahaya


Pengamat dari Center for Strategic and International Studies di Washington, Scott Kennedy menilai pernyataan Trump sebagai "keberanian berbahaya."
 
"Menghindari komunikasi bukanlah strategi yang efektif untuk menyelesaikan krisis yang membutuhkan kerja sama global. Dan memutus hubungan ekonomi akan sangat merusak ekonomi Amerika," katanya.
 
Di bawah Fase 1 perjanjian perdagangan, Beijing berjanji untuk membeli setidaknya USD200 miliar barang dan jasa tambahan AS selama dua tahun. Sementara Washington setuju untuk menurunkan tarif barang-barang Tiongkok secara bertahap.
 
Negeri Tirai Bambu mengambil beberapa langkah tambahan untuk mencapai tujuan tersebut pada Kamis, membeli minyak kedelai AS untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun dan mengeluarkan pemberitahuan bea cukai yang memungkinkan impor gandum dan blueberry AS.
 
The Global Times pada Kamis mengatakan Beijing berusaha untuk memecah belah ketegangan yang meningkat dengan Washington.
 
“(Tiongkok) masih berharap bahwa masalah ekonomi dan perdagangan tidak akan dipolitisasi karena itu tidak baik bagi kedua belah pihak," katanya mengutip Li Yong, wakil ketua Komite Ahli Asosiasi Perdagangan Internasional China.
 
Sementara agen-agen intelijen AS mengatakan bahwa virus korona tidak tampak buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis. Ini menolak teori yang dipromosikan oleh beberapa pendukung Trump, Trump mengatakan dalam wawancaranya bahwa Tiongkok seharusnya menghentikannya di sumbernya.
 
"Apakah itu berasal dari lab atau berasal dari kelelawar, semuanya berasal dari Tiongkok, dan mereka seharusnya menghentikannya. Itu di luar kendali,” tegas Trump.
 

(FJR)

Let's block ads! (Why?)